Selasa, 10 April 2012

Park Jungsu In My Dream

Dia yang menjadi panutan keduabelas anggotanya..
Dia yang menumbuhkan semangat, mempertahankan keutuhan, dan  yang menghalang rintangan Super Junior terlebih dahulu
Sosok pemimpin yang bertanggung jawab..
Mempunyai bakat yang luar biasa .. Semangat yang luar biasa.. Perjuangan yang luar biasa.. Dan kesabaran yang luar biasa..
Park JungSu in My dream,
Dia yang ingin kutemui, dia yang ingin ku teriakkan namanya saat di atas panggung, dan dia yang ingin aku berikan dukungan besar, dengan mengaguminya.
Pendambaan untuk menemuinya, kini seakan mulai terwujud
Cho Jehee PoV
Aku terdiam dalam dudukku. Memperhatikan enggan kondisi disekelilingku. Mereka semua disibukkan dengan aktivitas yang berjiwa sangat ke perempuan. Aku tahu itu wajar, tapi entah kenapa mereka semua terlihat sangat menjijikan dimataku.
“Jehee~a!” seseorang menyikut lenganku. Dia kemudian duduk disampingku.
“apa?” jawabku malas. Arah matanya kemudian tersebar kearah sekeliliingku.
“apa kau merasa bosan disini?” dia kemudian menyadari kondisiku.
Aku menganggukkan kepalaku lemas. Dia yang membawaku datang ke korea dari Indonesia dua hari lalu. Mempromosikan segala macam yang dianggapnya bisa memacuku untuk ikut bersamanya. Namanya Julia, teman sekolah menengah pertamaku. Nama koreanya Park HyeMi. Dia E.L.F, seingatku.
Hei, namaku sendiri Sella Salsabila. Dan nama koreaku Cho Jehee. Aku sedikit mengetahui tentang dunia intertaint korea yang sedang mendunia beberapa waktu belakangan ini. itupun beberapa hal yang aku ketahui dari Julia, eh maksudku HyeMi. Dia selalu memarahiku jika tidak memanggilnya tanpa menggunakan nama koreanya selama kami menetap dikorea.
Entahlah, dia sangat amat tergila gila dengan dunia entertaint korea. Terutama satu hal. Sesuatu yang membuatnya sangat mendambakan dan bahagia saat sampai ke korea karena sangat mempunyai harapan besar untuk menemuinya. Super Junior. Yeah, karena super junior lah dia merengek dengan sangat kepada ayahnya untuk memindahkan beasiswa yang didapatkannya menjadi di seoul, korea selatan, tempatku dengannya berada sekarang.
Alasan dia mengajakku ikut dengannya? Memintaku merelakan beasiswa kuliah yang juga aku dapatkan ke London diganti menjadi di Seoul? Karena aku tidak tertarik dengan korea. Sangat tidak tertarik. Walaupun dia sahabatku sekalipun, tidak ada suatu hal yang menular yang membuatku ikut menggilainya.
Aku bukan anti korea. Aku tidak membencinya. Hanya saja kurang tertarik untuk mencintai dunia entertaint korea. Masih jauh lebih menarik untuk jatuh cinta pada dunia barat. Terutama, artis favorite ku, zayn malik, hehe.
“baiklah, kita pulang saja ke apartement, bagaimana? Aku sudah selesai membeli semua peralatan yang aku butuhkan.” Dia mengagkat lenganku untuk mengikutinya bangit dari dudukku.
Mulutku masih terkunci dan mengikuti langkahnya. korea masih terlalu asing bagiku. Ini pertama kalinya aku tinggal dan datang ke seoul. Aku pernah sekali sebelumnya berpergian ke luar negeri. Ke London beberapa waktu lalu untuk mengunjungi universitas yang akan kumasuki.Tapi entah kenapa HyeRi terlihat bersahabat dengan negeri gingseng ini. mungkin.. karena ambisinya dengan super junior. Mungkin.
Aku sempat berpikir. Sehebat apa boyband fenomenal itu. Sampai bisa menarik perhatian beribu ribu fans. Aku sempat mencari tahunya. Dan memang benar, mereka adalah boyband yang patut diancungi sepuluh jempol dalam segala bidang. Mulai dari kegigihannya, bakat, dan hal hal lainnya.
