Judul :
“I Choose to Love You”
Main Cast : Sung HyunSun,
Byun BaekHyun, Lee HyukJae (Eunhyuk), D.O (EXO K) , Cho Kyuhyun, Cho Jehee, Kai
(EXO K)
Genre : Romace?
Gatau deh, menurut reader aja deh-_-v
Rating : Semua
Umur!! Dijamin, gak ada yadong – yadongnya.-.
Soundtrack/Songlist :
*note : disini, anggota SuJunya terkecuali EunHyuk. Anggep aja
EunHyuk seumuran sama Kai, BaekHyun yang masih SMA (kemudaan si EunHyuknya
yah?-_-) . Terus D.O itu penyanyi solo yang di idolain abis – abisan sama
HyunSun. Kyuhyun itu kakaknya Jehee. Sepupunya HyunSun.
Terkadang, hujan itu terkesan indah.
Dengan bau tanah yang membuat hidung membau
senang.
Dengan basahnya bumi seolah bersuci diri
Dan dengan air yang berjatuhan dengan irama
yang kompak
Serta kehadiran sebuah payung yang sangat
berarti
Menyisakan sebuah kenangan yang menjadi sebuah
permulaan
Antara kau. Dan aku.
5 November 2012
13 : 20
Seoul, South Korea
Author
PoV
Siang yang gelap.
Dengan lagit yang memudar. Menjadi campuran warna kelabu – hitam dan butiran
kecil air yang mulai berjatuhan. Membasahi seragam dan tasnya.
Matanya terus saja
terpaku pada sosok yang tengah sibuk dengan seragam yang basah. Berkali – kali
mengusap seragamnya dengan kasar dan terlihat kesal. Tali tasnya beberapa kali
merusut jatuh dari pundaknya akibat tangan yang selalu bergerak. Dan kakinya
yang menghentak kesal pada trotoar jalan.
Dia memakai seragam
yang sama dengannya. Menggunakan jaket yang sama pula dengannya. Jaket baseball
kelas. Yang kebetulan hari ini sepakat untuk mereka kenakan bersama satu kelas.
Untuk membedakan diri saat pertandingan antar kelas yang baru saja berlangsung
tadi pagi.
Seketika dirinya
melangkah tanpa berfikir. Merasakan sebuah gerakan refleks yang mendorong
tubuhnya tanpa kendali. Membuka payungnya kemudian mendekat kearah yeoja itu.
Memberikannya tumpangan kecil dibawah payungnya.
Yeoja tersebut hanya
menanggapi dengan senyuman singkatnya. Mengikuti langkahnya yang mulai melaju. Berjalan
beriringan. Seolah dalam diam mereka saling tahu. Dan seolah dalam diam mereka saling
mengerti. Kemana arah yang benar untuk sekedar berteduh. Bersama.
***
Lee HyukJae (Eunhyuk) PoV
Siang yang kelam. Cukup
untuk menyisakan sebuah kenangan kecil. Yang menyenangkan dan mungkin akan sulit
untuk aku hilangkan. Dari memori otakku yang mulai tersihir dengannya. Oleh semua
gerak geriknya. Dan semua ekspresi yang dikeluarkannya.
Pertandingan hari ini
yang diawali dengan pagi yang cerah. Dan diakhiri oleh siang yang menangis.
Tapi beruntungnya hujan hari ini tidak seirama dengan hatiku. Hujan yang menangis
deras, dan aku yang tersenyum puas.
Hari ini aku
mendapatkan tim yang sama dengannya. Mendapat kesempatan untuk bekerja sama
dengannya. Dalam perlombaan lari estafet. Tanganku yang tanpa sengaja
mengenggam tangannya. Dan lenganku yang sudah berhasil menjadi penopangnya
disaat dia merasa letih dan sulit berjalan.
Tangan ku julurkan pada
sisi tempat ku berteduh yang tak beratap. Sedikit menjulurkan tubuhku dan
mencoba untuk mendekat dengan air hujan yang sesekali terpecik kearahku. Dan
pikiranku melayang jauh. Kembali pada memori barusan yang berhasil membuatku
senang tak karuan. Dan semua hal yang bersangkutan dengannya.
Perkataan banyak orang
memang benar. Seorang pria yang tengah jatuh hati terlihat seperti orang gila.
Jauh dan bertolak belakang dengan sikap aslinya, terkadang. Seperti diriku yang
tanpa kusadari mulai berubah.
