guys,
maaf kalo part 2nya gak sebagus dari ff gue sebelumnya. kali ini bener bener
kerasa maksa. soalnya waktunya mepet-,- tapi ternyata masih ada sisa waktu buat
tanggal 10 juli. tapi berhubung internet rumah yang gatau kenapa lagi aneh, gue
jadinya terpaksa ngepost sekarang, mumpung lagi bisa. soalnya ini ff special
pake tiga telor, buat Han Ha Gun yang ultah tanggal 10 juli. ultahnya kalo gak
salah sama kayak heechul oppa. sebenernya gak special2 bgt juga sih, soalnya
jadian ama kyuhyunnya begitu doang ntar. hehe maap fad.-.v abisnya mentok.
lagian juga DongJe couple gamau kalah sosweetnya dong sama KyuHa couple ;p
hehe. yodah deh, selamat membaca readers, and.. saeng il chukkae han ha
gun-ssi. semoga bisa ketemu kyuhyun oppa dimasa mendatang *barengguetapinya*
akakaks. ;)
Dear You,
Kamu yang membuka jalan itu,
Kamu yang menerangi jalan itu,
Kamu yang menuntun menuju jalan itu,
Dan kamu,
Yang membuatku terjerumus dalam jalan cintamu.
Dan kamu,
Yang membuatku semakin sulit untuk keluar.
Karena kamu,
Mulai membuka celah pintu keluar,
Walau hanya sejengkal, dihatimu.
Cho Jehee~a,
Kini aku bisa menggapaimu,
Kini aku bisa menjadikanmu sesuai takdir yang nyata,
Kini aku bisa memilikimu,
dan menghilangkan rasa takut akan kepergianmu dengannya
Saranghae Cho Jehee~a,
Sinjjayeo~
Dear You,
‘Oppa’ bukan sekedar sapaan untuk menandakan kalau kau lebih tua dariku,
‘oppa’ bukan sekedar menjadikanmu seperti kakak laki lakiku,
‘Oppa’ bukan yang hanya ingin aku sebut ketika aku kehilangan arah,
‘Oppa’ bukan yang hanya aku cari disaat aku kehilangan dia,
‘Oppa bukan sekedar namja biasa dalam hariku,
‘Oppa’ bukan namja yang hanya ada dalam pandangan mataku,
Karena ‘oppa’ sekarang ada dalam hati, pikiran, mimpi, dan takdirku.
Saranghae Lee DongHae ‘Oppa’
Sinjjayeo~
Lee DongHae
PoV
Sial, ini
lebih menyakitkan daripada melihatnya menagis karena niall. Dia datang kekonser
niall malam itu dan mengesampingkan konserku begitu saja. Aku tahu aku tidak
ada hak untuk melarangnya sama sekali. Tapi ini sungguh menambah penderitaanku.
“jangan
menjadi namja cengeng hae~a” kyuhyun datag dengan tangan yang masih terpaku
dengan PSPnya kemudian menjauhkan diri pada sofa kamar hotel yang kami tempati.
“wajahmu terlalu menyedihkan, hyuung”
“Yak!
Kyuhyun!” aku meleparkan bantal sofa tepat mengenai kepalanya dan dia mulai
menggeram. “kyuhyun~a. tidak bisakah kau peduli sedikit dengan perasaan jatuh
hati huh?”
“aku akan
mencoba” sahut kyuhyun cepat.
“cih, lihat
saja kau, cho kyuhyun!”
“apa?”
“aku akan
mencarikan yang namanya yeoja untukmu!”
“boleh saja.
Asal kan kau tepat dalam menentukan siapa yang benar benar takdir hidupku”
***
Niall Horan
PoV
Ini tidak
terlalu buruk. Setidaknya aku tidak benar benar menjauhinya. Dan menyapu
beberapa luka karena ulahku belakangan ini yang sangat menghindarinya. Ini
permintaan management dan aku tidak bisa menolaknya.
