Jumat, 06 Juli 2012

dear you part2 (END)


guys, maaf kalo part 2nya gak sebagus dari ff gue sebelumnya. kali ini bener bener kerasa maksa. soalnya waktunya mepet-,- tapi ternyata masih ada sisa waktu buat tanggal 10 juli. tapi berhubung internet rumah yang gatau kenapa lagi aneh, gue jadinya terpaksa ngepost sekarang, mumpung lagi bisa. soalnya ini ff special pake tiga telor, buat Han Ha Gun yang ultah tanggal 10 juli. ultahnya kalo gak salah sama kayak heechul oppa. sebenernya gak special2 bgt juga sih, soalnya jadian ama kyuhyunnya begitu doang ntar. hehe maap fad.-.v abisnya mentok. lagian juga DongJe couple gamau kalah sosweetnya dong sama KyuHa couple ;p hehe. yodah deh, selamat membaca readers, and.. saeng il chukkae han ha gun-ssi. semoga bisa ketemu kyuhyun oppa dimasa mendatang *barengguetapinya* akakaks. ;)

Dear You,
Kamu yang membuka jalan itu,
Kamu yang menerangi jalan itu,
Kamu yang menuntun menuju jalan itu,
Dan kamu,
Yang membuatku terjerumus dalam jalan cintamu.
Dan kamu,
Yang membuatku semakin sulit untuk keluar.
Karena kamu,
Mulai membuka celah pintu keluar,
Walau hanya sejengkal, dihatimu.
Cho Jehee~a,
Kini aku bisa menggapaimu,
Kini aku bisa menjadikanmu sesuai takdir yang nyata,
Kini aku bisa memilikimu,
dan menghilangkan rasa takut akan kepergianmu dengannya
Saranghae Cho Jehee~a,
Sinjjayeo~

Dear You,
‘Oppa’ bukan sekedar sapaan untuk menandakan kalau kau lebih tua dariku,
‘oppa’ bukan sekedar menjadikanmu seperti kakak laki lakiku,
‘Oppa’ bukan yang hanya ingin aku sebut ketika aku kehilangan arah,
‘Oppa’ bukan yang hanya aku cari disaat aku kehilangan dia,
‘Oppa bukan sekedar namja biasa dalam hariku,
‘Oppa’ bukan namja yang hanya ada dalam pandangan mataku,
Karena ‘oppa’ sekarang ada dalam hati, pikiran, mimpi, dan takdirku.
Saranghae Lee DongHae ‘Oppa’
Sinjjayeo~

Lee DongHae PoV
Sial, ini lebih menyakitkan daripada melihatnya menagis karena niall. Dia datang kekonser niall malam itu dan mengesampingkan konserku begitu saja. Aku tahu aku tidak ada hak untuk melarangnya sama sekali. Tapi ini sungguh menambah penderitaanku.
“jangan menjadi namja cengeng hae~a” kyuhyun datag dengan tangan yang masih terpaku dengan PSPnya kemudian menjauhkan diri pada sofa kamar hotel yang kami tempati. “wajahmu terlalu menyedihkan, hyuung”
“Yak! Kyuhyun!” aku meleparkan bantal sofa tepat mengenai kepalanya dan dia mulai menggeram. “kyuhyun~a. tidak bisakah kau peduli sedikit dengan perasaan jatuh hati huh?”
“aku akan mencoba” sahut kyuhyun cepat.
“cih, lihat saja kau, cho kyuhyun!”
“apa?”
“aku akan mencarikan yang namanya yeoja untukmu!”
“boleh saja. Asal kan kau tepat dalam menentukan siapa yang benar benar takdir hidupku”
                                                                        ***
Niall Horan PoV
Ini tidak terlalu buruk. Setidaknya aku tidak benar benar menjauhinya. Dan menyapu beberapa luka karena ulahku belakangan ini yang sangat menghindarinya. Ini permintaan management dan aku tidak bisa menolaknya.
“you want your new fans instantly disappear because of your closeness to that almost became a girlfriend? This is just the beginning. Don’t destroy all of your dreams, Niall”
Kalimat itu masih terngiang ditelingaku setiap kali aku berpapasan atau bahkan mengingat Jehee. Kalau untuk memikirkannya tentu saja lebih dari sering. Dan aku berusaha membuang jauh jauh semua itu. Tapi sialnya semu itu mustahil. Cho Jehee. Perempuan berdarah korea itu terlalu menarik perhatianku. Oh, no. exactly my heart.