Lalu, mengapa sampai saat ini aku belum memutuskan untuk menjadi E.L.F? entahlah, belum ada hal yang menarik yang bisa aku jadikan alasan mengapa aku menjadi fansnya. Dan kupikir, belum pantas juga untuk menjadi E.L.F, tentunya. Menghafalkan membernya saja sudah memakan waktu lama. Dan sampai detik ini aku belum memutuskan siapa yang aku sukai dari ketiga belas membernya. Baiklah, yang aku ketahui dari HyeRi mereka sekarang berdua belas.
“Chakkaman!” HyeRi menghentikan langkahnya sejenak saat tiba di salah satu counter E.L.F, yang membuatku mendesah lemas. Suju lagi, suju lagiii. Pikirku dalam hati.
“bisa kita pulang sekarang? Aku lelah.” Ujarku kemudian yang mulai bosan dengan akivitas dua hari ini yang dipenuhi dengan “pencarian super junior”. Gila memang sampai ia melakukan hal itu. Menjelajahi tempat-tempat yang diketahuinya dan berharap aka nada Super Junior disana. Tapi begitulah fans. Akupun juga begitu, kalau sampai aku tiba di ligkungan hidup Zayn Malik.
“baiklah, kita pulang.” Ujarnya lesu. Mengetahui yang ada dibenakku sekarang.
***
“CHO JEHEE~AAAAA!! IREONA!!!!”
Tanganku segera menarik selimut kemudian menutupi tubuhku hingga menutupi wajahku. Apa lagi kali ini ulahnya? Terakhir kali saat aku melirik jam mematikan weker masih pukul setengah tujuh pagi. Dan kami belum memasuki kuliah seminggu ini.
Tubuhku terasa digoyahkan dengan tangannya yang mendorong dorong tubuhku agar terbangun. Aku akhirnya menyerah dan membuka selimutku.
“yak! Waeyeo?” aku mulai terbiasa dengan beberapa bahasa korea yang diajarkan HyeMi padaku.
“see? Kita dapet tiket konser Super Show!!!” jeritnya histeris dan menatapku dengan mata yang berbinar.
“apa?” tanyaku yang masih belum terkumpul penuh nyawaku. Membuatku sulit untuk mengerti perkataannya.
“kemarin, kuis yang kita ikuti. Ingat? Aku baru mengeceknya tadi pagi karena yang kuingat pengumumannya semalam. Dan kita berdua memenangkannya!! Aaa!”
Dia berjingkrak jingkrak diatas kasurku. Bahkan nyaris kehilangan keseimbangan dan menubrukku. Aku hanya melongo menatapnya takjub. Hei, asal kalian tahu. Aku juga sangat bahagia saat ini, entah kenapa.
“aaa akhirnya aku bisa menemui Leeteuk oppa!!” ujarnya masih dalam jeritannya.
“baiklah, sekarang kau tenang, dan katakan padaku. Super Show berlangsung kapan?”
Aku menarik tubuhnya agar terduduk disampingku.
“besok lusa. jam lima sore. Makanya aku membangunkanmu lebih awal, karena aku akan mempersiapkan semuanya. Bersamamu tentunya, chinguuu~”
***
2 Days Latter~
15 : 57
Seoul, Korea Selatan
Kepalaku terus berusaha mengingat ingat semua yang sudah ku ketahui tentang super junior. HyeMi menceritakan semua yang diketahuinya padaku. Dan jujur, aku sangat tertarik. Sekarang. Entah ada magnet apa yang menarikku untuk memiliki rasa ingin menjadi bagian dari E.L.F.
Dan aku juga sudah mempunyai alasan mengapa aku mau untuk menjadi bagian dari E.L.F. karena, super junior adalah boyband yang mempunyai kepantasan yang amat untuk menjadi dambaan siapapun. Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari mereka. Entah dari segi apapun.
Dan satu lagi, Park JungSu atau Leeteuk oppa. Leader yang membuatku terpana begitu mengetahui semua tentangnya. Tidak heran HyeMi sangat menggilainya. Dan aku sudah memutuskan. Dialah member super junior yang aku cintai. Sangat aku cintai. Dan aku sempat berpikir, kalau aku mulai tergila gila padanya, sekarang.