“you want
your new fans instantly disappear because of your closeness to that almost
became a girlfriend? This is just the beginning. Don’t destroy all of your
dreams, Niall”
Kalimat itu
masih terngiang ditelingaku setiap kali aku berpapasan atau bahkan mengingat
Jehee. Kalau untuk memikirkannya tentu saja lebih dari sering. Dan aku berusaha
membuang jauh jauh semua itu. Tapi sialnya semu itu mustahil. Cho Jehee.
Perempuan berdarah korea itu terlalu menarik perhatianku. Oh, no. exactly my
heart.
“niall,
ponselmu terus berdering.” Harry berteriak dari luar ruangan. “kurasa itu
Jehee”
Aku berlari
kecil menuju tempat aku meletakkan ponsel yang tidak jauh dari tempat harry dan
zayn berada. “ne, yeoboseo?”
“eo? Niall?
Sejak kapan kamu menggunakan bahasa koreamu itu, huh?”
“hehe,cuman
ingin mengasahnya saja. Wae?” sepertinya semua member mulai melirikku dengan
alis terangkat. Membuatku terasa risih dan memutuskan untuk menyingkirkan diri
dari hadapan mereka.
“eum..
ani, aku hanya ingin mengucapkan ‘thank you’ untuk tiket konser gratismu
semalam.kau tahu? Temanku sangat histeris ketika melihat zayn bernyanyi
didekatnya.”
Aku tertawa
kecil. “dan aku hanya menjawabnya dengan ‘chonmalneo’ benarkan?” hanya ada tawa
kecil setelahnya. Kemudian sedikit keributan sepertinya eterjadi. Karea setelah
suara yang terdengar bising, sambungan teleponku terputus dan aku hanya tersenyum
menanggapinya. “gadis lucu” gumamku pelan.
***
“pulang
bersama?” aku melirik lauren yang masih sibuk dengan perlengkapannya.
“boleh,”
lauren mengangguk pelan kemudian mengandengkan tangannya kelenganku setelah
menyelesaikan barangnya. Dan aku melirik aneh tigkahnya.“kenapa? Tidak ada yang
marah, kan?”
Senyuman
kecil cukup menjawab pertanyaannya. Dan aku menggiringnya masuk ke mobilku.
“mau aku antar sampai rumah langsung atau…?”
“coffe!
Hehe” dengan cepat lauren menyahut dan memancing tawa kami berdua.
“oke, by
bus?” dan lauren mengangguk cepat kemudian mengulang perkataanku. “by bus!”
“ini akan
terasa seperti masa kita SMA, right?” lauren mengambil posisi duduk dua dari
belakang bus ketika bus sampai dan kami menaikinya. Dan aku mengikutinya
disamping.
“bukan
tersasa semasa SMA. Tapi aku rasa kita akan terus melakukan ritual ini setiap
kali aku bertemu dengan wanita yang bernama ‘lau-ren’” ujarku dengan sedikit
ejaan dinamanya.
“hahaha,
maybe.” Lauren melirik kondisi sekitar bus yang terlihat sedikit ramai. “apa
kau tidak takut dengan kenyataan kalau salah satu dari banyak orang disini
adalah directioners?”
Aku tertawa
sedikit dengan tangan yang menutupi mulutku agar tawa ku tidak terkesan
meledak. “wuah, kau bahkan sekarang tahu nama fans club ku ya?”
Lauren hanya
mengercutkan bibir kemudian menyandarkan tubuhnya pada kaca bus. “oke, baiklah.
Aku yakin jalanpikir mereka tidak akan sampai disitu. Karena, tidak akan
mungkin terpikir oleh mereka seorang niall anggota 1D menaiki bus jam malam.”
Bisikku.
“eum..
niall,” Lauren tiba tiba merubah raut wajah seriusnya, membuatku sedikit
berfikir bingung. “apa kau benar sedang.. dekat dengan wanita berdarah korea
yang.. engg, maaf aku lupa siapa namanya.”
