Dear
you,
Kamu
yang tersenyum dengannya,
Kamu
yang berbunga karenanya,
Kamu
yang berbahagia karenanya,
Dan
kamu,
Yang
melupakanku yang mulai rapuh karena kehadirannya.
Author
pov
“EOMMAAAAAAAA!!!!!”
Ha gun melepaskan jatuh tasnya ke lantai pintu depan kamarnya dengan mata
membulat karena kekagetan yang meluap.
“wae ha
gun-ssi?” eomma dengan tergesa menghampiri Ha gun.
“ige
mwoya??” Ha gun mengangkat semua perabot kamarnya yang berubah drastic dengan
mulut ternganga syok. Seakan dunia ini terbalik melihat seisi kamarnya. “ aku
tidak salah masuk kamar, kan?”
“eo,
mianhae ha gun~a. eomma lupa memberitahumu kemarin. Cho Jehee, anak teman akrab
eomma datang untuk tinggal sementara selama dia menyelesaikan kuliahnya di UK ini.”
“lalu?
Kenapa semua barang barangku bisa disulap seketika menjadi seperti ini, eomma?”
Ha gun berujar pasrah. Melihat sekeliling kamarnya yang dulu dihiasi dengan
tempelan dinding game dan berbagai perabotan tomboynya kini berubah menjadi
bernuansa orange yang sedikit dipenuhi pernak pernik yeoja.
“itu
Jehee yang memindahkan barangnya sedikit. Lagi pula, ini juga bagus untukmu.”
Eomma Ha gun bersiap untuk kebali ke kamarnya, menghindar dari amukan anaknya.
“belajar untuk menjadi gadis, Ha gun~a”
“CHO
JEHEEEEEEE, EOMAAAAAAA! YAK! Eodiga?”
1 month later~
“eonni~a.”
Jehee merebahkan tubuhnya keatas kasur dan menjajarkan tubuhnya disamping Ha
gun yang tengan asik dengan permainan PSPnya.
“wae?”
Ha gun menyahut sekenanya, “kau sudah pulang, eo?”
“ne. dan
kau tau eonni, siapa yang mengantarku kesini?” Jehee meraih boneka teddy bear
kesayangannya sembari memeluknya erat. Dan memainkannya sedikit.
“nugu?”
Ha gun masih saja serius dengan game barunya. Tanpa memperhatikan raut wajah
adik angkat barunya ini. dia sudah menganggap Jeheenya sebagai adiknya semenjak
tiga minggu yang lalu. Setelah akhirnya mereka bisa menemukan titik tengah dan
bersahabat.
“cho
kyuhyun oppa,” Jehee mendesah. “Kau pasti tidak mengenalnya. Percuma saja aku
cerita padamu. Kau bukan pemuja namja.”
Ha gun
meletakkan PSPnya kemudian menatap kesal Jehee. “ne? aku masih waras, Jehee~a.
aku bukan pemuja namja bukan berarti aku tidak menyukai namja, ara?”
“lalu,
siapa namja kau sukai?” Jehee mulai tergelitik dengan pertanyaan itu.
Sebenarnya banyak namja yang datang padanya untuk menanyakan banyak hal tentang
Ha Gun. Dan Jehee yakin mereka sudah jatuh hati engan eonninya sangat lama.
“tidak
ada” jawab Ha Gun cepat. “lalu? Lanjutkan ceritamu. Ada apa dengan namja yang
bernama Cho kyuhyun? Kau menyukainya? Atau dia menyakitikmu? Ingin aku
membunuhnya, eo?”
Dengan
cepat Jehee menyambar bantal dan menimpuknya ke kepala Ha Gun. “bodoh. Eonni~a.
kenapa yang ada dipikiranmu selalu ingin membuunuh orang, eo? Hilangkan
pikiranmu tentang novel krimnal itu.”
“yak,
appaseo Jehee~a” Ha gun mengelakkan bantalnya dari hadapan mukanya.