Dua hari kemarin pun aku sudah seperti orang yang kelabakan. Nyaris tidak bisa tertidur membayangkan hari ini. merasa seperti aku sudah sangat mendambakan bertemu dengan super junior berpuluh puluh tahun lama. Park Jungsu atau leeteuk oppa. Dia sering hadir dalam mimpiku dua malam ini. sungguh, ini memang tidak logis. Tapi ini adalah kenyataan. Leeteuk oppa in my dream.
“SUPER JUNIOR!” seruan itu terlontarkan dari mulut beribu E.L.F yang datang untuk menghadiri Super Show. Kondisinya teratur, sangat jauh mungkin jika membedakan korea dengan Indonesia, yang rata rata orangnya lebih antusias. Aku pikir, super junior akan senang jika mendatangi negeri asalku. Karena penduduknya mempunyai keantusiasan tinggi.
Tubuhku terhuyung beberapa menit kemudian. Aku sempat mendengar seruan kalau Super Junior sudah tiba, dan para fans mulai menyeruak masuk. Mereka saling berharap untuk bisa bertatap muka dengan member yang di idolakannya masing-masing.
Tanganku mencengkram kuat lengan HyeMi. Berharap bisa menjaga keseimbangan tubuhku. Karena sepertinya aku sudah berada di ujung tanduk diantara kerumunan orang. Aku kurang menyukai keramaian. Tapi dalam hati aku bertekad. Ini demi leeteuk oppa, yeah semua akan erjalan dengan lancar dan aku akan bisa bertatap muka ataupun hanya sekedar memberikan kodo yang aku bawa.
Kondisi semakin parah karena semakin banyak fans yang hadir. Tubuhku akhirnya menyerah dan terdorong hingga menjauh dari barisan antrean. Bisa dikatakan aku tersungkur jauh ke halaman depan. Dorongan itu terlalu kuat, dan melepaskan cengkramanku dengan HyeMi.
Aku mengusapkan lengan kemeja santai yang aku gunakan dengan telapak tangan kiri ku. Dampak kondisi setelah hujan yang membuat tanah basah sulit dibersihkan dari pakaianku.
Tubuhku masih dalam kondisi terduduk. Tangan kananku masih menggenggam erat kado yang sudah kupersiapkan khusus jika aku bertemu, atau bahkan aku berpikir, aku harus menemuinya. Setidaknya nanti ketika dia diatas panggung. Mungkin aka nada kesempatan disana.
Aku mendengus kesal, menyadari mempunyai kesulitan untuk membersihkan pakaianku yang sudah melekat dengan tanah basah. Celana jins yang aku pakai hanya menutupi sampai lututku saja. Membuat kaki bagian mata kaki sampai lututku terasa sedikit lengket.
Aku  masih sibuk membersihkan sambil mengumpat kesal. Mengeluarkan semua kekesalanku karena ini akan menghambat pertemuanku dengan leeteuk oppa yang sudah sangat aku dambakan, saat sebuah tangan membantuku berdiri dari dudukku.
Memang ini yang menjadi kendalaku sedari tadi tidak bangkit berdiri. Kakiku sempat terinjak salah satu fans yang sepertinya lebih tergila-gila daripadaku, dan membuat kakiku sedikit sakit.
Yang ada dalam benakku sekarang, yang membantuku berdiri adalah HyeMi. Mungkin dia menyadari keterpurukanku dan membuang egonya yang juga sangat berambisi bisa bertatap muka dengan Leeteuk oppa atau member super junior yang lain.
“yak, HyeMi~a! kau tidak tahu huh? Aku sedari tadi tersungkur disini dan kau..”
Kalimatku terpotong. Mulutku membeku seketika. Memberhentikan semua ocehan dalam bahasa yang bercampur dengan bahasa korea yang sudah aku pelajari selama empat hari aku menetap disini.
Semua terjadi, ketika aku membalikkan tubuhku. Berhadaan langsung dengan orang yang membantuku. Mulutku sedikit terbuka, kurasa. Dan mungkin ekspresi yang sangat memalukan untuk saat ini. sungguh aku terkejut. Amat sangat.