“Cho Jehee?”
aku hanya berdecak dan menatap datar lauren. “memangnya kenapa?”
“eh? Tidak..
hanya menanyakan saja. Apa kau tidak ingin memberiku bocoran sedikit tentang
gossip itu, huh?” sedikit cengiran yang aku tahu dia mengatakan pertanyaan yang
membuatnya kurangnyaman.
“aku
mengenalnya baru satu bulan ini saja. Semenjak dia menjadi mahasiswi baru
dikampusku.” Kemudian aku sedikit berdehem berusaha mencairkan suasana. “tenang
saja, posisimu tetap belum tergantikan.”
“tapi ada
satu hal yang perlu kamu ketahui.” Lanjutku. “kali ini aku benar benar tidak
bisa mengelaknya. Dan aku menyerah untuk membuang semua perasaan ini. kalau aku
benar benar jatuh hati padanya.”
***
Cho Jehee
PoV
“what? Cho
Jehee? Jadi daritadi kamu hanya mempersalahkannya?” lauren mengangguk ragu.
Menatap harap niall. Mereka kemudian menghentikan langkah dan saling bertatap.
“”baiklah,
aku akan mengatakan kalau Cho Jehee. Hanalah manusia biasa yang lewat disetiap
hariku. Jadi hilangkan pikiran macam macammu itu.” Kali ini lauren mengangguk
dengan senyuman puas kemudian mereka melanjutkan langkah menuju rumah lauren.
Dan aku,
tetap dalam posisiku. Menyandarkan tubuh pada dinding kusam tempat aku
mendengar semua yang mereka bicarakan. Aku mengetahui lauren siapa. Niall
pernah bercerita padaku. Dan ekspresi yang ditimbulkannya, sangat berbeda
ketika dia menanggapiku.
Lauren
sangat bersahabat dengannya. Dan tidak mengurangi kemungkinan kalau mereka
mempunyai hubungan lebih dari seorang sahabat. Atau mungkin hanya perasaan.
Tapi tetap saja itu membuatku, membuatku.. merasa terhantam pada dasar.
Air mataku
mulai terjatuh dan tubuhku seakan bergetar hebat. Tanggapan niall tentang
diriku yang dilontarkan pada kalimat tadi membuatku semakin terasa terhuyung
dan lemas. Tanganku bahkan tidak dapat mengelak. Ketika sebuah lengan menarikku
dalam pelukkannya.
Entah apa
yang membuatku bertahan dengan posisi ini. sungguh ini membuatku merasa nyaman.
Getaran tubuhku terasa tertahan olehnya dan pelukan eratnya membuatku merasa
ada. adanya sosok yang menginginkanku lebih baik.
Tapi, satu
hal yang membuatku merasa kurang wajar. Pelukan ini meredakan getaran tubuhku,
tapi menambah getaran hebat pada jantungku. Entah ini karena pertama kali aku
berada dalam pelukan orang asing selain kyuhyun oppa ataupun appa.
“uljima
(jangan menangis),” namja itu mulai angkat bicara. Suara yang tak asing lagi
dari telingaku. “jebal, mengingatnya atau bahkan menginginkannya membuatmu
semakin sakit, Je~a” dia mengusap pundakku ringan dengan suara bergetarnya.
“opp..pa?”
ujarku ragu sambil berusaha melepaskan pelukkannya. Tapi dia hanya menarikku
kembali dalam pelukkannya kemudian memelukku erat. “gomawoyeo..”
“untuk apa?”
“untuk
selalu ada disampingku. Dan getaran yang terus memacu jantungku yang entah
kenapa membuatku merasa nyaman. Apa kau tahu apa artinya itu? Karena aku
seperti orang bodoh jika kau terus memelukku seperti ini, hae oppa.”
“Je~a. kau
teralu bodoh untuk hal ini.”