Dulu, sebelum aku
mengenalnya. Akan ada banyak wanita disekelilingku. Mereka yang selalu menjadi
bahan lelucon atau sebagai pengisi waktu luangku sekedarnya. Dan aku akan
memilih untuk menjadi namja yang banyak tingkah dan berulah. Walaupun aku masih
bisa meraup rangking sepuluh besar ditangan.
Tapi setelah aku mulai
mengenalnya dekat. Jauh lebih dekat dari sebelumnya. Sampai aku sulit
memisahkan jarak dengannya. Sejauh apapun itu. Aku tidak ingin jarakku
berkurang satu senti dengannya. Aku menjadi sangat jarang bergurau dengan
banyak yeoja. Mempermainkan beberapa dari mereka yang terpikat dengan
ketampananku seperti biasanya.
Sangat jarang sekali
bagiku untuk sekedar membalas senyuman setiap yeoja yang menyapaku. Hanya
sebuah tatapan datar tak beminatku yang menjadi jawaban. Dan aku, menjadi sosok
yang lebih suka untuk terdiam kala waktu senggang. Mencuri kesempatan untuk
sekedar menatapnya yang sedang bertingkah, bergerak, dan bahkan berkedip dan
hembusan napas yang selalu aku perhatikan. Setiap detik, dan waktu. Memastikan
bahwa dia baik – baik saja.
Author PoV
Matanya mengerjap
bekali kali. Berusaha untuk bertahan terbuka selama mungkin. Walaupun beban
matanya semakin terasa berat. Kecil kemungkinan untuknya bertahan sampai lima
belas menit lagi. Kondisinya cukup parah. Dan sosok dihadapannya hanya terus berujar
serius panjang dan lebar.
Pena ditangannya mulai
tejatuh bangun. Dan kertas selembar untuk catatannya mulai terlipat dan lecek
oleh tubuhnya yang menindih meja dan menjepit selembar kertas dihadapannya.
“Kau mendengarkanku?”
Kyuhyun mulai menyadari kondisi sepupunya yang berada diambang pintu nyawa.
Antara dunia mimpi dan nyata.
“eo?” dia menegakkan
tubuhnya. Sedikit tersentak dengan pertanyaan Kyuhyun yang cukup terdengar
menyeramkan. Nadanya yang penuh penekanan, dan matanya yang menatap intens
dirinya. “Tentu saja”
Kyuhyun meletakkan
penanya. Melipatkan kedua tangannya didepan dada. “Kalau begitu, ulangi”
“Apa?” alis tipisnya terangkat.
Membuat kacamata yang bertengger di hidungnya bergerak keatas.
“Ulangi apa yang tadi
sudah aku sampaikan, Sung-Hyun-Sun-ssi” ujar Kyuhyun dengan penuh penekanan
pada namanya.
HyunSun menyeringai
kecil. Menunjukkan ekspresinya yang berusaha menghindar dan mencairkan suasana.
“Oppa, kau kan tahu aku.. kurang begitu pintar, jadi mana mungkin aku bisa
mengulangi semua yang kau katakan panjang lebar dengan benar dan cepat. Aku
sendiri.. masih belum terlalu paham.”
Kyuhyun menghela
napasnya kasar. Mulai menatap marah sosok dihadapannya. “Belum mengerti katamu?
Hah, aku tahu kau bodoh, tapi sebodoh – bodohnya kau, kalau kau tidak
mengantuk, pasti akan mengerti setelah aku ajarkan hampir sepuluh kali lebih hanya
untuk satu rumus matematika!”
HyunSun bergidik,
menghadapi saudara sepupunya yang mulai meluapkan kekesalannya. Namja dihadapannya
memang mudah sekali meluapkan amarahnya. Sikapnya yang dingin dan.. aura yang
cukup menyeramkan. Akan membuatmu enggan untuk berdebat terlalu lama dengannya.
“Mianhae, Kyuhyun
oppa.”
“Maaf? Kau meminta maaf
padaku?” kyuhyun menegakkan tubuhnya kembali. “Apa yang sebenarnya kau lakukan
semalaman suntuk kemarin? Matamu terlihat lingkaran hitam? Jangan katakan
padaku kalau kau hanya membuang waktu mu untuk…”
“Oppa, kemarin adalah
acara variety show yang hanya akan disiarkan satu kali oleh TV. Dan tidak akan
diulang di Channel manapun. Jadi, mana mungkin aku melewatkan kehadiran D.O
oppa yang malam itu hadir dalam Variety Show?”