Kakiku bergetar lemas, dan tanganku mulai membeku. Tubuhku berkucuran keringat dingin. Darah seperti mengalir deras di sekujur tubuhku. System kerja otakku tersa tersumbat, hingga aku sulit untuk memutuskan apa yang bisa kulakukan saat ini. eratan tanganku pada kado yang aku bawa meregang.
“gwenchana?” suara beratnya terdengar langsung ditelingaku. Aku berusaha mendengarkan suaranya dengan baik, dan menyimpannya dalam memori otak terbaikku.
Aku mengangguk, terlihat terlalu berlebihan sepertinya saat aku mengaggukkan kepalaku terlalu bersemnagat. Dia tersenyum melihat tingkahku. Menatapku dengan senyuman lembutnya. Tuhan, kumohon. Pegangi hambamu ini agar selalu berada dalam bumi ini, tahan waktu yang berlangsung saat ini, hentikan waktu kalau kau mau mengabulkannya. Desisiku dalam hati.
Tubuhku sangat tak terkendali saat ini. aku menghamburkan diriku kedalam pelukannya. Tuubuhnya tersa hangat, setelah hujan yang sempat mendinginkan cuaca. Aku ingin menahannya dalam pelukkan yang lama, tapi aku tau, itu takkan baik dan waktu yang kumiliki tidak akan berlangsung lama dan tidak akan menjadi bukti kalau aku menemuinya jika hanya memelukknya
“annyeonghaseo leeteuk oppa, Cho Jehee ibnda. Choneun, Indonesia saramindae.” Aku membungkukkan tubuhku kerahnya setelah melepas pelukannku padanya. Berujar dengan suara yang sangat bergetar.
“would you taken picture together with me?” ujarku sambil berharap sangat dia mau melakukannya.
Dia mengangguk, kemudian meraih camera yang tergantung dileherku. Nyaris saja aku menjerit saat itu. Tapi sungguh pita suaraku seakan sedang terikat erat.
dia, oh tidak maksudku, Leeteuk oppa. Mengambil gambar kami berdua. Tiga kali. Hei, kalian tahu tiga kali sangat lebih dari cukup untukku. Aku hanya terdiam kaku. Bergaya dengan seadanya, sedangkan leeteuk oppa sangat manis dalam foto itu.
“calm down, Je~a” dia menepuk pundakku ringan saat melihat kegugupanku. Aku tersenyum, akhirnya. Setelah melawan keras kegugupanku.
“gomawo oppa.” Aku menyodorkan sebuah kado yang aku bawa tadi. “untukmu” ujarku dengan bahasa korea sedikit terdengar memaksa. Tapi dia membalasnya dengan senyuman ramah.
“HYUNG! Ppaliwa!” kyuhyun oppa menyelipkan kepalanya dari selah pintu. Mengalihkan perhatian mata kami berdua. Dia sedikit menyipitkan matanya. “E.L.F?” ujarnya sesaat kemudian.
Leeteuk oppa menganggguk. Kemudian dia kembai mengarahkan pandangannya padaku. “annyeong, gomawo!” ujarnya sambil menganggat kado yang aku berikan. “sampai bertemu diatas panggung nanti”
Aku terperangah. Masih terdiam kaku. Hanya mentapanya berlalu pergi menghampiri kyuhyun oppa, kemudian masuk. Dan pintu itu tertutup. Rapat. Menandakan pertemuan dekatku dengannya berakhir.
Berkali kali aku menepukkan pipiku. Meyakinkan kalau ini bukanlah mimpi. Dan ini sudah terbukti. Ini kenyataan. Sesaat setelahnya aku sedikit berjingkrak kemudian kembali tenag saat melihat HyeMi menghampiriku.
“YAK!!! Kau tahu?” dia berlari kecil sambil menghampiriku. “tadi, sesaat aku ingat padamu dan ingin mecarimu, aku salah memasuki pintu! Aku berpikir itu memalukan tapii.. tebak apa yang terjadi?”