***
Tanganku
membanting keras pintu kamar hotel yang ditempati kyuhyun, Sungmin dan donghae
oppa. Mereka memutuskan untuk menetap di UK lebih lama dari yang lainnya.
“oppa,
jeball..” rengekku sambil terus menganyunkan lengan kyuhyun oppa setelah
berhasil menangkapnya.
“kau ingin
mengusikku sampai kapan jehee~a? kalau tahu seperti ini kemarin aku ikut pulang
dengan member lain.” Sungut kyuhyun oppa yang mulai malas menanggapiku.
“apa kau
tidak ingin membuat adikmu senang, huh?” rayuku kembai. “kalau kau tidak segera
menurutiku, mungkin aku akan mengadu pada appa. Mengatakann kalau kau…”
“ne, ne, ne,
baiklah, aku akan menurutimu. Tapi pastikan mulutmu tertutup rapat, ara?!”
hentak kyuhyun oppa yang akhirnya meraih jaket dan kunci mobilnya. “kajja!”
Aku
tersenyum kecil kemudian membuntutinya menuju tempat parkir dan memasuki
mobilnya. “cake shop, please.” Ujarku semanis mungkin pada kyuhyun oppa.
Sekedar membuatnya semakin menggelikan melihat tingkahku.
“cih, putri
keluarga cho yang konyol” dengus kyuhyun oppa. “tapi apa kau yakin, dia tidak
benar benar membenci super junior?” kyuhyun oppa mulai melajukan mobilnya.
“wae? Kau
takut dia akan membuat semua member berdiri kaku saat berhadapan,eo?”
“eo? Aniya,
hanya saja.. eng.. apa kau tidak takut dengan keselamatan kuemu?”
“kue? Kenapa
dengan kue yang aku bawa oppa?”
“emm.. bisa
saja.. ehm,” kyuhyun oppa terlihat membenarkan ekspresi wajahnya. “dia
menimpuki kami mungkin, karena kebenciannya?”
“lalu?” alis
mataku terangkat meliriknya dengan tatapan mencaritahu.
“eng.. yak!
Jehee ~a! apa itu tidak terlalu memalukan eo? Lagipula idemu terlalu gila.”
Tawaku
nyaris meledak tak terkendali. “gyaahahaha, oppa, neo kyeopta!” kyuhyun oppa
hanya menatap tajam padaku merasa risish untuk ditertawakan. Tapi sayangnya itu
sama sekali tidak memberhentikan tawaku. “yak, oppa.. hahaha, ini sungguh
pertama kalinya aku melihatmu begitu ketakutan”
“wae? Itu
karena kau bercerita tentangnya terlalu berlebihan, eo? Aku yakin itu hanya
ulahmu saja untuk membuatku takut.”
“aniya,
kalau itu benar benar kenyataan bagaimana? Apa kau yakin akan melarikan diri
dari rencanaku, eo? Hahaha.”
“tutup
mulutmu, Cho Jehee~ssi!”
***
10 July 2012
United
Kingdom
16 :00
“oppa
gomawo,” aku tersenyum saat melihatnya hadir ditengah ruangan yang aku
persiapkan untuk merayakan ulang tahun Ha Gun “sinjja gomawoyeo”
Kyuhyun dan
sungmin oppa menghentikan keributannya dan menatap kami aneh. Donghae oppa
membalas senyumku kemudian mengacak rambutku pelan. “bodoh, jangan ulangi eo?
Cukup dengarkan kata-kataku saja, ara?” aku mengangguk pelan untuk
menanggapinya.
“yak, apa
yang sudah terjadi diantara kalian, huh?” sungmin oppa menyahut dari sofanya.
Kami hanya tersenyum simpul dan sedikit cengiran.
“kau seperti
anak anjing dan majikan saja, sampai mengusam rambut kemudian saling tersenyum
dan mengangguk.” Timpal kyuhyun oppa yang berbicara tanpa ekspresi diwajahnya.