“niall, ponselmu terus berdering.” Harry berteriak dari luar ruangan. “kurasa itu Jehee”
Aku berlari kecil menuju tempat aku meletakkan ponsel yang tidak jauh dari tempat harry dan zayn berada. “ne, yeoboseo?”
“eo? Niall? Sejak kapan kamu menggunakan bahasa koreamu itu, huh?”
“hehe,cuman ingin mengasahnya saja. Wae?” sepertinya semua member mulai melirikku dengan alis terangkat. Membuatku terasa risih dan memutuskan untuk menyingkirkan diri dari hadapan mereka.
eum.. ani, aku hanya ingin mengucapkan ‘thank you’ untuk tiket konser gratismu semalam.kau tahu? Temanku sangat histeris ketika melihat zayn bernyanyi didekatnya.”
Aku tertawa kecil. “dan aku hanya menjawabnya dengan ‘chonmalneo’ benarkan?” hanya ada tawa kecil setelahnya. Kemudian sedikit keributan sepertinya eterjadi. Karea setelah suara yang terdengar bising, sambungan teleponku terputus dan aku hanya tersenyum menanggapinya. “gadis lucu” gumamku pelan.
                                                                        ***
“pulang bersama?” aku melirik lauren yang masih sibuk dengan perlengkapannya.
“boleh,” lauren mengangguk pelan kemudian mengandengkan tangannya kelenganku setelah menyelesaikan barangnya. Dan aku melirik aneh tigkahnya.“kenapa? Tidak ada yang marah, kan?”
Senyuman kecil cukup menjawab pertanyaannya. Dan aku menggiringnya masuk ke mobilku. “mau aku antar sampai rumah langsung atau…?”
“coffe! Hehe”  dengan cepat lauren menyahut dan memancing tawa kami berdua.
“oke, by bus?” dan lauren mengangguk cepat kemudian mengulang perkataanku. “by bus!”
“ini akan terasa seperti masa kita SMA, right?” lauren mengambil posisi duduk dua dari belakang bus ketika bus sampai dan kami menaikinya. Dan aku mengikutinya disamping.
“bukan tersasa semasa SMA. Tapi aku rasa kita akan terus melakukan ritual ini setiap kali aku bertemu dengan wanita yang bernama ‘lau-ren’” ujarku dengan sedikit ejaan dinamanya.
“hahaha, maybe.” Lauren melirik kondisi sekitar bus yang terlihat sedikit ramai. “apa kau tidak takut dengan kenyataan kalau salah satu dari banyak orang disini adalah directioners?”
Aku tertawa sedikit dengan tangan yang menutupi mulutku agar tawa ku tidak terkesan meledak. “wuah, kau bahkan sekarang tahu nama fans club ku ya?”
Lauren hanya mengercutkan bibir kemudian menyandarkan tubuhnya pada kaca bus. “oke, baiklah. Aku yakin jalanpikir mereka tidak akan sampai disitu. Karena, tidak akan mungkin terpikir oleh mereka seorang niall anggota 1D menaiki bus jam malam.” Bisikku.
“eum.. niall,” Lauren tiba tiba merubah raut wajah seriusnya, membuatku sedikit berfikir bingung. “apa kau benar sedang.. dekat dengan wanita berdarah korea yang.. engg, maaf aku lupa siapa namanya.”
“Cho Jehee?” aku hanya berdecak dan menatap datar lauren. “memangnya kenapa?”
“eh? Tidak.. hanya menanyakan saja. Apa kau tidak ingin memberiku bocoran sedikit tentang gossip itu, huh?” sedikit cengiran yang aku tahu dia mengatakan pertanyaan yang membuatnya kurangnyaman.
“aku mengenalnya baru satu bulan ini saja. Semenjak dia menjadi mahasiswi baru dikampusku.” Kemudian aku sedikit berdehem berusaha mencairkan suasana. “tenang saja, posisimu tetap belum tergantikan.”
“tapi ada satu hal yang perlu kamu ketahui.” Lanjutku. “kali ini aku benar benar tidak bisa mengelaknya. Dan aku menyerah untuk membuang semua perasaan ini. kalau aku benar benar jatuh hati padanya.”
                                                                        ***
Cho Jehee PoV
“what? Cho Jehee? Jadi daritadi kamu hanya mempersalahkannya?” lauren mengangguk ragu. Menatap harap niall. Mereka kemudian menghentikan langkah dan saling bertatap.
