Dia, cukup
untuk sekali saja menetap dalam benakku. Cukup setahun saja aku mengingat dan
mengenalnya. Satu tahun yang terbagi dua. Setengah tahun yang terasa indah, dan
setengah tahun yang penuh penantian. Tidak akan ada akhir yang manis,
menurutku. Ketika menyadari betapa buruknya dia dibenakku sekarang.
Aku benci
sebuah perubahan. Setiap perubahan yang selalu membuatku dipenuhi dengan rasa
khawatir. Dia yang berubah terlalu cepat, atau aku yang tumbuh terlalu lama.
Aku membenci perubahan ketika semua itu hanya meninggalkan sebuah masa lalu
yang indah, dan menjadi sesuatu yang lebih konyol atau gila. Dia konyol karena
bisa berubah dengan cepat, dan dia gila karena dengan cepat melupakan
keberadaanku beberapa waktu lalu.
Bukan
karena egois dan ingin di ingat, tapi hanya karena aku ingin tahu seberapa
berharganya aku dimata orang. Apa aku terlalu buruk untuk di ingat? Terlalu
mengganggu dalam ingatan setiap orang? Mungkin tidak semua orang, tapi dia
merasakannya.
Tidak tahu
aku yang salah, atau dia yang salah. Aku tidak pernah ingin menyalahkan
siapapun dalam pengalaman kali ini. kisah yang konyol, dan berakhir cukup
dalam. Berarti, namun tidak terlalu mengesankan. Karena memang tidak ada yang
perlu dikesankan. Semunya mudah untuk terlupakan, bukan?
Dia bisa
mengakhiri semua dengan mudah, namun hanya aku yang terlalu bodoh, dengan
menundanya terlalu lama. Dia sudah melakukannya dengan benar. Karena tidak ada
yang perlu dilanjutkan lagi. Tidak ada yang perlu di ingat ataupun dikenang.
Semua waktu sudah berlalu, dan berakhir sampai dia menuntaskan sekolah di
sekolah yang sama denganku. Hanya aku yang berharap terus melanjutkan
pertemanan dengannya, dan dia tidak menginginkannya sama sekali. Mungkin aku yang
terlalu egois, atau dia.
Tidak ada
yang benar, dan tidak ada yang salah.
Selama semua
itu bisa dilupakan.
Dengan cepat.
Semua akan
mulai aku akhiri sekarang. Karena semua sudah selesai, tidak ada yang perlu
dilanjutkan kembali. Maaf, kalau selama ini aku terkesan berlebihan dan
mengganggu, dan itu salah sikapku.
Kalau mungkin
akan ada pertemuan selanjutnya, percakapan berikutnya …
Akan aku
akhiri segera jika dia mulai bosan. Akan aku tinggalkan segera jika dia tidak
menginginkan keberadaanku. Hanya tidak ingin menganggu lagi semua kehidupan
yang dia punya. Karena semua orang pasti memunyai alasan untuk,
Melupakan dan
mengakhiri semua yang pernah terjadi.