“yak, yak,
cho kyuhyun. Bagaimanapun juga aku hyungmu. Dan je~a adalah adikmu, eo? Jangan
menyebut kami seperti anak anjing dan majikan lagi, ara?”
Baru saja
kyuhyun ingin menimpali, sungmin oppa meloncatkan diri dari sofa. “yak
dongsaeng macam apa kita melupakan ulang tahun hyungnya sediri?”
Kyuhyun oppa
menyipitkan mata, “nugu?”
“aish,
sinjja! Benar benar dongsaeng tak punya kepedulian” dengus doghae oppa yang
disambar dengan tatapan mautnya. “hari ini ulang tahunnya heechul hyung?”
“oh my god!”
Kyuhyun bangit dengan cepat dari sofanya. “ini mungkin akan menadi alasan yang
sangat tepat untuk pulang ke seoul segera.”
Dengan cepat
aku menahan lengan kyuhyun oppa yang nyaris menggapai pintu “oppa, dia sudah
benar benar tiba. Sekarang dia berada di lift. Jadi percuma saja kalau kau
benar benar ingin lari sekarang. Kalian tetap akan bertemu, eo?”
Kyuhyun oppa
mendesah putus asa kemudian kembali bergabung pada kita. “lalu, siapa yang akan
membawakan kuenya?”
“kyuhyun
oppa!” sahutku cepat yang kemudian diiringi dengan jelaan nafas sungmin dan
donghae oppa.
“aish,
sinjja! Neo michiseo! Yak, Cho—“ aku dengan cepat meletakkan kue ditangan
kyuhyun oppa kemudian membukakan pintu.
“surpricse!!!
Saeng il chukka eonni!!!!!!!!!!!” jeritku sembari menepukkan tangan yang
diiringi oleh lagu happy birthday dari sungmin dan daonghae oppa.
2
hours ago~
“eonni~a!
tidak bisa kah kau berbuat lebih sopan pada super junior eo? Menjatuhkan barang
atribut suju, mengatakan mereka sangat buruk untuk diidolakan, merusak album
mr.simple pemberian hae oppaku. APALAGI YANG MAU KAU PERBUAT DENGAN KELUARGAKU
ITU, EONNI~A!” aku menjerit sejadi jadinya saat melihat Ha Gun eonni menduduki
almbum mr.simple yang sengaja aku letakkan diatas kasur.
“wae?”
mata Ha Gun eonni membulat menatap heran aku yang benar benar terlihat sangat
marah kali ini. dia mungkin sama sekali terpikir untuk aku menjadi marah
padanya. “aku hanya tidak sengaja mendudukinya. Lagipula salahmu juga
meletakkannya sembarangan, Je~a!”
“mwo?
Salahku? Yak, eonni. Dulu mungkin aku akan mentoleransikan kelakuan eonni yang
menginjak injak keluargaku. Kalau eonni memang tidak suka, tutup mulutmu! Tidak
usah mengoceh menjijikan tentang super junior.”
“wae,
wae, wae? Kenapa kau jadi menyambungkan dengan masalah ketidaksukaanku dengan
super junior eo?”
“karena
aku rasa eonni sudah terlewat batas!” hentakku kemudian berlari keluarkamar
tanpa menghiraukan Ha Gun eonni yang meneriakiku.
“yak!
Cho Jehee odiga?!!”
Sebenarnya
album itu bukan pemberian khusus dari donghae oppa. Tapi album cetakan gagal
yang diproduksi SM. Dan aku benar benar sengajamemancing pertengkaran kita.
Niatku bukan hanya memancing kemarahan eonni, tapi juga membuatnya untuk mulai
menghargai super junior.
“eonni,
datang ke hotel tempat semua oppaku menginap. Cukup hanya mengatakan pada
mereka ‘mianhae’ kemudian kau boleh pergi. Nanti aku yang akan menjelaskan pada
mereka. Jika eonni tidak benar benar akan datang pukul 4 sore, aku akan berheti
kuliah di UK dan kembali ke Seoul tinggaal bersama oppaku. Dan orang-orang yang
lebih menghormati keluargaku. Dengan tidak memaafkanmu sedikitpun, ara?”
Aku
mengirim pesan singkat itu kepada Ha Gun eonni. Kemudian berjalan menuju hotel
tempat sungmin, kyuhyun dan hae oppa menginap.
Suasana
hening kemudian. Kami hanya menyengir canggung melihat kyuhyun oppa yang tetap
berdiri kaku tanpa bergerak dengan kue ditangannya. Dan matanya yang terus
menatap Ha Gun eonni. Begitu pula Ha Gun eonni yang benar benar terlihat
tersedot dengan tatap kyuhyun oppa. Mereka saling beradu tatap dan terasa
menyisihkan kehadiran kita disini.
“oppa, apa
yang sebenarya mereka lihat?” bisikku pada hae oppa.
“hm.. takdir
hidup.”
“mwo odiga?”
“dimata
mereka”
“yak, oppa
jangan bergurau padaku. Cepat jelaskan apa yang sebenarnya mmereka lihat.”
Dengusku sambil menatap malas pada hae oppa.
“aku tidak
bergurau. nanti akan aku jelaskan. Seusai acaraa ini. sampai benar-benar kau
mengerti, eo?” aku hanya mengangguk saja kemudian kembali memperhatikan mereka
berdua.
“mianhae,”
kata itu mereka ucapkan bersamaan. Membuat
aku dan donghae oppa menganga. Sungmin oppa menepukkan kedua tangannya.
“woaaa”
sungmin oppa menatap takjub dengan wajah bodohnya. “ini bahkan pertemuan
pertama mereka tapi sudah mempunyai kata penyatu”
Dengan cepat
donghae oppa menyikut lengan sungmin oppa. “hilangkan ekspresi bodohmu. Itu
akan semakin menjatuhkan harga diri super junior dimatanya.”
“miaanhae,
kalau aku sempat mengiramu yeoja yang, ehm. Buruk.” Kyuhyun oppa berjar
terlebih dahulu setelahnya.
“lalu? Apa
sekarang aku terlihat seperti yeoja baik baik sampai kau meminta maaf padaku,
eo?” kyuhyun terdiam. Terus meatap kearah Ha Gun eonni.
“kalau aku
meminta maaf, karena kurasa. Enngg super junior.. tidak seburuk yang aku kira.”
“kesimpulan
darimana kau dapat?”
“pertama,
mengadakan surprise ulang tahun untukku.”
“itu jehee
yang mengusulkan.” Sahut kyuhyun cepat.
“kau membawa
kue untukku dengan wajah datar tapi.. terlihat sedikit tulus.”
“itu karena
terpaksa.” Sahut kyuhyun oppa lagi.
“yak, yak,
yak. Eonni, oppa. Berhenti berdebat. Sekarang kita lanjutkan saja acara ini
eo?”
***
Cho kyuhyun
pov
Aku berdiri
ditengah antara dongahe hyung dan sungmin hyung. Mempersipakan diri untuk
memberikan penampilan special untuk han ha gun. Yeoja yang benar benar luar
biasa. Aku sungguh tidak bisa membohongi ini. dia benat benar menarik
perhatianku, termasuk sorotan mataku. Seperti melihat sesuatu yang tidak ingin
aku leawtkan dari hidupku. Seakan itu adalah keajaiban hidupku yang hanya
padanya aku mendapatkan semua itu.
“je~a. ini
menggantikan ketidak hadiranmu konser kemarin, eo? Jadi perhatikan baik baik”
donghae hyung melirik manis adikku membuatku semakin curuga dengan hubungan
mereka belakangan ini yang semakin terlihat dekat.
Sekitar
sepuluh menit penampilan kami berlangsung. Menggabungkan lagu sorry-sorry,
mr.simple, bonamana, no other, miracle, dan superman menjadi satu. Tidak
terlalu buruk untuk respon dari Ha gun walau terdengar sedikit menjengkelkan.
“ehm,” Ha
gun berdehem ketika kita menyelesaikan penampilan. “not really bad. And I like
it.”
“wuaaa
eonni, jadi kau sekarang sudah tidak membenci super junior lagi? Lalu kau mulai
menyukai mereka? Siapa yang paling kau suka, eonni~a?”
Ha gun
berdiam sejenak membuatku sedikit merasa berharap kalau yang dia sukai itu aku.
Entah apa yang membuat aku yakin. Dia benar-benar takdir untukku.
“sungmin,
oppa?” jawabnya kemudian yang membuat sungmin hyung tersenyum senyum senang
sendiri. Dan aku merasa sedikit tersisih.
“itu yang
kau suka. Tapi yang kau inginkan?” sahutku kemudian.
“maksudmu?”
“siapa yang
kamu inginkan menjadi takdirmu.” Semua terpaku padaku dan saling menatap.
“mwo?”
“ehm, Han Ha
Gun-ssi, aku rasa kau memang takdir hidupku yang sudah aku nanti sampai umurku
menginjak 24 tahun ini. dan.. sekali kau masuk dalam takdiku, aku akan
memastikan kau tidak akan bisa lepas” entah apa yang membuatku mengharuskan
mengucapkan kalimat tak jelas ini padanya, “dalam ikatan takdirku.”
“kesimpulannya?”
Ha Gun berdiri menatap tantang aku.
“kau menjadi
milikku mulai sekarang, ara?”
“wuaaaa
kyuhyun~a! Apa kau gila? Aku saja yang sudah… ehm” donghae memperbaiki kalimatnya
saat menyadari kehadiran Jehee diruangan ini. “lama menunggu seorang yeoja
tidak kunjung menjadi milikku. Tapi kau.. dengan mudahnya?”
“ada protes,
eo?” aku mendekat pada ha gun dan menunggu jawaban darinya.
“ehm, mian,
aku..” Ha gun mengangguk. “tidak bisa menolak.” seperti ada tarikan dalam
mulutnya yag membuatnya mengucapkan kaimat persetujuan. yeah, itulah takdir.
***
Cho Jehee
poV
Ini benar
benar pertunjukkan luar biasa yang pernah aku lihat. Aku saja terjerumus dalam
rumitnya kisah cintaku. Merasakan sebuah arti kegalauan, dilema, ataupun hilang
arah. Tapi kyuhyun oppa dengan mudahnya memutuskan takdir hidupnya dan
menariknya dalam ikatan hidupnya.
Setelah itu
aku mulai berpikir baik-baik. Untuk memikirkan dengan benar menebak siapa
takdir hidupku. Mataku aku pejamkan kemudian menyandarkan tubuh pada balkon
kamar hotel yang ditempati para oppaku. Menikmati hembusan angin yang
menyejukkan pikiranku.
Niall,
sepertinya sama sekali tidak ada celah untuk aku berharap padanya. Sekalipun
dia menyukaiku, itu hanya mengganggu karirnya saja, menurutku. Aku sudah sempat
berbicara pada managernya. Dan sungguh aku sangat merasa menyesal dan memohon
maaf padanya. Hubungan kami kami selesaikan tadi pagi. Dan dia hanya tersenyum
dengan mengucapkan ‘I remember you, always in my heart’ dan ‘aku
pikir semua keputusanmu benar, dan aku mendukungmu dengan donghae hyung, eum..
99%’
Dan donghae
oppa? Sulit untukku menolaknya. Menolak semua jiwaku yang mulai terhuyung
kedalam pelukknya. Dan semakin merasakannya disaat dia berada didekatku.
Tiba tiba
pipku terasa memerah. Saat sentuhan ringan yang menyentuh pipi kananku.
Membuatku membuka mata dan menatap namja yang berdiri dengan tangan dibelakang
dan senyum terulas dibibirnya.
“oppa?”
ujarku dengan sedikit canggung.
“wae? Apa
niall akan marah padaku?” aku hanya menggelengkan kepalaku saja.
Diluar
dugaanku donghae oppa berlutut dengan setangkai mawar merah yang terjulur
padaku. Dia menatapku dengan senyuman yang membuatku semakin merasa gugup. “kau
ingin aku jelaskan tentang takdir hidup yang berada dimata kyuhyun oppa dan Ha
gun eonni mu kan?”
“sekarang
aku akan menjelaskan sejelas jelasnya padamu, Je~a’
“otte?”
hanya kata kata pendek yang bisa aku keluarkan saat ini. aku terlalau menjadi
gugup mendadak dibuatnya.
“aku, juga
mempunyai takdir hidup semua orang mempunyainya. Dan kau tahu siapa akdir
hidupku?”
“nugu?”
“yeoja yang
bernama Cho Jehee.” Mataku membulat. Tapi sebisa mungkin aku menahan ekspresi
wajahku.
“takdir
sebagai adik? Aish, kalau seper..”
“takdir
hidup, bukan adik.” Sahutnya cepat. “kau ditakdirkan hidup untuk bersamaku, kau
ditakdirkan hidup untuk menuntunku dalam sebuah perasaan cinta, kau ditakdirkan
untuk menjadi yeoja yang harus aku lindungi. Tapi semua itu tergantung pada
kau, mau menerimanya atau tidak.”
“saranghae
jehee~a,” lanjutnya. “mungkin aku terlalu bodoh untuk membiarkanmu dekat dengan
niall, mungkin aku terlalu bodoh untuk berfikiran kau akan selalu dalam
genggamku tanpa aku mengakui perasaanku dan mengikatmu dalam ikatan takdirku.
Dan mungkin aku terlalu bodoh, untuk….. terpikat dalam magnet takdirmu.”
Aku
berdehem, menahan jeritan bahagia yang ingin aku lontarkan tapi aku yakin itu
terlalu memalukan.
“so, would
you be my destiny ?” donghae oppa menegapkan tubuhnya ketika mengucapkan
kalimat itu dan masih dalam sikap berlututnya.
“ottokae?
Aku sebenarnya sama sekali tidak ingin mempunyai takdir sepertimu, oppa.”
Donghae oppa masih menatapku dengan senyuman walaupun terlihat sedikit bergetar.
“tidak ingin mempunyai takdir oppa sepertimu.”
“tapi takdir
hidup sepertimu. Seperti Lee Donghae.” Lanjutku sambil mengambil tangai bunga
yang terjulur padaku. Dan dengan ceparnya donghae oppa berdiri kemudian
menarikku dalam pelukkannya.
“kyeopta, kau
membuatku gugup setengah mati.” Kemudian hanya tawa kesil dan senyuman berulang
yang menggantikan jeritan atau bahkan lompatan yang ingin aku gambarkan.
“yak,yak,yak.
Lee donghae,” donghae oppa melepas pelukkannya kemudian membalikan badan kearah
sumber suara. “apa kau tidak meminta izinku dulu eo?”
“takdirku
itu cho jehee, bukan cho kyuhyun.” Desis donghae oppa yang mengundang tawa
kami, melihat ekspresi kyuhyun yang terdiam kaku.
END
otte?
benerkan apa yang gue bilang?-,- oiya guys, gue pengen kasih bocoran buat niat
bikin ff selanjutnya khusus tentang kasih sayang kyuhyun oppa sebagai kakak gue
;) jadi cuman ada gue, dan cho kyuhyun. yaa palingan ada ha gun sama donghaenya
juga sih, tapi focusnya ke situ. okedeh, thanks waktu uangnya, annyeong ;) gue
tunggu komennya yaahh