“dia
kakak laki lakiku. Kau tidak mendengar tadi? Cho-kyu-hyun. Jelas jelas marganya
sama denganku ‘Cho’ kau ini bagaimana” dengus Jehee.
“lalu?”
ha gun mengangkat alis sebelahnya.
“kau
tahu, dia selalu saja mengungkit permasalahan aku dengan donghae oppa.”
“donghae
oppa? Nugu?” Ha gun mendudukkan tubuhnya. “aihh, kau membuatku bingung.
Sebenarnya siapa itu kyuhyun oppa dan donghae oppa huh?”
“kau ini
bodoh sekali. Selalu sulit untuk mencerna perkataan orang. Tapi terkecuali mencerna
permain game” jehee ikut mendudukkan tubuhnya kemudian menyandarkan tubuhnya ke
pundak ha gun.
“cho
kyuhyun oppa, dia kakak laki lakiku. Dan donghae oppa. Namja ayang belakangan
ini hadir dihari hariku, eonni~a” Jehee mulai bercerita. “aku tahu, kau tidak
terlalu mengerti perasaan cinta. Tapi aku yakin eonni mengerti perasaan seorang
manusia.”
“kau
ingat niall? Namja teman sekampusku yang sedang aku gilai?” Ha gun mengangguk.
“dia sekarang mulai dekat denganku. Bahkan entah apa yang membuaat dia tertarik
untuk meminta nomor ponselku, semenjak itu kami semakin dekat. Dan kau tahu
eonnie? Hae oppa sepertinya tidak menyukai kehadiran niall.” Jehee menghela
napas putus asanya. “donghae oppa sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri. Dia
teman dekat dengan kyuhyun oppa, sama berartinya sebagai kakak seperti kyuhyun
oppa. Dan aku tidak ingin dia merasa tersingkirkan dengan kehadiran niall,
eonni~a”
“eo,
arasseo.” Ha gun mengangguk ringan, “jadi, intinya kau ingin dekat dengan niall
tanap mengusik perasaan tersingkirkan donghae oppa mu?”
“ne,
eonni. Otte?” jehee kembali menegakkan tubuhnya dari sandaran Ha gun.
“eumm,
sepertinya.. lebih baik kau tanyakan saja pada kyuhyun oppamu. Mungkin dia lebih mnegerti. Hehe” ha gun hanya
menyengir menatap tak tahu pada Jehee yang memanyunkan bibirnya kesal. “percuma
aku bercerita panjang lebar padamu, eonni”
***
Cho
Jehee pov
Belakangan
ini niall sudah jarang menghubungiku. Sesekali hanya mengirim pesan yang
kemudian jarang dibalasnya. Kudengar dia sudah bergabung dengangrup semacam
boyband yang bernama one direction. Dan pihak management sedang sibuk
memeprsiapkannya. Aku tahu, itu akan sangat membuatnya sibuk setengah mati. Sampai
tak ada waktu untukku. Yeah, aku cukup memaklumi itu.
Tapi
sepertinya kegelisahanku akannya mulai menjadi. Beberapa kali kami berpapasan
dan dia sama sekali tidak menyapaku seperti biasa. Sekalipun kami beradu mata
dan terkadang nyaris menabrak, tak ada satu reaksipun darinya.
Rasa
sesakku mungkin akan segera muncul dan keputusan akhir yang akan kupilih nanti
seandainya rasa sesak itu ada adalah mengurung diri dikamar dengan mengusir
kehadiran Ha Gun eonni. Tak peduli seberapa menyeramkannya eonni marah padaku.
Drrtt..
drrrrrrtt..
“ne,
oppa?”
“aku sudah tiba di UK. Kau bisa
menjemputku sekarang di airport? Hmm.. aku kurang tahu jalan, hehe.”
Mataku
mebulat. Untuk apa dongahe oppa ikut ikutan datang kesini?, batinku dalam hati.
“ne oppa. Tapi, untuk apa kau datang ke UK, eo?”
“super junior akan tampil besok
malam. Apa kyuhyun belum memberitahumu?”