“”baiklah, aku akan mengatakan kalau Cho Jehee. Hanalah manusia biasa yang lewat disetiap hariku. Jadi hilangkan pikiran macam macammu itu.” Kali ini lauren mengangguk dengan senyuman puas kemudian mereka melanjutkan langkah menuju rumah lauren.
Dan aku, tetap dalam posisiku. Menyandarkan tubuh pada dinding kusam tempat aku mendengar semua yang mereka bicarakan. Aku mengetahui lauren siapa. Niall pernah bercerita padaku. Dan ekspresi yang ditimbulkannya, sangat berbeda ketika dia menanggapiku.
Lauren sangat bersahabat dengannya. Dan tidak mengurangi kemungkinan kalau mereka mempunyai hubungan lebih dari seorang sahabat. Atau mungkin hanya perasaan. Tapi tetap saja itu membuatku, membuatku.. merasa terhantam pada dasar.
Air mataku mulai terjatuh dan tubuhku seakan bergetar hebat. Tanggapan niall tentang diriku yang dilontarkan pada kalimat tadi membuatku semakin terasa terhuyung dan lemas. Tanganku bahkan tidak dapat mengelak. Ketika sebuah lengan menarikku dalam pelukkannya.
Entah apa yang membuatku bertahan dengan posisi ini. sungguh ini membuatku merasa nyaman. Getaran tubuhku terasa tertahan olehnya dan pelukan eratnya membuatku merasa ada. adanya sosok yang menginginkanku lebih baik.
Tapi, satu hal yang membuatku merasa kurang wajar. Pelukan ini meredakan getaran tubuhku, tapi menambah getaran hebat pada jantungku. Entah ini karena pertama kali aku berada dalam pelukan orang asing selain kyuhyun oppa ataupun appa.
“uljima (jangan menangis),” namja itu mulai angkat bicara. Suara yang tak asing lagi dari telingaku. “jebal, mengingatnya atau bahkan menginginkannya membuatmu semakin sakit, Je~a” dia mengusap pundakku ringan dengan suara bergetarnya.
“opp..pa?” ujarku ragu sambil berusaha melepaskan pelukkannya. Tapi dia hanya menarikku kembali dalam pelukkannya kemudian memelukku erat. “gomawoyeo..”
“untuk apa?”
“untuk selalu ada disampingku. Dan getaran yang terus memacu jantungku yang entah kenapa membuatku merasa nyaman. Apa kau tahu apa artinya itu? Karena aku seperti orang bodoh jika kau terus memelukku seperti ini, hae oppa.”
“Je~a. kau teralu bodoh untuk hal ini.”
                                                            ***
Tanganku membanting keras pintu kamar hotel yang ditempati kyuhyun, Sungmin dan donghae oppa. Mereka memutuskan untuk menetap di UK lebih lama dari yang lainnya.
“oppa, jeball..” rengekku sambil terus menganyunkan lengan kyuhyun oppa setelah berhasil menangkapnya.
“kau ingin mengusikku sampai kapan jehee~a? kalau tahu seperti ini kemarin aku ikut pulang dengan member lain.” Sungut kyuhyun oppa yang mulai malas menanggapiku.
“apa kau tidak ingin membuat adikmu senang, huh?” rayuku kembai. “kalau kau tidak segera menurutiku, mungkin aku akan mengadu pada appa. Mengatakann kalau kau…”
“ne, ne, ne, baiklah, aku akan menurutimu. Tapi pastikan mulutmu tertutup rapat, ara?!” hentak kyuhyun oppa yang akhirnya meraih jaket dan kunci mobilnya. “kajja!”
Aku tersenyum kecil kemudian membuntutinya menuju tempat parkir dan memasuki mobilnya. “cake shop, please.” Ujarku semanis mungkin pada kyuhyun oppa. Sekedar membuatnya semakin menggelikan melihat tingkahku.
“cih, putri keluarga cho yang konyol” dengus kyuhyun oppa. “tapi apa kau yakin, dia tidak benar benar membenci super junior?” kyuhyun oppa mulai melajukan mobilnya.
“wae? Kau takut dia akan membuat semua member berdiri kaku saat berhadapan,eo?”
“eo? Aniya, hanya saja.. eng.. apa kau tidak takut dengan keselamatan kuemu?”