Kyuhyun menatap pasrah
yeoja yang duduk dihadapannya ini. “Apa kau membutuhkan D.O oppa mu itu untuk
menemanimu belajar? Untuk membantumu membuka mata beratmu itu, huh?”
Wajah HyunSun berubah
berseri. Matanya mengerjap penuh harap. Dan senyumnya terulas dibibirnya.
“Kau.. benar ingin memanggilkannya untukku? Oppa, sinjja gomawo~yeo. Kenapa kau
tidak menawarkannya dari kemarin? Aku yakin kau mengenalnya. Kalian kan satu
managemant,eo?”
Kyuhyun tersenyum
disudut bibirnya. “Tidak. Aku tidak akan memanggilkannya untukmu.”
Bibir Hyunsun
mengercut. Tubuhnya kembali lemas dan rasa kantuknya kembali datang.
“Tapi aku akan usahakan
menyuruhnya untuk membuat video singkat. Untuk menyemangatimu belajar,
mungkin?”
Mata HyunSun membulat.
“Kyaaaa!! Oppa, sejak kapan kau menjadi baik seperti ini?”
***
Lee HyukJae (EunHyuk)
PoV
Tingkahnya belakangan
ini semakin membuatku merasa tertarik untuk mengetahuinya. Dia datang pagi
dengan wajah yang terkadang terlihat mengantuk lelah, tapi di iringi dengan
senyuman senangnya.
Duduk dengan semangat
dan mulai berceloteh ria dengan teman sebangkunya. Tidak tahu apa yang mereka
perbincangkan. Tapi terlihat dari rautnya yang begitu ceria dan menyukai
kondisinya.
“HyukJae!” BaekHyun
menepuk pundakku. Menyadarkan lamunanku yang terarh padanya. “Kau.. tidak
sedang memperhatikannya, kan?” tanya BaekHyun dengan penuh selidik. Matanya
menatap curiga ke arahku.
“Nugundae?” tanya ku
balik, berusaha menutupinya.
“HyunSun. SungHyun. Kau
menyukainya?” Sindiran BaekHyun yang tepat sasaran itu terucap dengan cukup
lantang. Membuat beberapa orang disekitar kelas mendengarnya. Mereka mulai
menunjukkan ketertarikannya dan berniat untuk mengrubungiku.
Aku hanya bangkit dari
kursi kemudian menyelipkan tangan dalam saku celana. Berjalan keluar kelas tanpa
menghiraukan teman – teman yang terlihat penasaran denganku. Dan HyunSun yang
terlihat masih bingung dengan apa yang terjadi.
Sial, sebegitu bodohnya
kah aku? Sampai terlihat bahwa aku menyukainya?
***
Sung HyunSun PoV
Seminggu terakhirku
berlalu dengan hal – hal tak jelas yang terjadi di kelas. Semua teman sekelasku
sibuk membicarakan gossip antara aku dengan EunHyuk, namja yang sepertinya
menyukaiku. Entah benar atau tidak, tapi gossip yang ku dengar seperti itu.
Byun BaekHyun. Namja
kalem itu tiba – tiba menanyakan hal spontan yang membuat seisi kelas terkejut.
Aku memang merasakan sebuah kerisihan darinya. Matanya yang selalu saja
mengarah padaku. Dan tingkahnya yang begitu berubah drastic belakangan ini. aku
bahkan bisa dikatakan sebagai yeoja satu – satunya yang ditanggapi. Dari sekian
banyak yeoja yang biasanya menggelilinginya.
Dulu, aku masih sering
bergurau atau bertukar tawa. Bahkan sempat menjadi rekan kerja kelompok
dengannya. Tapi dengan sikap anehnya yang membuat beberapa teman sekelasku curiga,
aku menjadi sedikit menghindar darinya. Dan puncaknya adalah sekarang. Setelah
BaekHyun memergokinya yang sedang menatapku.
12 November 2012
Cho Jehee’s Bedroom
18:45PM
Seoul, South Korea
Aku melangkah masuk ke
kamar Jehee yang tidak terkunci itu. Dia hanya tersenyum menyapaku tanpa
beranjak dari posisinya. Duduk didepan layar monitor dengan sibukya.
“Kau sangat sibuk
sepertinya, maaf mengganggu.” Ujarku. Rumah kami berdekatan. Hanya berbatas
pintu kecil di halaman belakang. Yang biasa aku terobos dengan mudah untuk
bermain atau sekedar belajar dengan Kyuhyun oppa atau Jehee, sepupuku.
