Kamis, 21 Juni 2012

Part End #5 You are the best oppa


            ~You are the best oppa~
Semua berakhir disini,
Dengan akhir yang indah,
Karena sebuah rasa kasih sayang yang besar,
Dari seorang kakak laki-laki ku,
Cho Kyuhyun oppa, gomawo.
Dan seorang kakak laki-laki ku,
yang siap menemani hariku dimasa mendatang,
Lee Donghae oppa, Gomawo.

Cho Jehee PoV
Kepalaku terangguk, senyum singkat terulas dalam bibirku, dalam hati ingin sekali aku menjerit bagaia karenanya. “berita yang sangat baik, kyuhyun oppa”
Segera ingin rasanya aku meloncat turun dari ranjang yang telah mengekangku dua bulan ini, dan berlari mencari keberadaan donghae oppa. Karena memang yang aku harapkan ini, dapat berjalan kembali dan mencarinya. Bahkan aku sempat berharap untuk bisa berjalan walau hanya lima langkah kalau setelahnya aku dapat menggapai donghae oppa kembali.
“perlahan, Je~a. kakimu masih terlalu kaku untuk digerakan.”
Aku berhenti sejenak, mengalihkan pandangan kearah sudut pintu yang ternyata sudah terbuka. Sosok tegap berdiri dengan tangan yang bersedekap didepan dada, menatapku dengan senyum manisnya.
Mataku membulat, dan jantungku terasa mencolos. Nafasku tercekat, nmaun pandangan mataku terus mentap focus dirinya. Doaku seakan terkabulkan dengan baik. Terima kasih,tuhan. Jeritku dalam hati.
Dia ada dihadapanku sekranag. Setelah melangkah beberapa langkah mendekat. Wajah yang sangat kurindukan itu kini berseri mentapku. “gwenchana?” suara lembutnya kini terdengar lebih jelas oleh telingaku.
Aku tersenyum kemudian mengangguk dengan penuh semangat. Menyambar pelukannya dengan kilat saat dia mengulurkan kedua tangannya. “bogoshipo, hae oppa!” gumamku.
“nado bogoshipo, Je~a”
                                                                 ***
“oppa, selama ini kau kemana saja, huh?” sungutku saat kami duduk di kursi taman rumah sakit, setelah memutuskan untuk istirahat sejenak dari latihan berjalanku.
“bukannya kepulanganku lebih penting daripada alasanku menghilang?”
Aku hanya mengercutkan bibirku, dan menatapnya kesal. Berharap dia menceritakannya semua padaku. “baiklah, aku akan ceritakan kemana aku pergi.”
“aku masih ada di Jeju, waktu itu. Saat kau memutuskan untuk pulang kembali ke Seoul bersama Ha Gun, Kyuhyun dan Jinho.”
Aku mengernyit, “lalu, kenapa waktu itu kau tidak ikut bersama kami dan menemui kami saat aku dan kyuhyun oppa kerepotan mencarimu? Kau jahat!” sungutku sambil kemudian menykut lengannya.
“aku tidak jahat. Hari itu aku memang tidak bisa pulang dengan kalian. Appamu, menyadraku selama tiga hari”
“mwo? Sinjja? Apa appa sebenarnya masih merasa dendam pada kita?” mataku membulat dan menahan rasa sesak didada yang nyaris timbul kembali.
“tidak, sama sekali tidak” jawabnya cepat.
“lalu?”
“dia menyandraku, karena dia ingin menjadikanku sebagai pendamping hidupmu yang terbaik. Bagimu dan baginya.” Donghae oppa member jeda setelahnya. “dia menceritakan semua tentang masa kecilmu, mengajariku bagaimana cara mengahadapimu sewaktu waktu jika kau marah, menangis, ataupun senang.”
“dia juga mengajariku tentang banyak hal dalam hidup. Walaupun dia duluu sempat menghancurkan hidupmu, Je~a” mata doghae oppa beralih padaku yang sedikit tertegun dengan perkataannya. “dia melakukan semua ini dalam kendali emosi bawah sadarnya. Yang muncul ketika eomma mu membentakknya, dan mencaci makinya sebagai laki laki tak bertanggung jawab dan tak punya hati.”
“malam sebelum kepergian eommamu, appamu pulang dengan keadaan mabuk dan dengan seorang yeoja yang menuntunnya. Dia mengatakan bahwa appamu adalah temannya, bukan siapa siapa. Tapi eomma mu sedang dalam kondisi lelah dan marah karena kondisi ekonomi keluarga yang memburuk, membuat eommamu berpikir yang tidak tidak. Dan Appamu nyaris membunuh eomma mu waktu itu, sebenarnya. Sewaktu dalam kondisi mabuk dan mereka bertengkar hebat. Eommamu terus mengungkit masalah ketidak becusan appamu dalam mengatur keluarga sehingga keuangan keluarga memburuk”