Aku menggelengkan kepala menanti lanjutan ceritanya. “AKU BERTEMU DENGAN LEETEUK OPPA!! Dan dia sedang bersama kyuhyun oppa!” jeritnya padaku. “kau tahu apa yang terjadi lagi? Mereka mau menerima kadoku, wakaupun kami tidak sempat berfoto. Tapi kami bertatap muka! Aaa” aku tersenyum, ikut merasakan kebahagian yang baru dirasakan oleh HyeMi.
“huaaa, kau beruntung sekali!” aku menepukkan tangaku dan menatap takjub. “baiklah, aku akan mencoba keberuntunganku nanti saat Super Show. Mungkin leeteuk oppa akan memanggilku dengan sebutan khusus ‘Je~a’ atau mungkin nanti leeteuk oppa akan mengambil kameraku dan kita akan berfoto bersama, seperti yang dilakukan heechul oppa sewaktu itu pada salah satu E.L.F”
HyeMi menatapku dengan tawa, melihat ekspresi berharapku yang lebih kepada candaan. “jangan terlalu berharap, cepat masuk, kalau kau tidak ingin terlambat.”
“aku? Sepertinya kita yang terlambat.” Aku menyeringai kemudian merangkulnya dan berjalan memasuki pintu masuk utama.
Aku akan menceritakan nya nanti. Tidak sekarang, tentunya. Atau pun tidak besok. Tapi nanti, setelah kami kembali ke Indonesia. Tak tahu kapan, mungkin, empat atau lima tahun lagi baru akan aku ceritakan. Karena ini, rahasa terbesar dalam hidupku. Dan kau tahu? Ini sangat keren!
***
Five years letters~
Jakarta, Indonesia.
12 :00 WIB
Aku mengunyah nasi yang masuk dalam mulutku. Ini hari pertamaku kembali ke Indonesia. Sangat merindukan masakan warteg yang tidak akan kutemui selama bersekolah dikorea. Julia, sahabat karibku duduk dengan tenang dihadapanku.
Dia terus saja mengoceh tentang pengalamannya di korea, yang sebenarnya aku memang sudah mengetahuinya. Tapi dia mengungkitnya kembali. Termasuk keberuntungannya saat salah memasuki pintu, dan bertemu dengan leeteuk oppa.
“boleh aku pinjam kameramu?” ujarnya seketika saat makanannya terlahap habis.
“untuk apa?” tanyaku dengan sedikit terhenyak. Semua nya ada disitu. Tiga buah fotoku dengannya, leeteuk oppa.
“ingin melihat foto foto kita sebelum pulang tadi.” Dia dengan cepat meraih kamera yang aku letakkan di meja. Kami memng sempat berfoto di bandara, sesaat sebelum pesawat kami lepas landas dan kembali membawa kami ke Indonesia. Sekedar membuat kenangan saja, itu pun Julia yang memaksaku.
“yak!” dia menghentakkan tangannya saat jemarinya terhenti memijit tombol next dalam kameraku. “Sella, “ ujarnya dengan sedikit nada tajam. “cepat ceritakan padaku.”
Aku  barusaja ingin mengelak dan meminta untuk nanti saja, karena sangat sulit dijelaskan padanya. “se-ka-rang” aku menghela napas lemas, sedikit tertawa kecil mellihat mulutnya yang mengercut saat melihat foto yang ada dalam kameraku.
“baiklah, aku menyerah. Akan aku ceritankan.” Aku meletakkan sendok yang kupakai. “se-ka-rang” sambil menirukan nada bicaranya. Kami tertawa sejenak sesaat sebelum aku mulai menceritakannya.
Dan dia sangat antusias mendengarkan ceritaku. Bahkan, dia ingin memposting ceritaku di blognya. Memamerkan fotoku dengan leeteuk oppa pada dunia. Sungguh, itu terdengar konyol.
~TAMAT~


 heii lama yaa gue gak post ff lagi._. ini sebenernya ff aku buat lomba yang hadiahnya tiket konser suju :D jadinya aku share ajaa di blog. wk. thanks udah mau mampir. tinggalin komen yaw!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

keren.. tpi kependekan.. chingu..
btw aku do'a-in semoga bisa memenangkan perlobaan ff dan nntn SS4 INA