“kue? Kenapa dengan kue yang aku bawa oppa?”
“emm.. bisa saja.. ehm,” kyuhyun oppa terlihat membenarkan ekspresi wajahnya. “dia menimpuki kami mungkin, karena kebenciannya?”
“lalu?” alis mataku terangkat meliriknya dengan tatapan mencaritahu.
“eng.. yak! Jehee ~a! apa itu tidak terlalu memalukan eo? Lagipula idemu terlalu gila.”
Tawaku nyaris meledak tak terkendali. “gyaahahaha, oppa, neo kyeopta!” kyuhyun oppa hanya menatap tajam padaku merasa risish untuk ditertawakan. Tapi sayangnya itu sama sekali tidak memberhentikan tawaku. “yak, oppa.. hahaha, ini sungguh pertama kalinya aku melihatmu begitu ketakutan”
“wae? Itu karena kau bercerita tentangnya terlalu berlebihan, eo? Aku yakin itu hanya ulahmu saja untuk membuatku takut.”
“aniya, kalau itu benar benar kenyataan bagaimana? Apa kau yakin akan melarikan diri dari rencanaku, eo? Hahaha.”
“tutup mulutmu, Cho Jehee~ssi!”
                                                                        ***
10 July 2012
United Kingdom
16 :00
“oppa gomawo,” aku tersenyum saat melihatnya hadir ditengah ruangan yang aku persiapkan untuk merayakan ulang tahun Ha Gun “sinjja gomawoyeo”
Kyuhyun dan sungmin oppa menghentikan keributannya dan menatap kami aneh. Donghae oppa membalas senyumku kemudian mengacak rambutku pelan. “bodoh, jangan ulangi eo? Cukup dengarkan kata-kataku saja, ara?” aku mengangguk pelan untuk menanggapinya.
“yak, apa yang sudah terjadi diantara kalian, huh?” sungmin oppa menyahut dari sofanya. Kami hanya tersenyum simpul dan sedikit cengiran.
“kau seperti anak anjing dan majikan saja, sampai mengusam rambut kemudian saling tersenyum dan mengangguk.” Timpal kyuhyun oppa yang berbicara tanpa ekspresi diwajahnya.
“yak, yak, cho kyuhyun. Bagaimanapun juga aku hyungmu. Dan je~a adalah adikmu, eo? Jangan menyebut kami seperti anak anjing dan majikan lagi, ara?”
Baru saja kyuhyun ingin menimpali, sungmin oppa meloncatkan diri dari sofa. “yak dongsaeng macam apa kita melupakan ulang tahun hyungnya sediri?”
Kyuhyun oppa menyipitkan mata, “nugu?”
“aish, sinjja! Benar benar dongsaeng tak punya kepedulian” dengus doghae oppa yang disambar dengan tatapan mautnya. “hari ini ulang tahunnya heechul hyung?”
“oh my god!” Kyuhyun bangit dengan cepat dari sofanya. “ini mungkin akan menadi alasan yang sangat tepat untuk pulang ke seoul segera.”
Dengan cepat aku menahan lengan kyuhyun oppa yang nyaris menggapai pintu “oppa, dia sudah benar benar tiba. Sekarang dia berada di lift. Jadi percuma saja kalau kau benar benar ingin lari sekarang. Kalian tetap akan bertemu, eo?”
Kyuhyun oppa mendesah putus asa kemudian kembali bergabung pada kita. “lalu, siapa yang akan membawakan kuenya?”
“kyuhyun oppa!” sahutku cepat yang kemudian diiringi dengan jelaan nafas sungmin dan donghae oppa.
“aish, sinjja! Neo michiseo! Yak, Cho—“ aku dengan cepat meletakkan kue ditangan kyuhyun oppa kemudian membukakan pintu.
“surpricse!!! Saeng il chukka eonni!!!!!!!!!!!” jeritku sembari menepukkan tangan yang diiringi oleh lagu happy birthday dari sungmin dan daonghae oppa.
2 hours ago~
“eonni~a! tidak bisa kah kau berbuat lebih sopan pada super junior eo? Menjatuhkan barang atribut suju, mengatakan mereka sangat buruk untuk diidolakan, merusak album mr.simple pemberian hae oppaku. APALAGI YANG MAU KAU PERBUAT DENGAN KELUARGAKU ITU, EONNI~A!” aku menjerit sejadi jadinya saat melihat Ha Gun eonni menduduki almbum mr.simple yang sengaja aku letakkan diatas kasur.
“wae?” mata Ha Gun eonni membulat menatap heran aku yang benar benar terlihat sangat marah kali ini. dia mungkin sama sekali terpikir untuk aku menjadi marah padanya. “aku hanya tidak sengaja mendudukinya. Lagipula salahmu juga meletakkannya sembarangan, Je~a!”
“mwo? Salahku? Yak, eonni. Dulu mungkin aku akan mentoleransikan kelakuan eonni yang menginjak injak keluargaku. Kalau eonni memang tidak suka, tutup mulutmu! Tidak usah mengoceh menjijikan tentang super junior.”
“wae, wae, wae? Kenapa kau jadi menyambungkan dengan masalah ketidaksukaanku dengan super junior eo?”
“karena aku rasa eonni sudah terlewat batas!” hentakku kemudian berlari keluarkamar tanpa menghiraukan Ha Gun eonni yang meneriakiku.
“yak! Cho Jehee odiga?!!”
Sebenarnya album itu bukan pemberian khusus dari donghae oppa. Tapi album cetakan gagal yang diproduksi SM. Dan aku benar benar sengajamemancing pertengkaran kita. Niatku bukan hanya memancing kemarahan eonni, tapi juga membuatnya untuk mulai menghargai super junior.
“eonni, datang ke hotel tempat semua oppaku menginap. Cukup hanya mengatakan pada mereka ‘mianhae’ kemudian kau boleh pergi. Nanti aku yang akan menjelaskan pada mereka. Jika eonni tidak benar benar akan datang pukul 4 sore, aku akan berheti kuliah di UK dan kembali ke Seoul tinggaal bersama oppaku. Dan orang-orang yang lebih menghormati keluargaku. Dengan tidak memaafkanmu sedikitpun, ara?”
Aku mengirim pesan singkat itu kepada Ha Gun eonni. Kemudian berjalan menuju hotel tempat sungmin, kyuhyun dan hae oppa menginap.
Suasana hening kemudian. Kami hanya menyengir canggung melihat kyuhyun oppa yang tetap berdiri kaku tanpa bergerak dengan kue ditangannya. Dan matanya yang terus menatap Ha Gun eonni. Begitu pula Ha Gun eonni yang benar benar terlihat tersedot dengan tatap kyuhyun oppa. Mereka saling beradu tatap dan terasa menyisihkan kehadiran kita disini.
“oppa, apa yang sebenarya mereka lihat?” bisikku pada hae oppa.
“hm.. takdir hidup.”
“mwo odiga?”
“dimata mereka”
“yak, oppa jangan bergurau padaku. Cepat jelaskan apa yang sebenarnya mmereka lihat.” Dengusku sambil menatap malas pada hae oppa.
“aku tidak bergurau. nanti akan aku jelaskan. Seusai acaraa ini. sampai benar-benar kau mengerti, eo?” aku hanya mengangguk saja kemudian kembali memperhatikan mereka berdua.
“mianhae,” kata itu mereka ucapkan bersamaan.        Membuat aku dan donghae oppa menganga. Sungmin oppa menepukkan kedua tangannya.
“woaaa” sungmin oppa menatap takjub dengan wajah bodohnya. “ini bahkan pertemuan pertama mereka tapi sudah mempunyai kata penyatu”
Dengan cepat donghae oppa menyikut lengan sungmin oppa. “hilangkan ekspresi bodohmu. Itu akan semakin menjatuhkan harga diri super junior dimatanya.”
“miaanhae, kalau aku sempat mengiramu yeoja yang, ehm. Buruk.” Kyuhyun oppa berjar terlebih dahulu setelahnya.
“lalu? Apa sekarang aku terlihat seperti yeoja baik baik sampai kau meminta maaf padaku, eo?” kyuhyun terdiam. Terus meatap kearah Ha Gun eonni.
“kalau aku meminta maaf, karena kurasa. Enngg super junior.. tidak seburuk yang aku kira.”
“kesimpulan darimana kau dapat?”
“pertama, mengadakan surprise ulang tahun untukku.”
“itu jehee yang mengusulkan.” Sahut kyuhyun cepat.
“kau membawa kue untukku dengan wajah datar tapi.. terlihat sedikit tulus.”
“itu karena terpaksa.” Sahut kyuhyun oppa lagi.
“yak, yak, yak. Eonni, oppa. Berhenti berdebat. Sekarang kita lanjutkan saja acara ini eo?”