“aku sempat merasa tersentuh dengan sangat, saat appamu menyebutkan satu kalimat yang tulus dari dalam hatinya. Dan ini benar benar penyesalannya padamu.” Donghae oppa mendesah kemudian melanjutkan kalimatnya. “dia berkata ‘aku sejujurnya sangat merasa teriris saat melihat Jehee menangis karena pelampiasan amarahku, aku sangat merasa bersalah ketika melihat Jehee memanggil manggil eommanya yang sudah pergi karenaku sambil terisak. Aku sangat marah pada diriku sebenarnya, saat tidak bisa menjadikan Jehee anak yang sangat bahagia didunia ini seperti halnya orang tua lain. Sungguh, kalau aku tak diliputi rasa amarah pada diriku dan rasa Maluku pada Jehee, demi tuhan aku akan berlutut dan meminta maaf padanya’ dan saat mengatakan semua itu, air matanya terlihat mulai berjatuhan dari pelupuk matanya”
                                                   ***
Han Ha Gun POV
“YAK! CHO KYUHYUN! Apa kau gila, huh?”
Umpatku sembari mengikuti langkahnya yang semakin terasa seperti terseret olehnya.
“aku bukan kambing! Berhenti menggiringku.” Tangannya masih menggengam tanganku, yang kemudian meregang beberapa saat setelah protesku, lebih kedalam genggaman lembutnya. Dan aku tersedak dengan itu, butuh waktu dua menit untuk mengendalikan diriku.
“kau mau membawaku kemana?masih jauh? Mataku sudah terasa tegang. Kau mengikatnya terlalu kencang, cho kyuhyun!” umpatku terus sambil mengikuti arah tangannya yang menggiringku dengan sedikit memaksa.
Seketika dia meghentikan langkahnya, yang membuatku nyaris menubruknya. “bisa kau tahan sebentar ocehanmu sebelum kita sampai?”
Aku hanya mengangguk pelan, masih sedikit terhenyak dengan gerakan seketikanya tadi. Sial, aku kali ini sulit membaca jalan pikirnya. Dia.. terlalu merusak sitem kerja otakku-_-
Selang sepuluh menit kemudian, setelah kakiku terasa pegal yang amat sangat dan nafasku yang terengah, kyuhyun menghentikan langkahnya kemudian melepaskan ikatan kain hitam yang sedaritadi menutup mataku.
“kita sudah sampai” ujarnya singkat.
Mataku melihat sekelilingku yang terasa asing. Alang-alang setinggi lutuku berayun tertiup angin sore yang menyejukkan dimusim panas. Hamparan itu terliat luas dan kosong disekelilingku. Matahari terlihat mulai tenggelam dilangit yang berwarna orange. Udara disini sangat bagus, dan aku sangat menyukai tempat ini dengan sekejap.
“untuk apa kau membawaku kesini?” tanyaku pada kyuhyun yang berdiri dihadapanku.
“untuk battle game” sahutnya cepat.
Mataku membulat,menatap syok kyuhyun yang bersedekap santai dihadapanku. “apa kau masih waras, cho kyuhyun-ssi?” ujarku dengan penekanan disetiap katanya.
“kita akan bermalam disini, dan aku sudah menyiapkan semuanya.” Tangan kyuhyun terulur menunjukkan suatu hal dibelakangku, membuatku mengalihakan perhatianku pada arah yang ditujukan kyuhyun.
Dua tenda berhadap hadapan berdiri disana. Dengan tikar bambu yang mengalaskan jarak dari tenda satu ke tenda dua. Kayu bakar sudah siap dengan minyak tanah disampingnya. Berbagai persediaan makanan juga tersedia dalam tas ransel yang sengaja dibuka kyuhyun untuk menunjukkan padaku.
“ha gun~a!” kali ini aku benar benar membulatkan mataku. Jehee keluar dari tenda merah sambil melambaikan pspku yang aku tidak tahu bagaimana caranya dia mendapatkan pspku. Lalu donghae juga menampakkan diri dari tenda biru sambil tersenyum simpul padaku.
Aku membalikkan badan pada kyuhyun kembali, dan dia tersenyum puas penuh kemenangan. “apa kau berniat ingin pulang? Silahkan, asal kau tahu jalan pulangnya” ujarnya santai. “aku juga sudah menghubungi ibu mu. Bahkan appamu untuk hal ini. dan mereka mengizinkannya. Dengan sangat”
“sial, kau terlalu canggih untuk kali ini.” umpatku
                                                                 ***
Aku berkali kali menjerit frustasi, menghadapi kecangihan kyuhyun dalam mengalahkanku.
“kau curang!” ujarku tidak terima saat kyuhyun menatap lekat mataku ketika nyaris saja aku berhasil mengalahkannya. Tatapannya sangat sangat mengacaukan konsentrasiku.
“tidak, aku sama sekali tidak curang” ujarnya dingin kemudian kembali serius dengan gamenya. “memangnya kenapa? Tatapanku mengganggu konsentrasimu, eh?”
Mataku membulat dan mulutku terkunci seribu bahasa sekarang. Sial, dia bisa membaca pikiranku. “eo? Aniya.. anni!”
“yak! Kyuhyun oppa, Ha gun-ssi!”
Jehee tiba tiba keluar dari tenda kemudian datang dengan hentakan yang diikuti kedua tangannya yang terlipat didean dada dengan senyuman cemberutnya.
“eomma pulang hari ini oppa.” Desahnya “dan kau lupa untuk menjemputnya, bodoh!”
Kyuhyun hanya berdecak, menghiraukan pembicaraan dengan kembali focus pada PSPnya.
“YAK!” Jehee akhirnya mengambil keputusan terakhir, menjitak keras kening kyuhyun yang direspon datar oleh kyuhyun.
“mwoya?”
“appa sedaritadi menelefonku,oppa. Dia menyuruh kita untuk segera pulang. Dan kau tahu? Kita sama sekali gak diizinin untuk menginap. Malam ini.” Jehee mendesah, “dan aku serius menyampaikannya, kyuhyun oppa.”
“jadi, cepat bergegas untuk pulang, dan jangan tangisi malam specialmu kali ini, ara?”
“ck, sial. Eomma kelewat sadis untuk malam ini”
                                                                         ***
Author PoV
“eomma wae?”
Kyuhyun merbahkan tubuhnya diatas sofa empuk berkulit asli di ruang tamunya. Setelah tiba sekitar satu menit dari mengantarkan pulang Ha Gun. Semua rencananya gagal total untuk melamarnya mala mini.
Kyuhyun bisa saja menolak semua berkataan orang, perintah atau larangan yang membuatnya terusik. Dengan cara baik atau cara kasar. Tapi untuk hal menolak semua perintah dari yeoja paruh baya dirumahnya yang entah kenapa sulit sekali untuk mengelaknya. Sulit untuk menolak emosinya yang terlalu patuh untuknya. Walaupun terkadang di iringi dengan dengusan atau bahkan umpatan saat menurutinya.
“kamu yang kenapa kyu~a”
“ne?” kyuhyun mengernyit. Mencoba mengerti arti perkataan eommanya.
“kenapa kau tidak membawanya pulang kerumah melam ini dan mengenalkannya pada eomma, hm?”
Kyuhyun berdecak sembari tertawa kecil disudut bibirnya. Kemudian membenarkan posisi duduknya menghadap kearah yeoja paruh baya yang telah melahirkannya. “jadi?”
“jadi, eomma ingin kau membawanya kerumah, kyyu~a. kenalkan pada eomma kemudian kau harus melamarnya didepan eomma.” Eomma kyuhyun menambah keseriusan pembicaraannya. “eomma ingin kau sungguh sungguh dalam perkataanmu dalam melamarnya. Karena eomma yakin, dia bukan yeoja biasa yang bisa menarik hati mu seperti ini, eo?”
“mwoya? Eomma…”
“wae? Kau malu? Atau, kau belum siap untuk ditolak oleh yeoja pilihanmu dihadapan eomma?”
“aniya eomma, bukan itu.” Kyuhyun mendesah setelahhnya. “belum tentu dia akan siap dengan semua ini eomma”
“kenapa harus dia yang siap? Harusnya itu kau, kyu~a” eomma kyuhyun menatap tegas anaknya. Dia tidak ingin semua ini berjalan hanya sekedar kepuasan kyuhyun dalam memilih yeoja. Dia ingin, semua dilakukan kyuhyun dengan baik dan tepat. Karena dia yakin, yeoja pilihan kyuhyun, walaupun belum ada sebelumnya, pastilah yeoja istimewa baginya.
“eomma,” kyuhyun akhirnya mulai mngeluarkan kegelisahannya. “aku siap, sangat. Tapi yang sangat aku takutkan satu hal. Takdir.”
“kau mengerti yang dimaksudkan dengan takdir, kyu~a?”
Kyuhyun mengangguk. Sangat yakin. “dia takdirku, aku yakin itu. Tapi,” kyuhyun menghela nafas keputus asaannya. “apa aku adalah takdirnya?”
“aku, dulu atau mungkin sampai sekarang adalah orang yang paling dibenci dan di hindarinya. Tidak akan ada satu hari tanpa perkelahian walaupun hanya perdebatan. Dan aku, mungkin hanya aku. Hanya aku yang menunggunya eomma, hanya aku yang selalu khawatir tentangnya, yang selalu memerhatikan segala bentuk perkembangan hidupnya, hanya aku mengerti semua kondisinya.” Kyuhyun menatap pasrah eommanya, “hanya aku, bukan dia yang mengerti bagaimana aku. Mungkin.”
“bodoh,” eomma kyuhyun menatap mata anaknya lekat sembari mengusapkan tangan pada rambut kyuhyun. “memang itu tugasmu, kyu~a. melindungi dan memerhatikan malaikat kecilmu tumbuh dengan bahagia”
                                                                ***

Han Ha Gun PoV
Mataku mengerjap, menatap jam weker kamar. Masih pukul enam pagi, dan semua entah kenapa begitu terang dan menyilaukan mataku. Lampu kamar menyala tepat dilangit lagit atas mataku. Membuatku merasa tersilaukan dan membuka mata.
“EOM..ma…..”           teriakanku terhenti, saat mataku sudah bisa melihat normal sekeliling kamarku. Sinar matahari sama sekali belum masuk tentu saja. Yang menyinariku ada sekitar lima buah lampion kecil disetiap sudut kamarku dengan gorden yang berwarna menyala. Lampu kamarku beruabh menjadi tiga buah diatasku.
Mulutku menggigit heran ujung selimut yang membalut ditubuhku. “ige mwoya?” dan langkahku mulai berjalan menuruni kasur. Semua benda terasa begitu indah dengan aksesoris yang melengkapinya. Dan tanganku terhenti disurat kecil yang tertera di meja keciku.
morning my little angel, bagaimana tidurmu? Maaf kalau aku menganggu tidurmu dengan semua ini. tapi ini khusus aku persiapkan untukmu. Ikuti semua perintah yang ada di papan kecil disamping meja belajarmu. Dan aka nada sebuah kejutan untukmu J
-Your destiny-
Mataku mengerjap berusaha menjernihkan pikiranku untuk mengira ngira siapa pengirim suart kecil ini. tapi rasa penasaranku kembali menutupi dengan mengalihkan pada papan kecil yang bertuliskan beberapa aturan yang harus aku lakukan.
Tubuhku seakan terhipnotis oleh semua ini. sungguh, ini adalah game terindah yang pernah aku lakukan dengan secara nyata. Dan keren! Semua bisa aku lakukan dengan perasaan berdebar dan rasa penasaran yang mengebu. Menanti kejutan apa yang ada setelahnya.

Sekitar lima belas menit kemudian semua perintah yang tertera sudah aku lakuan. Termasuk menggunakan dress biru safir tak sampai selutut dan dandanan layaknya putri kecil. Serta high heels biru yang membuatku jatuh hati pada pandangan pertama.


 




Aku memang tidak menyukai semua hal yang feminism. Tapi sungguh guys, kalau kalian melihatnya. Ini tidak semenjijikan dengan make up tebal dan pakaian terlalu berlebihan. Simple, dan aku suka semua ini. dan semakin membuatku penasaran siapa yang melakukan semua ini.
Langkahku kembali melaju. Mengikuti arah yang ditujukan, menuruni tangga. Anehnya, aku tidak menemui satupun anggota keluargaku. Entah mereka enyah kemana. Dan seisi rumah dihiasi oleh pernak pernik indah yang tentunya mengerlipkan mata.
Sampai langkahku didepan halaman rumah. Sebuah mobil sedan hitam dengan seorang supir berjas hitam dan berdalaman kemeja putih mempersilahkan aku masuk. Aku hanya sedikit linglung melihat semua itu. Dan seperti yang aku katakana tadi. Seperti ada magnet yang menarik hatiku tanpa ada perasaan heran atau khawatir. Semua aku lakuakn dengan begitu menurutnya.
Mataku terus mengamati sepanjang perjalanan. Melihat arah jalan ini tertuju. Dan semua ini mustahil aku kenali. Jalan yang sama sekali belum pernah aku lalui. Terlebiih saat tiba di gerbang besar. Dengan pemandangan kehijauan yang tersuguh indah.
-five minutes laters-
Cho Kyuhyun’s House, South Korea
Author PoV
Kyuhyun berdiri setenang mungkin. Berusaha tidak terlihat bodoh dihadapan eommanya. Karena berpikir gugup saja sudah membuatnya merasa bodoh. Sekali seumur hidup dia merakan keresahan yang amat sangat. Kegugupan yang seakan menjadi jembatan pilihan antara hidup, dan mati.
“kau sudah pastikan dia akan datangkan, kyuhyun~a?” eomma duduk rapih dengan dress biru safir yang sengaja kyuhyun sama kan dengan warna dress yang dibelikan special untuk gadis yang sedang sangat dinantikan kehadirannya sekarang.
“pasti eomma” jawab kyuhyun sambil melirik ponselnya ang sedari tadi belum juga ada kabar. Donghae dan Jehee yang membantunya dalam melaksanakan pembawaan dia kesini. Bukan kyuhyun tidak bisa, tapi mereka yang memaksa.
Drrttt… drrtt..
kyuhyun~a! siapkan dirimu saja. Ara?”
“kau sudah yakin dia akan datang?”
eo, dengan seluruh keluarganya,” ada sebuah tawa kecil terdengar dari sambungan telepon kyuhyun.
“yak! Lee donghae, cho Jehee! Neo michiseo? Apa maksudmu?” kyuhyun mengerjap. Menahan umpatannya segera saat suara ketukan pintu muali terdengar. Sial,apa yang dilakukan Donghae? Dengun kyuhyun dalam hati.
                                                                        ***


 satu jam yang lalu. Sekitar lima puluh tujuh menit yang lalu tepatnya, cicin itu mempersatukan sebuah ikatan akdir hidup. Sepasang takdir yang sudah menemukan titik temu dalam menyatakan kebenaran takdir mereka.
“yak, cho kyuhyun! Ppaliwaaaaaa” Hagun menghentakkan pintu mobil kyuhyun kesal. Kyuhyun sama sekali tidak bergerak untuk mengantarkannya dan ibunya pulang. “I just want to see you longer, a little”
“YAK! Berhenti menggombaliku dengan kata kata manismu, cho kyuhyun-ssi. Kau tahu? Itu menjijikan” eomma ha gun hanya menatap mereka dengan gelengan kecilnya. Terkesan seperti biasa melihat tingkah mereka yang memang sering dilakukan.
Ini hari baik bagi Ha gun. Sangat melebihi baik. Hari dimana dia merasakan kebahagiaannya yang sangat selain ketika mendapatkan kaset game terbarunya. Bahkan bisa dikatakan melebihi itu.
 “would you marry me?” kyuhyun berlutut. Tepat disaat kedua ibu mereka duduk tenang diantara keberadaan mereka.
Dua detik kemudian kyuhyun berdiri kembali. Membuat semua mata tertuju padanya. Kyuhyun memasukkan kembali kotak sepasang cincin yang tadi dijulurkannya untuk Ha Gun. Dia kemudian berjalan menuju salah satu sudut ruangan sembari menyeret Ha Gun.
“aku tahu ini memalukan. Dan ini karenamu, Han. Ha. Gun.” Kyuhyuun sedikit menghentakkan tubuh Ha Gun dan membuat posisi mereka berhadap dengan kyuhyun yang sedikit terkesan menubruknya.
“wae?,” Ha Gun mengankat sebelah alisnya. “kau aneh” dengusnya tanpa merasakan sedikit keganjalan pada perkataan awal kyuhyun sebelum menyeretnya.
“ehmm..” Kyuhyun menegapkan tubuhnya. “han ha gun-ssi. Kali ini aku ingin berbicara serius denganmu, sungguh. Dan kali ini ku mohon untuk tidak kau anggap sebagai lelucon, ara?”
Ha Gun hanya mengangguk singkat. Dan sedikit mengerjap ketika kyuhyun sedikit memajukan tubuhnya dan matanya yang terlalu menyorot wajahnya.
“kau ingat malam sebelum keberangkatanmu dari korea dan saat itu Jehee untuk pertama kalinya memperkenakanmu padaku, eo? Kupikir kau hanya teman konyol Jehee yang mempunyai sifat manja nan menyebalkan sama sepertinya. Walaupun aku tau, Jehee tidak sebegitu menyebalkannya dibandingkan teman temannya yang biasa dibawanya kerumah lalu diperkenalkan denganku dan.. kau tau apa yang mereka lalukan? Menjerit, menatap kagum berlebih yang membuatku ingin muntah. Dan nyaris membuatku mengusir mereka semua dari rumah kalau kalau Jehee membawa mereka kembali dihadapanku.”
“tapi sepertinya. Untuk pertama kalinya seorang Cho kyuhyun salah memperkirakan suatu hal. Cho kyuhyun yang mempunyai image sebagai namja jenius di Negara ini. kau tentu sudah sempat melihat seisi rumah ini dan aku yakin sekarang kau tahu jawabannya siapa yang membuat semua perabot rumah semewah dan secanggih ini, ha gun~a. dan mungkin ini akan dijadikan berita hebat jika wartawan mengetahuinya. Seorang Cho Kyuhyun. Salah memperkirakan satu hal. Itu akan keren mungkin, walaupun sedikit memalukan.”
“entah apa yang membuatku kehilangan focusku malam itu. Saat tanganmu menggenggam tanganku sambil sedikit membungkuk memperkenalkan diri. Malam itu adalah untuk pertama kalinya aku kehilangan focusku dengan lawan bicaraku. Dan aku pikir aku mengidap penyakit berbahaya atau apa. Karena kau tahu, Han Ha gun? Jantungku berdetak nyaris seperti sebuah dentuman gong yang terus menerus dibunyikan hingga menghasilkan getaran kuat.”
“semenjak itu, aku mulai menayankan semua tentangmu yang aku bisa pada Jehee. Berusaha terlihat sebisa mungkin aku suka padamu saat aku menanyakan itu. Dan kau tahu? Untuk pertama kalinya lagi. Aku. Cho Kyuhyun. Bertingkah seperti orang bodoh. Yang terus menunggumu dengan seyakin yakinnya kembalinya kau ke korea. Yang terus menerus mencari perkembangan tentangmu. Bagaimana kondisimu, bagaimana kesehatanmu, dan bagaimana.. hatimu. Aku terus sembari berharap takkan ada namja yang menyambarmu dengan mudah tanpa berhadapan denganku. Karena entah apa yang membuatku semakin yakin kalau kau.. Han Ha Gun. Adalah takdirku.”
“eo, Cho Kyuhyun. Bisa tidak kau tidak usah mengucapkan kalimat yang begitu panjang? Langsung katakana pada inti maksudmu, ara?” Ha Gun bersedekap dan mulai menatap kembali namja yang berdiri dihadapannya. Dia sejujurnya menyimpan perasaan yang melonjak bahagia. Dan dia tidak ingin kyuhyun semakin mengatakan kalimat panjang yang mebuat hatinya ingin meledak dan jantungnya lepas segera mungkin karena jarak mereka yang terlalu dekat.
“aish, aku lupa untuk menambahkan kata “tidak ada protes” dalam peraturanku tadi” kyuhyun menyelipkan tangannya dalam saku. Merogoh kotak cincin itu kembali.
“mian, kalau yang tadi itu bukan gaya Cho Kyuhyun. Dan ini baru gayaku,” kyuhyun mendesah. Mengesampingkan perasaan gugupnya yang tidak pernah hilang saat berhadapan dengan yeoja dihadapannya. “aku, ChoKyuhyun. Kau mengenalku kan? Bagaimana menurutmu jika kau mengetahuinya. Kalau kau, Han Ha Gun. Adalah takdir hidup Cho kyuhyun, eo? Dan satu lagi, aku harap tidak akan ada penolakkan saat aku mengucapkan kalimat selanjutnya”
Kali iini kyuhyun tidak berlutut. Melainkan menarik tubuh Ha Gun mendekat dengan tangannya yang menarik lingkar pinggang Ha Gun, “Would you marry me?”
“I hate you, Cho kyuhyun-ssi. don’t you know that” Ha Gun tiba tiba memundurkan dirinya. Kyuhyun jelas tersentak, dengan jantung yang seakan berhenti untuk berdetak. Semua mata masih tertuju pada mereka. Eomma Ha Gun terlihat sedikit lebih tenang. Karena dia yakin dengan jawaban anaknya nanti.
“I really hate you.” Ha Gun kembali melanjutkan kalimatnya, “hate when you act as you please. hate you when you saw a very cold and stubborn. But,”
Kyuhyun masih dalam keadaannya. Berusaha menantikan sebuah akhir manis dari kejadian hari ini, walau sekarang terlihat mustahi. Yang ditakutkannya bukan wartawan yang akan menjadikan ini sebagai berita panasnya. Tapi, takdir hidup yang lepas dan tidak akan kembali.
“and you know, what makes me really hate you, Cho kyuhyun?” kyuhyun tidak bergeming. Dalam keadaan kakunya, dan Ha Gun mulai bisa mengatur suasana ruang keluarga rumah keluarga Cho. “because of the stupid things I do. fall in the destiny of your life and have absolutely no desire to rise. because it makes me feel wanted and want to always be near you. as there are substances that make me addicted to love.”
“so, your answer? I really want a substance that was me, of course.”
“yeah,  I want to get married with….. cho Kyuhyun.”
                                                                        END
Yipiiiiiiii~ fadilla, otte? Maksa yaa? Maaffff , maklum aja karena otaknya abis di konsletin sama soal soal UAS #plakk ini aja ffnya telat bingit._.v sekali lagi maaf ya. Ohya, buat readers lainnya yang mungkin ada yang baca selain temen temen deket aku *ngarep* ataupun temen deket aku juga deh yang diem diem baca. Atau sekedar lewat. Tinggalin komen dong, rame ramein. Ntar kalo udah agak ramean mau aku bikin games. Ntar ada hadiahnya deh. *kapanramenyacoba? :/
Okedeh, sekian ff you are the best oppa nyaa. Makasih buat yang udah baca. Kalo ada yang belum baca part2 sebelumnya baca ajaa. Ada kok dibagian bawah bawahnya ;) gomawo, and annyeong ;)


2 komentar:

Anonim mengatakan...

KYAAAAA.. Kyu oppa romantis banget sumpah..!! Aku jdi senyum2 sendiri.. Thank You So Much for Making a special fan ficton for me

Thank You My Dearest Friend

Cho jehee mengatakan...

siapa dulu dong yang bikin~ hehe. urwell chingu ;)