“belum.
Yasudah oppa, aku berangkat kesana sekarang. Annyeong, sampai bertemu disana.”
“ne, je~a. annyeong” aku segera menutup
samungan teleponku kemudian menyambar tas kecilku yang tergantung di pintu
lemari pakaianku. “eonnii, aku pinjam mobilmu!”
“YAK!
Neo michiseo? Kau yakin bisa membawa mobil? Tampang sepertimu takkan bisa, biar
aku yang bawa.” Ha gun merebut kunci mobil yang tadinya ingin aku raih,
kemudian hanya cengiran kecil yang keluar dari mulutku.
“kita
kemana?” ha gun memasang silt belt mobil sambil bersiap menyalakan mesin.
“airport
eonni, menjemput hae oppa. Dia katanya kurang tahu jalan dan memintaku untuk
menjemputnya.” Jawabku.
“modus
sekali hae oppamu,” desis ha gun sedikit terdengar kurang jelas oleh telingaku.
“memangnya ada acara apa sampai sampai kyuhyun dan donghae mendatangimu ke UK
seperti ini?”
“ne?ani,
super junior akan konser besok malam. Ngomong ngomong, eonni mau ikut nonoton
tidak?”
“mwo?
Super junior? Aku benci itu. Namja manja dengan hanya menjual wajah dan
pesonanya.” Dengus Ha gun sambil mulai melajukan mobilnya, “lalu, untuk apa
para oppamu itu menontonnya? Menjijikan untuk seorang namja yang tergila gila
pada namja”
“ck,
eonni!” aku menghentakkan kakiku kesal. “tidak baik untuk aku membencinya,
bahkan menghinanya didepanku.”
“wae?
Kau salah satu penggemarnya? Ck, buang semua hal tentang itu jauh jauh,
jehee~a. tidak penting.” Ha gun melirik sedikit kearahku.
“aku
bukan hanya penggemarnya, eonni.” Tukasku, dengan sedikit penekanan setelahnya.
“aku, cho Jehee, adik dari member super junior, cho kyuhyun. Dan kau terlalu
bodoh untuk tidak mengenal cho kyuhyun dan lee donghae sebagai anggota super
junior yang hampir seluruh penjuru dunia tau.”
Nyaris
saja terjadi rem mendadak yang ditimbulkan dari kekagetan Ha gun eonni,
membuatku ingin tertawa kecil melihat kebodohannya. “sinjja?” mataya sedikit
membulat. “mian Jehee~a, bukan maksudku untuk menghina keluargamu, tapi aku
benar benar tidak menyukai mereka.”
Ha gun
eonni kembali focus dengan mengemudinya. “dan sepertinya semalam kau lupa untuk
mejelaskan siapa kyuhyun oppa mu sebenarya.”
***
“apa
salahku oppa?” mataku menatap lirih pemandangan malam kota UK yang terlihat
ramai dari apartement luar rumah Ha gun eonni.
“salahmu?”
hae oppa menghela napas sejenak. Menimbulkan sedikit asap akibat cuaca dingin
yang membuat kita nyaris beku disini. “kau terlalu bodoh, je~a”
“bodoh?
Kau berniat meledekku atau apa oppa?” alisku sedikit terngkat sebelah. Dan menatap
tantang hae oppa yang berdiri sejajar denganku.
“bodoh
untuk terlalu menempel pada niall tanpa berpikir panjang.” Hae oppa membalikkan
tubuhnya menghadapku. “dia manusia, tentunya mempunyai batas kesabaran.awalnya
kau telihat lucu dan menarik dengan tingkahmu. Mungkin lama kelamaan niall juga
merasa risih dengan kehadiranmu. Dan kau tidak memperhtikan itu , Je~a.”
Hae oppa
menatapku lebih dalam, namun tatapan itu terasa kosong. “dia benar untuk
menjauhimu. Karena dia pasti punya dunianya sendiri. Dan itu, tanpa seorang
yeoja yang bernama. Cho. Je. Hee, ara?” ada sedikit penekanan dinamaku, yang
membuatku merasa terpojok.
Aku
berusaha menaan sesak didada yang mulai teraa menusuk. Mengerjapkan mata dan
menatap bulat hae oppa. “oppa. Aku. Sama sekali. Tidak menempelinya. Ara?”
balasku cukup dengan penekanan yang sama. “dia yang meminta nomor ponselku
telebih dahulu. Brarti bukan aku yang memulai.”
Hae oppa
berdecak sekaligus tertawa kecil disudut bibirnya terkesan menertawai remeh
diriku. Sungguh mala mini dia bersikap kejam padaku. Dan aku tidak tahu
seberapa berubahnya dia padaku. “bodoh, dia tidak akan memulai tanpa kau yang
menarik perhatiannya terlebih dahulu dengan tingkahmu. Aku tahu itu.”
Dengan
spontannya aku menghentakkan kakiku kesal. “lebih baik kau pulang ke hotelmu.”
Ujarku cepat dengan meninggalkannya tanpa salam atupun senyuman sedikitpun. Aku
tahu, niall membuatnya merasa tersingkir. Tapi segitu jahatnya kah aku? Samapi
dia bersikap kejam dan memojokkanku?
Oppa wae? Mianhae kalau aku yang membuatmu
merasa tersingkir. Tapi asal kau tahu, sesak ini bukan karena niall menjauh
dariku, entah kenapa. Tapi sesak yang kurasakan karena sifatmu yang berubah
dengan drastic dan mulai menyingkirkanku dalam hidupku. Itukah mau mu?
“Jehee~a!”
Ha gun menyelipkan kepalanya dipintu sambil menyodorkan telpon rumah padaku.
“maaf aku mengganggu acara menangismu, tapi niall menelefon. Seperti kau akan
dapat tiket gratis untuk konser 1D besok malam. Eo, jangan lupa minta dua
tiket. Karena aku juga menyukainya. Zayn tepatnya”
***
Lee
Donghae PoV
Aku
menghela napas putus asaku. Berusaha mengurangi sesak yang mulai memburu
dadaku. Menyandarkan tubuhku pada kursi kemudi mobilku. Tanganku meremas stir
mobil dengan sedikit rasa geram. Menahan rasa pilu dan kerapuhan hatiku yang
sangat untuk malam ini.
Mungkin
malam ini Jehee akan mengurung dikamar dengan mengusir Ha Gun dan menelungkupan
diri menangis terisak karena niall yang tak kunjung datang kembali padanya.
Niall yang dia kejar setengah mati yang sudah tidak mengenalnya lagi. Sesak
karena ketiadaan niall disisinya. Tanpa memikirkan rasa sesakku karenanya.
Kerapuhan hatiku yang dibuatnya.
Atau
bahkan dia menangis karena perkataan perkataan yang menusukku tadi. Merasa
bersalah dan sadar akan kelakuannya pada niall. Kemudian membuat keputusan
untuk menelpon niall dan memohon maaf. Semaaf maafnya dan kemudian berharap
niall kembali padanya. Dan aku, kembali
disingkirkan. Dengan mudahnya.
Awalnya
aku sama sekali tidak berambisi untuk merebut hati Jehee sedikitpun. Cukup
mengetahui dia ada dalam kondisi yang baik, dan selalu bersamaku. Itu sudah
lebih dari cukup membuatku tenang hidup di dunia ini. dengan putri kecilku.
Memang
benar apa yang dikatakan kyuhyun waktu itu. Saat aku menghiraukannya yang
menyuruhku untuk memperjuangkan semua perasaan ini.
“kau ini bodoh apa
huh?jangan sesali kalau lain waktu kau tidak bisa menggenggamnya lagi. Bahkan
untuk menarik dia sedikit kearahmu. Karena kau bukan siapa siapanya saat itu”
Aku
pikir kyuhyun itu terlalu jeius atau dia yang peramal. Bisa memperkirakan semua
hal dimasa mendatang. Tapi satu hal yang sama sekali dia belum bisa perkirakan.
Takdir. Aku tahu, menurutku semua hal yang akan terjadi itu adalah takdir. Tapi
menurutnya berbeda. Takdir hidup. Yeoja. Dan aku masih belum mengerti tentang
itu.
Mungkin,
takdir hidupku Jehee. Tapi semua itu akan terlihat mustahil. Ketika mata Jehee
yang berbinar dan perasaan yang menggebu saat dia menceritakan semu tentang
niall dengan bangganya dihadapanku. Tanpa menyadari arti perasaanku. Semua
perhatianku, ke adaan diriku, untuknya. Bukan semata mata sebagai kasih sayang
sebagai kakak. Tapi seorang namja yang jatuh hati.
***
Mataku
melirik gusar jam tangan yang sudah menandakan lima menit trakhir untuk aku
berdiri diatas panggung konser super junior malam ini. mataku berkali kali
berusaha menatap jeli sekerumunan elf yang sangat ramai. Tempat favorit Jehee
adalah baris dua dari depan. Dan sama sekali tidak ada wajahnya sekilaspun.
Ini
mustahil, tapi mungkin mungkin saja. Dia mungkin marah dengan perkataanku
kemarin. Dan berniat untuk tidak datang sama sekali. Memilih untuk menangisi
niall. Daripada menyaksikan oppa oppa nya tampil dengan sangat keren malam ini.
“mana
adik tersayangmu itu hae~a” leeteuk hyung memukul ringan pundakku dengan botol
minum yang dibawanya sembari berjalan menuju ruang ganti.
“molla,
mungkin menunggu diruang ganti” ujarku sembari berdoa kalau itu harus benar
benar terjadi. Dalam hati aku terus menjeritkan kalimat “jeballyeo jehee~a odiga?”
“a!
kyuhyun~a!” aku menghampiri kyuhyun yang sudah tiba diruang ganti dnegan
memainkan PSPnya terlebih dahulu. “kau tahu adikmu dimana, eo kenapa tidak
Nampak sedari tadi?”
“wae?”
kyuhyun menaikkan sedikit alisnya. “kau bingung atau khawatir eo? Dia datang ke
konser tour 1D mala mini dan pamit padaku untuk itu.”
“mwo?”
aku tersentak. Menjatuhkan tubuhku kesofa dengan menatap bulat kyuhyun.”iash..
sinjja! Kyuhyun~a! bodoh sekali kau. Kenapa kau tidak melarangnya eo?”
“kenapa?
Lagipula dia sudah nonton berpuluh puluh kali konser kita. Biarkan saja, jangan
membuatnya selalu terperangkap dengan super junior, hae~a” kyuhyun dengan
santainya berujar tanpa melirik padaku sedikitpun.
“lalu?
Dia kesana dengan siapa?”
“teman
satu kamarnya. Eumm.. aku sedikit lupa dengan namanya. Han.. han..”
“Han Ha
gun?” sahutku cepat “sial, dia terlalu
mendukung niall daripada aku.” Gumamku pelan.
***
TBC
gimanaa? kalo maksa maafyaa._. maaf juga niall belom dapet dialog disini, hehe._. next part gue banyakin~ gue tunggu commentnya deh ;) da daahh sampe ketemu di part 2 ya, annyeong ;)
2 komentar:
"Eonni" ige mwoya?
kayanya aku lebih muda 3 bulan deh... -__-
tpi after all ff-nya bagus.. aku tunggu kelanjutannya.. dan juga nnti aku bingung antara kyu-oppa atau zayn ya..?? kekkekkekke
hehehe._. sekali kali fad, gue jadi yang muda-_- wk.
sipsip, aku lanjutin. wayuloo ntar endingnya mau sama siapa nih han ha gunnya? haha. kyuhyun ajaa yah? nanti aku dimarahin nih sama kyuhyun oppa *loh
Posting Komentar