                                                              ***
Cho kyuhyun pov
Aku berdiri ditengah antara dongahe hyung dan sungmin hyung. Mempersipakan diri untuk memberikan penampilan special untuk han ha gun. Yeoja yang benar benar luar biasa. Aku sungguh tidak bisa membohongi ini. dia benat benar menarik perhatianku, termasuk sorotan mataku. Seperti melihat sesuatu yang tidak ingin aku leawtkan dari hidupku. Seakan itu adalah keajaiban hidupku yang hanya padanya aku mendapatkan semua itu.
“je~a. ini menggantikan ketidak hadiranmu konser kemarin, eo? Jadi perhatikan baik baik” donghae hyung melirik manis adikku membuatku semakin curuga dengan hubungan mereka belakangan ini yang semakin terlihat dekat.
Sekitar sepuluh menit penampilan kami berlangsung. Menggabungkan lagu sorry-sorry, mr.simple, bonamana, no other, miracle, dan superman menjadi satu. Tidak terlalu buruk untuk respon dari Ha gun walau terdengar sedikit menjengkelkan.
“ehm,” Ha gun berdehem ketika kita menyelesaikan penampilan. “not really bad. And I like it.”
“wuaaa eonni, jadi kau sekarang sudah tidak membenci super junior lagi? Lalu kau mulai menyukai mereka? Siapa yang paling kau suka, eonni~a?”
Ha gun berdiam sejenak membuatku sedikit merasa berharap kalau yang dia sukai itu aku. Entah apa yang membuat aku yakin. Dia benar-benar takdir untukku.
“sungmin, oppa?” jawabnya kemudian yang membuat sungmin hyung tersenyum senyum senang sendiri. Dan aku merasa sedikit tersisih.
“itu yang kau suka. Tapi yang kau inginkan?” sahutku kemudian.
“maksudmu?”
“siapa yang kamu inginkan menjadi takdirmu.” Semua terpaku padaku dan saling menatap.
“mwo?”
“ehm, Han Ha Gun-ssi, aku rasa kau memang takdir hidupku yang sudah aku nanti sampai umurku menginjak 24 tahun ini. dan.. sekali kau masuk dalam takdiku, aku akan memastikan kau tidak akan bisa lepas” entah apa yang membuatku mengharuskan mengucapkan kalimat tak jelas ini padanya, “dalam ikatan takdirku.”
“kesimpulannya?” Ha Gun berdiri menatap tantang aku.
“kau menjadi milikku mulai sekarang, ara?”
“wuaaaa kyuhyun~a! Apa kau gila? Aku saja yang sudah… ehm” donghae memperbaiki kalimatnya saat menyadari kehadiran Jehee diruangan ini. “lama menunggu seorang yeoja tidak kunjung menjadi milikku. Tapi kau.. dengan mudahnya?”
“ada protes, eo?” aku mendekat pada ha gun dan menunggu jawaban darinya.
“ehm, mian, aku..” Ha gun mengangguk. “tidak bisa menolak.” seperti ada tarikan dalam mulutnya yag membuatnya mengucapkan kaimat persetujuan. yeah, itulah takdir.
                                                            ***
Cho Jehee poV
Ini benar benar pertunjukkan luar biasa yang pernah aku lihat. Aku saja terjerumus dalam rumitnya kisah cintaku. Merasakan sebuah arti kegalauan, dilema, ataupun hilang arah. Tapi kyuhyun oppa dengan mudahnya memutuskan takdir hidupnya dan menariknya dalam ikatan hidupnya.
Setelah itu aku mulai berpikir baik-baik. Untuk memikirkan dengan benar menebak siapa takdir hidupku. Mataku aku pejamkan kemudian menyandarkan tubuh pada balkon kamar hotel yang ditempati para oppaku. Menikmati hembusan angin yang menyejukkan pikiranku.
Niall, sepertinya sama sekali tidak ada celah untuk aku berharap padanya. Sekalipun dia menyukaiku, itu hanya mengganggu karirnya saja, menurutku. Aku sudah sempat berbicara pada managernya. Dan sungguh aku sangat merasa menyesal dan memohon maaf padanya. Hubungan kami kami selesaikan tadi pagi. Dan dia hanya tersenyum dengan mengucapkan ‘I remember you, always in my heart’  dan ‘aku pikir semua keputusanmu benar, dan aku mendukungmu dengan donghae hyung, eum.. 99%’
Dan donghae oppa? Sulit untukku menolaknya. Menolak semua jiwaku yang mulai terhuyung kedalam pelukknya. Dan semakin merasakannya disaat dia berada didekatku.
