Kamis, 28 Februari 2013

- No Title -


Dia, cukup untuk sekali saja menetap dalam benakku. Cukup setahun saja aku mengingat dan mengenalnya. Satu tahun yang terbagi dua. Setengah tahun yang terasa indah, dan setengah tahun yang penuh penantian. Tidak akan ada akhir yang manis, menurutku. Ketika menyadari betapa buruknya dia dibenakku sekarang.
Aku benci sebuah perubahan. Setiap perubahan yang selalu membuatku dipenuhi dengan rasa khawatir. Dia yang berubah terlalu cepat, atau aku yang tumbuh terlalu lama. Aku membenci perubahan ketika semua itu hanya meninggalkan sebuah masa lalu yang indah, dan menjadi sesuatu yang lebih konyol atau gila. Dia konyol karena bisa berubah dengan cepat, dan dia gila karena dengan cepat melupakan keberadaanku beberapa waktu lalu.
Bukan karena egois dan ingin di ingat, tapi hanya karena aku ingin tahu seberapa berharganya aku dimata orang. Apa aku terlalu buruk untuk di ingat? Terlalu mengganggu dalam ingatan setiap orang? Mungkin tidak semua orang, tapi dia merasakannya.
Tidak tahu aku yang salah, atau dia yang salah. Aku tidak pernah ingin menyalahkan siapapun dalam pengalaman kali ini. kisah yang konyol, dan berakhir cukup dalam. Berarti, namun tidak terlalu mengesankan. Karena memang tidak ada yang perlu dikesankan. Semunya mudah untuk terlupakan, bukan?
Dia bisa mengakhiri semua dengan mudah, namun hanya aku yang terlalu bodoh, dengan menundanya terlalu lama. Dia sudah melakukannya dengan benar. Karena tidak ada yang perlu dilanjutkan lagi. Tidak ada yang perlu di ingat ataupun dikenang. Semua waktu sudah berlalu, dan berakhir sampai dia menuntaskan sekolah di sekolah yang sama denganku. Hanya aku yang berharap terus melanjutkan pertemanan dengannya, dan dia tidak menginginkannya sama sekali. Mungkin aku yang terlalu egois, atau dia.
Tidak ada yang benar, dan tidak ada yang salah.
Selama semua itu bisa dilupakan.
Dengan cepat.
Semua akan mulai aku akhiri sekarang. Karena semua sudah selesai, tidak ada yang perlu dilanjutkan kembali. Maaf, kalau selama ini aku terkesan berlebihan dan mengganggu, dan itu salah sikapku.
Kalau mungkin akan ada pertemuan selanjutnya, percakapan berikutnya …
Akan aku akhiri segera jika dia mulai bosan. Akan aku tinggalkan segera jika dia tidak menginginkan keberadaanku. Hanya tidak ingin menganggu lagi semua kehidupan yang dia punya. Karena semua orang pasti memunyai alasan untuk,
Melupakan dan mengakhiri semua yang pernah terjadi.

Tidak ada komentar: