~You
are the best oppa~
Semua
berakhir disini,
Dengan
akhir yang indah,
Karena
sebuah rasa kasih sayang yang besar,
Dari
seorang kakak laki-laki ku,
Cho
Kyuhyun oppa, gomawo.
Dan
seorang kakak laki-laki ku,
yang
siap menemani hariku dimasa mendatang,
Lee
Donghae oppa, Gomawo.
Cho Jehee PoV
Kepalaku terangguk,
senyum singkat terulas dalam bibirku, dalam hati ingin sekali aku menjerit
bagaia karenanya. “berita yang sangat baik, kyuhyun oppa”
Segera ingin rasanya
aku meloncat turun dari ranjang yang telah mengekangku dua bulan ini, dan
berlari mencari keberadaan donghae oppa. Karena memang yang aku harapkan ini,
dapat berjalan kembali dan mencarinya. Bahkan aku sempat berharap untuk bisa
berjalan walau hanya lima langkah kalau setelahnya aku dapat menggapai donghae
oppa kembali.
“perlahan, Je~a. kakimu
masih terlalu kaku untuk digerakan.”
Aku berhenti sejenak, mengalihkan
pandangan kearah sudut pintu yang ternyata sudah terbuka. Sosok tegap berdiri
dengan tangan yang bersedekap didepan dada, menatapku dengan senyum manisnya.
Mataku membulat, dan
jantungku terasa mencolos. Nafasku tercekat, nmaun pandangan mataku terus
mentap focus dirinya. Doaku seakan terkabulkan dengan baik. Terima kasih,tuhan.
Jeritku dalam hati.
Dia ada dihadapanku
sekranag. Setelah melangkah beberapa langkah mendekat. Wajah yang sangat
kurindukan itu kini berseri mentapku. “gwenchana?” suara lembutnya kini
terdengar lebih jelas oleh telingaku.
Aku tersenyum kemudian
mengangguk dengan penuh semangat. Menyambar pelukannya dengan kilat saat dia
mengulurkan kedua tangannya. “bogoshipo, hae oppa!” gumamku.
“nado bogoshipo, Je~a”
***
“oppa, selama ini kau
kemana saja, huh?” sungutku saat kami duduk di kursi taman rumah sakit, setelah
memutuskan untuk istirahat sejenak dari latihan berjalanku.
“bukannya kepulanganku
lebih penting daripada alasanku menghilang?”
Aku hanya mengercutkan
bibirku, dan menatapnya kesal. Berharap dia menceritakannya semua padaku.
“baiklah, aku akan ceritakan kemana aku pergi.”
“aku masih ada di Jeju,
waktu itu. Saat kau memutuskan untuk pulang kembali ke Seoul bersama Ha Gun,
Kyuhyun dan Jinho.”
Aku mengernyit, “lalu,
kenapa waktu itu kau tidak ikut bersama kami dan menemui kami saat aku dan
kyuhyun oppa kerepotan mencarimu? Kau jahat!” sungutku sambil kemudian menykut
lengannya.
“aku tidak jahat. Hari
itu aku memang tidak bisa pulang dengan kalian. Appamu, menyadraku selama tiga
hari”
“mwo? Sinjja? Apa appa
sebenarnya masih merasa dendam pada kita?” mataku membulat dan menahan rasa
sesak didada yang nyaris timbul kembali.
“tidak, sama sekali
tidak” jawabnya cepat.
“lalu?”
“dia menyandraku,
karena dia ingin menjadikanku sebagai pendamping hidupmu yang terbaik. Bagimu
dan baginya.” Donghae oppa member jeda setelahnya. “dia menceritakan semua
tentang masa kecilmu, mengajariku bagaimana cara mengahadapimu sewaktu waktu
jika kau marah, menangis, ataupun senang.”
“dia juga mengajariku
tentang banyak hal dalam hidup. Walaupun dia duluu sempat menghancurkan
hidupmu, Je~a” mata doghae oppa beralih padaku yang sedikit tertegun dengan
perkataannya. “dia melakukan semua ini dalam kendali emosi bawah sadarnya. Yang
muncul ketika eomma mu membentakknya, dan mencaci makinya sebagai laki laki tak
bertanggung jawab dan tak punya hati.”