Tiba tiba pipku terasa memerah. Saat sentuhan ringan yang menyentuh pipi kananku. Membuatku membuka mata dan menatap namja yang berdiri dengan tangan dibelakang dan senyum terulas dibibirnya.
“oppa?” ujarku dengan sedikit canggung.
“wae? Apa niall akan marah padaku?” aku hanya menggelengkan kepalaku saja.
Diluar dugaanku donghae oppa berlutut dengan setangkai mawar merah yang terjulur padaku. Dia menatapku dengan senyuman yang membuatku semakin merasa gugup. “kau ingin aku jelaskan tentang takdir hidup yang berada dimata kyuhyun oppa dan Ha gun eonni mu kan?”
“sekarang aku akan menjelaskan sejelas jelasnya padamu, Je~a’
“otte?” hanya kata kata pendek yang bisa aku keluarkan saat ini. aku terlalau menjadi gugup mendadak dibuatnya.
“aku, juga mempunyai takdir hidup semua orang mempunyainya. Dan kau tahu siapa akdir hidupku?”
“nugu?”
“yeoja yang bernama Cho Jehee.” Mataku membulat. Tapi sebisa mungkin aku menahan ekspresi wajahku.
“takdir sebagai adik? Aish, kalau seper..”
“takdir hidup, bukan adik.” Sahutnya cepat. “kau ditakdirkan hidup untuk bersamaku, kau ditakdirkan hidup untuk menuntunku dalam sebuah perasaan cinta, kau ditakdirkan untuk menjadi yeoja yang harus aku lindungi. Tapi semua itu tergantung pada kau, mau menerimanya atau tidak.”
“saranghae jehee~a,” lanjutnya. “mungkin aku terlalu bodoh untuk membiarkanmu dekat dengan niall, mungkin aku terlalu bodoh untuk berfikiran kau akan selalu dalam genggamku tanpa aku mengakui perasaanku dan mengikatmu dalam ikatan takdirku. Dan mungkin aku terlalu bodoh, untuk….. terpikat dalam magnet takdirmu.”
Aku berdehem, menahan jeritan bahagia yang ingin aku lontarkan tapi aku yakin itu terlalu memalukan.
“so, would you be my destiny ?” donghae oppa menegapkan tubuhnya ketika mengucapkan kalimat itu dan masih dalam sikap berlututnya.
“ottokae? Aku sebenarnya sama sekali tidak ingin mempunyai takdir sepertimu, oppa.” Donghae oppa masih menatapku dengan senyuman walaupun terlihat sedikit bergetar. “tidak ingin mempunyai takdir oppa sepertimu.”
“tapi takdir hidup sepertimu. Seperti Lee Donghae.” Lanjutku sambil mengambil tangai bunga yang terjulur padaku. Dan dengan ceparnya donghae oppa berdiri kemudian menarikku dalam pelukkannya.
“kyeopta, kau membuatku gugup setengah mati.” Kemudian hanya tawa kesil dan senyuman berulang yang menggantikan jeritan atau bahkan lompatan yang ingin aku gambarkan.
“yak,yak,yak. Lee donghae,” donghae oppa melepas pelukkannya kemudian membalikan badan kearah sumber suara. “apa kau tidak meminta izinku dulu eo?”
“takdirku itu cho jehee, bukan cho kyuhyun.” Desis donghae oppa yang mengundang tawa kami, melihat ekspresi kyuhyun yang terdiam kaku.
                                                                      END
otte? benerkan apa yang gue bilang?-,- oiya guys, gue pengen kasih bocoran buat niat bikin ff selanjutnya khusus tentang kasih sayang kyuhyun oppa sebagai kakak gue ;) jadi cuman ada gue, dan cho kyuhyun. yaa palingan ada ha gun sama donghaenya juga sih, tapi focusnya ke situ. okedeh, thanks waktu uangnya, annyeong ;) gue tunggu komennya yaahh

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kyuhyun cepet bgt ngungkapin perasaannya...!! kaya mie instan aja.. kekkkekke satu kata ff ini daebak, after story dong, soalnya kan disini belum ada reaksi dari niall saat tahu jehee ama donghae udh pacaran