“Tidak terlalu. Aku
hanya sedang mengisi waktu luang saja. Menuliskan beberapa ide yang kurasa
sangat menumpuk diotakku.” Cengirnya yang kemudian membalikkan kursinya
kearahku. Cho Jehee sepupu yang seumuran denganku ini memang menyukai hal
apapun yang berbentuk tulisan. Kecuali satu. Tulisan yang tertera pada buku
pelajaran.
“Baguslah kalau begitu.
Ada yang ingin aku ceritakan.” Akupun merebahkan tubuh diatas kasurnya.
Mengambil salah satu bonekanya sebagai mainan saat aku bercerita nanti. Jehee
pun beranjak dari duduknya keudian mengambil posisi disampingku.
“Ceritakan saja, aku
pasti mendengarkannya.” Jehee mengikutiku dengan mengambil boneka domba
kesayangannya kemudian mendekapnya. “Siapa yang ingin kau ceritakan? D.O oppa?
Atau.. kau jangan – jangan sudah mulai menyukai DongHae oppa ku?”
“Bukan masalah K-pop
atau apapun itu yang bersangkutan dengan D.O oppa.” Potongku.
“Lalu? tentang apa?”
kening Jehee mengerut. Menatapku dengan wajah penasarannya.
“Namja. Na namja”
***
Author PoV
13 November 2012
At Senior High School
10 : 10 AM
Seoul, South Korea
Tangannya
tersimpan dalam saku. Senyumnya terbuang pada sosok dihadapannya. Dan pundaknya
bersandar pada dinding lorong sekolah yang sepi.
“Saeing il Chukkae, Hyu~a”
ujarnya. Tangannya pun meraih tangan yeoja dihadapannya untuk menyisipkan
sebuah bungkus kecil yang berpita. Hadiah ulang tahun.
“Gomawo~yeo” Yeoja itu
tersenyum singkat kemudian menundukkan kepalanya. Menyembunyikan rona pipinya
dan meminimalkan ekspresi konyol yang mungkin saja dia keluarkan disaat yang
tidak tepat. “Boleh aku buka sekarang?”
Namja itu menggeleng.
Menjulurkan tangannya kearah kepala yeoja tersebut kemudian mengacak rambutnya
pelan. “Nanti saja, saat kau sampai dirumah.”
***
Suasana kelas begitu
ricuh. Baru saja HyunSun melangkahkan kaki memasuki ruang kelas, semua mata
seketika mengarah padanya. Dengan ekspresi gembira dan hebohnya.
HyunSun menatap aneh
tingkah teman – temannya. Arah matanyapun mengarah pada Jehee. Dia hanya
terdiam, menggigit bibir bawahnya. Yang menunjukkan kepanikkannya yang sangat
amat. Membuat HyunSun semakin dibingungkan.
Jehee berlari kecil
kearah HyunSun. Menemani HyunSun yang semula hanya beridiri sendiri didepan
kelas. Jehee sebenarnya berbeda kelas dengan HyunSun. Hanya karena
kepanikkannya, dia membranikan diri untuk menghampiri kelas HyunSun setelah
berita menghebohkan dari kelas HyunSun sampai pada telinganya.
“Apa yang sebenarnya
terjadi?” bisik HyunSun sambil menyikut lengan Jehee.
“Lihat saja apa yang
akan terjadi nanti.” Jehee mengalungkan lengannya pada lengan HyunSun.
Entah bagaimana HyunSun
merasakan firasat buruk ketika EunHyuk
mulai melangkah ke arahnya. Dengan kedua tangan yang tersimpan dibelakang.
Jantungnya terus saja terpacu cepat. Entah karena rasa penasarannya atau dampak
dari kegrogiannya untuk firasat buruknya.
“HyunSun~a” seketika
kelas menjadi hening. Ketika EunHyuk mulai menyebut namaku. “Maaf kalau aku
mengejutkanmu. Hanya saja..” kalimatnya terpantung.
“Sudah cepat, katakana
saja, HyukJae!” celetuk salah seoarang penghuni kelas yang menjadi penonton.
“Eng.. ini untuk mu.” EunHyuk
menyodorkan sebuah boneka beruang kecil berwarna merah muda pada HyunSun yang
masih terpantung bingung. “Saeng Il Chukkae”
HyunSun hanya
menerimanya sambil tersenyum kecil, “Gomawo”
“Yak, cepat katakan
jangan bertele – tele, EunHyuk~a” protes salah seorang lagi.
“Kau.. aku.. ehm, lama
aku menatap dan.. memperhatikanmu. Mengganti kebiasaan burukku dengan kebiasaan
baru yang bodoh. Hanya sekedar menatap dan memperhatikanmu itu.. bisa membuatku
sangat puas setiap harinya.”
“lalu?” HyunSun
menaikkan alisnya merasa bingung.
“Kau mau tidak
menjadi.. yeoja chinguku?”
***
Sung HyunSun PoV
DAARRR!!!
Sebuah kejutan kecil yang
mengejutkanku saat melangkah masuk ke kamarku. Baiklah, setidaknya aku mendapatkan
dua kejutan setelah membuka pintu hari ini. darinya dan.. dari keluargaku yang
bertingkah cukup ke kanak – kanakan.
Menghias kamarku penuh
dengan balon warna – warni. Menempelkan kertas crap pada dindingku. Dan
menggantungkan tulisan “Happy Birthday” pada langit – langit kamarku.
Aku menghela napasku
yang sempat terhenti akibat kejutan yang memang ku akui benar – benar
mengejutkanku. Aku melangkah masuk kedalam rumah sambil tersenyum sekedarnya.
Mendudukkan tubuhku pada sofa kamarku.
Kakak perempuanku duduk
disamping sambil membawa kue ulang tahun dengan senyum yang menyindirnya,
memohon ditanggapi. Sedang eomma masih heboh dengan berceloteh ria memberiku
sebuah ucapan selamat dan beberapa penuturann tentang kejutannya.
Disudut ruang kamar,
ada tiga namja yang duduk dengan tenang didepan layar monitor komputerku. Kedua
adik laki – lakiku dan Cho Kyuhyun. Aku rasa Kyuhyun telah menghipnotis kedua
adikku untuk jatuh cinta pada game. Dan membiarkan kedua wanita dihadapanku
menjadi heboh sendiri.
“Gomawo eomma, eonni.”
Jawabku sambil tersenyum dan menerima beberapa jepretan kamera yang mulai
mengarah padaku. Mustahil untuk seoarang seperti eommaku melewatkan masa
seperti ini tanpa berfoto.
“Kau kenapa? Sepertinya
tidak begitu menyukai kejutan kali ini?” HyoSup eonni, kakak perempuanku
menyadari raut wajah ku yang kurang begitu tulus.
“Tidak apa – apa. Hanya
ada sedikit masalah tadi saat disekolah.” Jawabku.
Drrt.. (1 New Massage)
Mataku melirik sekilas
kearah ponsel yang kubiarkan disamping tempat aku duduk. Melihat nama yang
tercantum. Dan hanya melengos malas.
Drrtt.. (2 New Massage)
Aku kembali melirik
kearah ponselku. Menatapnya sedikit lama dan mendapatkan ponselku yang kembali
menerima pesan.
Drrtt.. (3 New Massage)
“Nugundae?” HyoSup
eonni melirik kearahku curiga. “Sepertinya kau tidak begitu berniat untuk
membukanya?” tangannya mulai mengarah untuk mengambil ponselku. Tapi dengan
cepat aku mencegahnya dan mengambil ponselku lebih dulu.
“Siapa yang bilang
tidak berniat untuk membuka? Akan ku buka.” Jawabku. Kemudian memulai untuk
membuka pesan yang masuk.
*From : EunHyuk
Jebalyeo
HyunSun~a, aku benar – benar butuh bantuanmu. Bagaimana kalau mereka nanti
menertawakanku? Menganggapku namja yang memalukan? Hanya satu cara untuk
membantuku. Kau. Menjadi yeoja chinguku.
*From : EunHyuk
Tidak
usah menjadi yeoja chingu asli. Hanya berlagak kalau kau menerimaku. Bagaimana?
*From : EunHyuk
Aku
sangat memohon padamu, Sung HyunSun~a. dua minggu. Bagaimana?
Aku menghela napas
sejenak. Menegakkan kepalaku yang telah usai menunduk untuk membaca pesan yang
masuk. “Naega ottokae?” keluhku.
“Ada apa memangnya?”
tanya eomma yang mulai merasakan ketidak nyamanan ku sekarang.
Drrtt.. (1 New Message)
Aku mengumpat kesal dan
kembali membuka pesan masuk.
Kau
sedang sibuk? Apa kau belum membaca pesanku? Jebalyeo, aku butuh jawaban
cepatmu
Drrtt.. ( 1 New
Message)
Belum sempat aku
mengetik untuk membalasnya, pesan berikutnya kembali masuk.
Sung
HyunSun~aaaaaa, ku mohon, balas pesankuuuu. Hanya dua minggu setelah itu kita
tidak ada hubungan apapun. Bagaimana?
“Siapa itu?” Eomma
masih merasa penasaran dengan pengirim pesanku. Aku hanya menatap pasrah
kemudian menyerahkan ponselku padanya. Bercerita singkat padanya daan meminta
sedikit sarannya.
Drrt.. (1 New Message)
Kau
masih memikirkannya atau bagaimana? Ayolahhh bantu aku kali ini. menembakmu
didepan kelas sungguh memlukan kalau sampai teman teman tahu kau menolaknya.
“Wow,” HyoSup Eonnie
mentap tak percaya kearahku. “Dia namja yang cukup keren untuk menembakmu
didepan kelas. Tapi.. cukup memalukan untuk tidak menerima kenyataan kalau dia
ditolak olehmu. Bahkan dia tidak tahu harus menaruh mukanya dimana untuk esok
hari.”
“Lalu? aku harus
bagaimana?” pundakku aku sandarkan pada dinding sofa kemudian merosotkan tubuh
dan meniup poniku sembari menghela napas.
“Terima saja,” Eomma
ikut ambil pendapat. “Kasian sekali kalau sampai dia dipermalukan oleh teman –
teman satu kelasmu. Lagipula itu cara tersingkatnya untuk menghentikannya menerormu
dengan pesan singkat berturutnya.”
Mataku membulat,
“Menerimanya? Lalu? aku menjadi yeoja chingunya, seperti itu?”
“Ya, memangnya kenapa?
Kau kan juga sudah SMA, jadi mungkin eomma memperbolehkannya untuk kau
berpacaran. Hanya asalkan masih dalam kendali.”
“Aku tahu. Tapi..”
“Jangan katakan kalau
kau sebenarnya sudah mempunyai namja chingu, HyunSun~aaa?” HyoSup eonni menatapku dengan penuh selidik.
“Diam kau!”
Drrtt.. (1 New message
)
Kau
belum tidurkan? Ayolah, hanya dua mingku untuk kau berlagak seolah menjadi
yeoja chinguku, otte? Besok aku akan mengulang untuk menyatakan perasaan pada..
akun twitter mungkin? Biar mereka tahu kalau kau dan aku sepertinya berpacaran.
***
15 November 2012
12 : 14 PM
Seoul, South Korea
Author
PoV
Namja itu terdiam.
Menatap yeoja yang menjadi lawan bicaranya dalam diam. Membisu setelah kata – kata
yang cukup membuatnya terdiam terlontarkan.
“Maaf,” yeoja itu
kembali berujar dengan wajah bersalahnya. “Aku hanya bisa menurutinya untuk
saat ini. Mungkin kalau kau yang ada pada posisinya, kau akan seperti itu.”
“Tidak” namja itu
angkat bicara. “Aku tidak pernah akan mau untuk memaksakan yeoja yang kucintai
menjadi milikku secara terpaksa, situasi, dan alasan lainnya. Kecuali satu
alasan. Dia benar – benar mencintaiku juga.”
Yeoja dihadapannya
terdiam. Sempat menunduk untuk merenungkan perkataan namja tersebut. Dia
terpojok dengan fakta yang benar – benar menyulitkannya. Namja yang dia sukai
sedang berdiri dihadapannya. Cukup tidak menyukai keputusannya untuk menerima
seorang namja yang berada dalam kegentingan yang memintanya untuk membantu
menjadi yeoja chingunya sementara.
“Ini semua keputusanmu,
jadi terserah kau saja.” Namja itu menghela napas pelan, “Tapi kau ingat
perkataanku. Aku akan menjaga jarak padamu selama kalian dalam ikatan. Dan aku,
tidak akan mengusik kalian berdua. Sama sekali, dan tidak akan”
***
TBC
ini FF sebenernya pengen di jadiin oneshoot. tapi aku pikir - pikir kayaknya bakal panjang deh._. jadinya dua part yaah. oiya, ini terinspirasi dari cerita HyunSun loh~~ *lirik HyunSun :D
ditunggu komennya :)
1 komentar:
absent dulu. ditunggu next partnya.
Posting Komentar