“malam sebelum
kepergian eommamu, appamu pulang dengan keadaan mabuk dan dengan seorang yeoja
yang menuntunnya. Dia mengatakan bahwa appamu adalah temannya, bukan siapa
siapa. Tapi eomma mu sedang dalam kondisi lelah dan marah karena kondisi
ekonomi keluarga yang memburuk, membuat eommamu berpikir yang tidak tidak. Dan
Appamu nyaris membunuh eomma mu waktu itu, sebenarnya. Sewaktu dalam kondisi
mabuk dan mereka bertengkar hebat. Eommamu terus mengungkit masalah ketidak
becusan appamu dalam mengatur keluarga sehingga keuangan keluarga memburuk”
“aku sempat merasa
tersentuh dengan sangat, saat appamu menyebutkan satu kalimat yang tulus dari dalam
hatinya. Dan ini benar benar penyesalannya padamu.” Donghae oppa mendesah
kemudian melanjutkan kalimatnya. “dia berkata ‘aku sejujurnya sangat merasa
teriris saat melihat Jehee menangis karena pelampiasan amarahku, aku sangat
merasa bersalah ketika melihat Jehee memanggil manggil eommanya yang sudah
pergi karenaku sambil terisak. Aku sangat marah pada diriku sebenarnya, saat
tidak bisa menjadikan Jehee anak yang sangat bahagia didunia ini seperti halnya
orang tua lain. Sungguh, kalau aku tak diliputi rasa amarah pada diriku dan
rasa Maluku pada Jehee, demi tuhan aku akan berlutut dan meminta maaf padanya’
dan saat mengatakan semua itu, air matanya terlihat mulai berjatuhan dari
pelupuk matanya”
***
Han Ha Gun POV
“YAK! CHO KYUHYUN! Apa
kau gila, huh?”
Umpatku sembari
mengikuti langkahnya yang semakin terasa seperti terseret olehnya.
“aku bukan kambing!
Berhenti menggiringku.” Tangannya masih menggengam tanganku, yang kemudian
meregang beberapa saat setelah protesku, lebih kedalam genggaman lembutnya. Dan
aku tersedak dengan itu, butuh waktu dua menit untuk mengendalikan diriku.
“kau mau membawaku
kemana?masih jauh? Mataku sudah terasa tegang. Kau mengikatnya terlalu kencang,
cho kyuhyun!” umpatku terus sambil mengikuti arah tangannya yang menggiringku
dengan sedikit memaksa.
Seketika dia
meghentikan langkahnya, yang membuatku nyaris menubruknya. “bisa kau tahan
sebentar ocehanmu sebelum kita sampai?”
Aku hanya mengangguk
pelan, masih sedikit terhenyak dengan gerakan seketikanya tadi. Sial, aku kali
ini sulit membaca jalan pikirnya. Dia.. terlalu merusak sitem kerja otakku-_-
Selang sepuluh menit
kemudian, setelah kakiku terasa pegal yang amat sangat dan nafasku yang
terengah, kyuhyun menghentikan langkahnya kemudian melepaskan ikatan kain hitam
yang sedaritadi menutup mataku.
“kita sudah sampai”
ujarnya singkat.
Mataku melihat
sekelilingku yang terasa asing. Alang-alang setinggi lutuku berayun tertiup
angin sore yang menyejukkan dimusim panas. Hamparan itu terliat luas dan kosong
disekelilingku. Matahari terlihat mulai tenggelam dilangit yang berwarna
orange. Udara disini sangat bagus, dan aku sangat menyukai tempat ini dengan
sekejap.
“untuk apa kau
membawaku kesini?” tanyaku pada kyuhyun yang berdiri dihadapanku.
“untuk battle game”
sahutnya cepat.
Mataku membulat,menatap
syok kyuhyun yang bersedekap santai dihadapanku. “apa kau masih waras, cho
kyuhyun-ssi?” ujarku dengan penekanan disetiap katanya.
“kita akan bermalam
disini, dan aku sudah menyiapkan semuanya.” Tangan kyuhyun terulur menunjukkan
suatu hal dibelakangku, membuatku mengalihakan perhatianku pada arah yang
ditujukan kyuhyun.
Dua tenda berhadap
hadapan berdiri disana. Dengan tikar bambu yang mengalaskan jarak dari tenda
satu ke tenda dua. Kayu bakar sudah siap dengan minyak tanah disampingnya.
Berbagai persediaan makanan juga tersedia dalam tas ransel yang sengaja dibuka
kyuhyun untuk menunjukkan padaku.
“ha gun~a!” kali ini
aku benar benar membulatkan mataku. Jehee keluar dari tenda merah sambil
melambaikan pspku yang aku tidak tahu bagaimana caranya dia mendapatkan pspku.
Lalu donghae juga menampakkan diri dari tenda biru sambil tersenyum simpul
padaku.
Aku membalikkan badan
pada kyuhyun kembali, dan dia tersenyum puas penuh kemenangan. “apa kau berniat
ingin pulang? Silahkan, asal kau tahu jalan pulangnya” ujarnya santai. “aku
juga sudah menghubungi ibu mu. Bahkan appamu untuk hal ini. dan mereka
mengizinkannya. Dengan sangat”
“sial, kau terlalu
canggih untuk kali ini.” umpatku
***
Aku berkali kali
menjerit frustasi, menghadapi kecangihan kyuhyun dalam mengalahkanku.
“kau curang!” ujarku
tidak terima saat kyuhyun menatap lekat mataku ketika nyaris saja aku berhasil
mengalahkannya. Tatapannya sangat sangat mengacaukan konsentrasiku.
“tidak, aku sama sekali
tidak curang” ujarnya dingin kemudian kembali serius dengan gamenya. “memangnya
kenapa? Tatapanku mengganggu konsentrasimu, eh?”
Mataku membulat dan
mulutku terkunci seribu bahasa sekarang. Sial, dia bisa membaca pikiranku. “eo?
Aniya.. anni!”
“yak! Kyuhyun oppa, Ha
gun-ssi!”
Jehee tiba tiba keluar
dari tenda kemudian datang dengan hentakan yang diikuti kedua tangannya yang
terlipat didean dada dengan senyuman cemberutnya.
“eomma pulang hari ini
oppa.” Desahnya “dan kau lupa untuk menjemputnya, bodoh!”
Kyuhyun hanya berdecak,
menghiraukan pembicaraan dengan kembali focus pada PSPnya.
“YAK!” Jehee akhirnya
mengambil keputusan terakhir, menjitak keras kening kyuhyun yang direspon datar
oleh kyuhyun.
“mwoya?”
“appa sedaritadi
menelefonku,oppa. Dia menyuruh kita untuk segera pulang. Dan kau tahu? Kita
sama sekali gak diizinin untuk menginap. Malam ini.” Jehee mendesah, “dan aku
serius menyampaikannya, kyuhyun oppa.”
“jadi, cepat bergegas
untuk pulang, dan jangan tangisi malam specialmu kali ini, ara?”
“ck, sial. Eomma
kelewat sadis untuk malam ini”
***
Author PoV
“eomma wae?”
Kyuhyun merbahkan
tubuhnya diatas sofa empuk berkulit asli di ruang tamunya. Setelah tiba sekitar
satu menit dari mengantarkan pulang Ha Gun. Semua rencananya gagal total untuk
melamarnya mala mini.
Kyuhyun bisa saja
menolak semua berkataan orang, perintah atau larangan yang membuatnya terusik.
Dengan cara baik atau cara kasar. Tapi untuk hal menolak semua perintah dari
yeoja paruh baya dirumahnya yang entah kenapa sulit sekali untuk mengelaknya.
Sulit untuk menolak emosinya yang terlalu patuh untuknya. Walaupun terkadang di
iringi dengan dengusan atau bahkan umpatan saat menurutinya.
“kamu yang kenapa
kyu~a”
“ne?” kyuhyun
mengernyit. Mencoba mengerti arti perkataan eommanya.
“kenapa kau tidak
membawanya pulang kerumah melam ini dan mengenalkannya pada eomma, hm?”
Kyuhyun berdecak
sembari tertawa kecil disudut bibirnya. Kemudian membenarkan posisi duduknya
menghadap kearah yeoja paruh baya yang telah melahirkannya. “jadi?”
“jadi, eomma ingin kau
membawanya kerumah, kyyu~a. kenalkan pada eomma kemudian kau harus melamarnya
didepan eomma.” Eomma kyuhyun menambah keseriusan pembicaraannya. “eomma ingin
kau sungguh sungguh dalam perkataanmu dalam melamarnya. Karena eomma yakin, dia
bukan yeoja biasa yang bisa menarik hati mu seperti ini, eo?”
“mwoya? Eomma…”
“wae? Kau malu? Atau,
kau belum siap untuk ditolak oleh yeoja pilihanmu dihadapan eomma?”
“aniya eomma, bukan
itu.” Kyuhyun mendesah setelahhnya. “belum tentu dia akan siap dengan semua ini
eomma”
“kenapa harus dia yang
siap? Harusnya itu kau, kyu~a” eomma kyuhyun menatap tegas anaknya. Dia tidak
ingin semua ini berjalan hanya sekedar kepuasan kyuhyun dalam memilih yeoja.
Dia ingin, semua dilakukan kyuhyun dengan baik dan tepat. Karena dia yakin,
yeoja pilihan kyuhyun, walaupun belum ada sebelumnya, pastilah yeoja istimewa
baginya.
“eomma,” kyuhyun akhirnya
mulai mngeluarkan kegelisahannya. “aku siap, sangat. Tapi yang sangat aku
takutkan satu hal. Takdir.”
“kau mengerti yang
dimaksudkan dengan takdir, kyu~a?”
Kyuhyun mengangguk.
Sangat yakin. “dia takdirku, aku yakin itu. Tapi,” kyuhyun menghela nafas keputus
asaannya. “apa aku adalah takdirnya?”
“aku, dulu atau mungkin
sampai sekarang adalah orang yang paling dibenci dan di hindarinya. Tidak akan
ada satu hari tanpa perkelahian walaupun hanya perdebatan. Dan aku, mungkin
hanya aku. Hanya aku yang menunggunya eomma, hanya aku yang selalu khawatir
tentangnya, yang selalu memerhatikan segala bentuk perkembangan hidupnya, hanya
aku mengerti semua kondisinya.” Kyuhyun menatap pasrah eommanya, “hanya aku,
bukan dia yang mengerti bagaimana aku. Mungkin.”
“bodoh,” eomma kyuhyun
menatap mata anaknya lekat sembari mengusapkan tangan pada rambut kyuhyun.
“memang itu tugasmu, kyu~a. melindungi dan memerhatikan malaikat kecilmu tumbuh
dengan bahagia”
***
Han
Ha Gun PoV
Mataku mengerjap, menatap jam weker kamar. Masih
pukul enam pagi, dan semua entah kenapa begitu terang dan menyilaukan mataku.
Lampu kamar menyala tepat dilangit lagit atas mataku. Membuatku merasa
tersilaukan dan membuka mata.
“EOM..ma…..” teriakanku
terhenti, saat mataku sudah bisa melihat normal sekeliling kamarku. Sinar
matahari sama sekali belum masuk tentu saja. Yang menyinariku ada sekitar lima
buah lampion kecil disetiap sudut kamarku dengan gorden yang berwarna menyala.
Lampu kamarku beruabh menjadi tiga buah diatasku.
Mulutku menggigit heran ujung selimut yang membalut
ditubuhku. “ige mwoya?” dan langkahku mulai berjalan menuruni kasur. Semua
benda terasa begitu indah dengan aksesoris yang melengkapinya. Dan tanganku
terhenti disurat kecil yang tertera di meja keciku.
morning my little angel, bagaimana tidurmu? Maaf kalau aku
menganggu tidurmu dengan semua ini. tapi ini khusus aku persiapkan untukmu.
Ikuti semua perintah yang ada di papan kecil disamping meja belajarmu. Dan aka
nada sebuah kejutan untukmu J
-Your destiny-
Mataku mengerjap berusaha menjernihkan pikiranku
untuk mengira ngira siapa pengirim suart kecil ini. tapi rasa penasaranku
kembali menutupi dengan mengalihkan pada papan kecil yang bertuliskan beberapa
aturan yang harus aku lakukan.
Tubuhku seakan terhipnotis oleh semua ini. sungguh,
ini adalah game terindah yang pernah aku lakukan dengan secara nyata. Dan
keren! Semua bisa aku lakukan dengan perasaan berdebar dan rasa penasaran yang
mengebu. Menanti kejutan apa yang ada setelahnya.
Aku memang tidak menyukai semua hal yang feminism.
Tapi sungguh guys, kalau kalian melihatnya. Ini tidak semenjijikan dengan make
up tebal dan pakaian terlalu berlebihan. Simple, dan aku suka semua ini. dan semakin
membuatku penasaran siapa yang melakukan semua ini.
Langkahku kembali melaju. Mengikuti arah yang
ditujukan, menuruni tangga. Anehnya, aku tidak menemui satupun anggota
keluargaku. Entah mereka enyah kemana. Dan seisi rumah dihiasi oleh pernak
pernik indah yang tentunya mengerlipkan mata.
Sampai langkahku didepan halaman rumah. Sebuah mobil
sedan hitam dengan seorang supir berjas hitam dan berdalaman kemeja putih
mempersilahkan aku masuk. Aku hanya sedikit linglung melihat semua itu. Dan
seperti yang aku katakana tadi. Seperti ada magnet yang menarik hatiku tanpa
ada perasaan heran atau khawatir. Semua aku lakuakn dengan begitu menurutnya.
Mataku terus mengamati sepanjang perjalanan. Melihat
arah jalan ini tertuju. Dan semua ini mustahil aku kenali. Jalan yang sama
sekali belum pernah aku lalui. Terlebiih saat tiba di gerbang besar. Dengan
pemandangan kehijauan yang tersuguh indah.
-five minutes laters-
Cho Kyuhyun’s House, South Korea
Author
PoV
Kyuhyun berdiri setenang mungkin. Berusaha tidak
terlihat bodoh dihadapan eommanya. Karena berpikir gugup saja sudah membuatnya
merasa bodoh. Sekali seumur hidup dia merakan keresahan yang amat sangat.
Kegugupan yang seakan menjadi jembatan pilihan antara hidup, dan mati.
“kau sudah pastikan dia akan datangkan, kyuhyun~a?”
eomma duduk rapih dengan dress biru safir yang sengaja kyuhyun sama kan dengan
warna dress yang dibelikan special untuk gadis yang sedang sangat dinantikan
kehadirannya sekarang.
“pasti eomma” jawab kyuhyun sambil melirik ponselnya
ang sedari tadi belum juga ada kabar. Donghae dan Jehee yang membantunya dalam
melaksanakan pembawaan dia kesini. Bukan kyuhyun tidak bisa, tapi mereka yang
memaksa.
Drrttt… drrtt..
“kyuhyun~a!
siapkan dirimu saja. Ara?”
“kau sudah yakin dia akan datang?”
“eo, dengan
seluruh keluarganya,” ada sebuah tawa kecil terdengar dari sambungan
telepon kyuhyun.
“yak! Lee donghae, cho Jehee! Neo michiseo? Apa
maksudmu?” kyuhyun mengerjap. Menahan
umpatannya segera saat suara ketukan pintu muali terdengar. Sial,apa yang dilakukan Donghae? Dengun
kyuhyun dalam hati.
***
“yak, cho kyuhyun! Ppaliwaaaaaa” Hagun menghentakkan
pintu mobil kyuhyun kesal. Kyuhyun sama sekali tidak bergerak untuk
mengantarkannya dan ibunya pulang. “I just want to see you longer, a little”
“YAK! Berhenti menggombaliku dengan kata kata
manismu, cho kyuhyun-ssi. Kau tahu? Itu menjijikan” eomma ha gun hanya menatap mereka
dengan gelengan kecilnya. Terkesan seperti biasa melihat tingkah mereka yang
memang sering dilakukan.
Ini hari baik bagi Ha gun. Sangat melebihi baik.
Hari dimana dia merasakan kebahagiaannya yang sangat selain ketika mendapatkan
kaset game terbarunya. Bahkan bisa dikatakan melebihi itu.
“would you marry me?”
kyuhyun berlutut. Tepat disaat kedua ibu mereka duduk tenang diantara
keberadaan mereka.
Dua detik kemudian kyuhyun berdiri kembali. Membuat semua mata
tertuju padanya. Kyuhyun memasukkan kembali kotak sepasang cincin yang tadi
dijulurkannya untuk Ha Gun. Dia kemudian berjalan menuju salah satu sudut
ruangan sembari menyeret Ha Gun.
“aku tahu ini memalukan. Dan ini karenamu, Han. Ha. Gun.” Kyuhyuun
sedikit menghentakkan tubuh Ha Gun dan membuat posisi mereka berhadap dengan
kyuhyun yang sedikit terkesan menubruknya.
“wae?,” Ha Gun mengankat sebelah alisnya. “kau aneh” dengusnya
tanpa merasakan sedikit keganjalan pada perkataan awal kyuhyun sebelum
menyeretnya.
“ehmm..” Kyuhyun menegapkan tubuhnya. “han ha gun-ssi. Kali ini
aku ingin berbicara serius denganmu, sungguh. Dan kali ini ku mohon untuk tidak
kau anggap sebagai lelucon, ara?”
Ha Gun hanya mengangguk singkat. Dan sedikit mengerjap ketika
kyuhyun sedikit memajukan tubuhnya dan matanya yang terlalu menyorot wajahnya.
“kau ingat malam sebelum keberangkatanmu dari korea dan saat itu
Jehee untuk pertama kalinya memperkenakanmu padaku, eo? Kupikir kau hanya teman
konyol Jehee yang mempunyai sifat manja nan menyebalkan sama sepertinya. Walaupun
aku tau, Jehee tidak sebegitu menyebalkannya dibandingkan teman temannya yang
biasa dibawanya kerumah lalu diperkenalkan denganku dan.. kau tau apa yang
mereka lalukan? Menjerit, menatap kagum berlebih yang membuatku ingin muntah. Dan
nyaris membuatku mengusir mereka semua dari rumah kalau kalau Jehee membawa
mereka kembali dihadapanku.”
“tapi sepertinya. Untuk pertama kalinya seorang Cho kyuhyun
salah memperkirakan suatu hal. Cho kyuhyun yang mempunyai image sebagai namja
jenius di Negara ini. kau tentu sudah sempat melihat seisi rumah ini dan aku
yakin sekarang kau tahu jawabannya siapa yang membuat semua perabot rumah
semewah dan secanggih ini, ha gun~a. dan mungkin ini akan dijadikan berita
hebat jika wartawan mengetahuinya. Seorang Cho Kyuhyun. Salah memperkirakan
satu hal. Itu akan keren mungkin, walaupun sedikit memalukan.”
“entah apa yang membuatku kehilangan focusku malam itu. Saat tanganmu
menggenggam tanganku sambil sedikit membungkuk memperkenalkan diri. Malam itu
adalah untuk pertama kalinya aku kehilangan focusku dengan lawan bicaraku. Dan aku
pikir aku mengidap penyakit berbahaya atau apa. Karena kau tahu, Han Ha gun? Jantungku
berdetak nyaris seperti sebuah dentuman gong yang terus menerus dibunyikan
hingga menghasilkan getaran kuat.”
“semenjak itu, aku mulai menayankan semua tentangmu yang aku
bisa pada Jehee. Berusaha terlihat sebisa mungkin aku suka padamu saat aku
menanyakan itu. Dan kau tahu? Untuk pertama kalinya lagi. Aku. Cho Kyuhyun. Bertingkah
seperti orang bodoh. Yang terus menunggumu dengan seyakin yakinnya kembalinya
kau ke korea. Yang terus menerus mencari perkembangan tentangmu. Bagaimana
kondisimu, bagaimana kesehatanmu, dan bagaimana.. hatimu. Aku terus sembari
berharap takkan ada namja yang menyambarmu dengan mudah tanpa berhadapan
denganku. Karena entah apa yang membuatku semakin yakin kalau kau.. Han Ha Gun.
Adalah takdirku.”
“eo, Cho Kyuhyun. Bisa tidak kau tidak usah mengucapkan kalimat
yang begitu panjang? Langsung katakana pada inti maksudmu, ara?” Ha Gun
bersedekap dan mulai menatap kembali namja yang berdiri dihadapannya. Dia sejujurnya
menyimpan perasaan yang melonjak bahagia. Dan dia tidak ingin kyuhyun semakin
mengatakan kalimat panjang yang mebuat hatinya ingin meledak dan jantungnya
lepas segera mungkin karena jarak mereka yang terlalu dekat.
“aish, aku lupa untuk menambahkan kata “tidak ada protes” dalam
peraturanku tadi” kyuhyun menyelipkan tangannya dalam saku. Merogoh kotak
cincin itu kembali.
“mian, kalau yang tadi itu bukan gaya Cho Kyuhyun. Dan ini baru
gayaku,” kyuhyun mendesah. Mengesampingkan perasaan gugupnya yang tidak pernah
hilang saat berhadapan dengan yeoja dihadapannya. “aku, ChoKyuhyun. Kau mengenalku
kan? Bagaimana menurutmu jika kau mengetahuinya. Kalau kau, Han Ha Gun. Adalah takdir
hidup Cho kyuhyun, eo? Dan satu lagi, aku harap tidak akan ada penolakkan saat
aku mengucapkan kalimat selanjutnya”
Kali iini kyuhyun tidak berlutut. Melainkan menarik tubuh Ha Gun
mendekat dengan tangannya yang menarik lingkar pinggang Ha Gun, “Would you
marry me?”
“I hate you, Cho kyuhyun-ssi. don’t you know that” Ha Gun tiba
tiba memundurkan dirinya. Kyuhyun jelas tersentak, dengan jantung yang seakan
berhenti untuk berdetak. Semua mata masih tertuju pada mereka. Eomma Ha Gun
terlihat sedikit lebih tenang. Karena dia yakin dengan jawaban anaknya nanti.
“I really hate you.” Ha Gun kembali melanjutkan kalimatnya, “hate
when you act as you please. hate you when you saw a very cold and stubborn. But,”
Kyuhyun masih dalam keadaannya. Berusaha menantikan sebuah akhir
manis dari kejadian hari ini, walau sekarang terlihat mustahi. Yang ditakutkannya
bukan wartawan yang akan menjadikan ini sebagai berita panasnya. Tapi, takdir
hidup yang lepas dan tidak akan kembali.
“and you know, what makes me really hate you, Cho kyuhyun?”
kyuhyun tidak bergeming. Dalam keadaan kakunya, dan Ha Gun mulai bisa mengatur
suasana ruang keluarga rumah keluarga Cho. “because of the stupid things I do.
fall in the destiny of your life and have absolutely no desire to rise. because
it makes me feel wanted and want to always be near you. as there are substances
that make me addicted to love.”
“so, your answer? I really want a substance that was me, of
course.”
“yeah, I want to get
married with….. cho Kyuhyun.”
END
Yipiiiiiiii~
fadilla, otte? Maksa yaa? Maaffff , maklum aja karena otaknya abis di konsletin
sama soal soal UAS #plakk ini aja ffnya telat bingit._.v sekali lagi maaf ya. Ohya,
buat readers lainnya yang mungkin ada yang baca selain temen temen deket aku *ngarep*
ataupun temen deket aku juga deh yang diem diem baca. Atau sekedar lewat. Tinggalin
komen dong, rame ramein. Ntar kalo udah agak ramean mau aku bikin games. Ntar ada
hadiahnya deh. *kapanramenyacoba? :/
Okedeh,
sekian ff you are the best oppa nyaa. Makasih buat yang udah baca. Kalo ada
yang belum baca part2 sebelumnya baca ajaa. Ada kok dibagian bawah bawahnya ;)
gomawo, and annyeong ;)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
2 komentar:
KYAAAAA.. Kyu oppa romantis banget sumpah..!! Aku jdi senyum2 sendiri.. Thank You So Much for Making a special fan ficton for me
Thank You My Dearest Friend
siapa dulu dong yang bikin~ hehe. urwell chingu ;)
Posting Komentar