Kamis, 28 Juni 2012

Dear You (Part 1) ~special to Niall and Lee Donghae~

hai guys, ini gue lagi iseng iseng ajaa._. ff ini tuh ada anak anak 1D juga loh~ gue jujur aja, mulai tertarik jadi directioners :D tapi directioners yang masih care sama kyuhyun ;) ini semua gara gara niall. dia terlalu bikin gue ngerasa wow *curhat* jadi ceritaya gue (Jehee) numpang tinggal dirumahnya Ha Gun yang warga negara korea tapi bokapnya orang UK selama Jehee sekolah. nah, terus niall itu temen sekampus Jehee waktu pas niall pengen awal debut sama 1D. dan donghae oppa, yang udah naksir Jehee dari awal kyuhyun(kakak Jehee) ngenalin, ngerasa tersingkir sebagai 'kakak kakak'annya Jehee. okelah, readers baca aja yaa langsung. niatnya pengen dibikin 2 part. tapi gatau juga. liat situasi moodnya gue ya._.v hehe. selamat membacaaaaaaaa ;)


Dear you,
Kamu yang tersenyum dengannya,
Kamu yang berbunga karenanya,
Kamu yang berbahagia karenanya,
Dan kamu,
Yang melupakanku yang mulai rapuh karena kehadirannya.

Author pov
“EOMMAAAAAAAA!!!!!” Ha gun melepaskan jatuh tasnya ke lantai pintu depan kamarnya dengan mata membulat karena kekagetan yang meluap.
“wae ha gun-ssi?” eomma dengan tergesa menghampiri Ha gun.
“ige mwoya??” Ha gun mengangkat semua perabot kamarnya yang berubah drastic dengan mulut ternganga syok. Seakan dunia ini terbalik melihat seisi kamarnya. “ aku tidak salah masuk kamar, kan?”
“eo, mianhae ha gun~a. eomma lupa memberitahumu kemarin. Cho Jehee, anak teman akrab eomma datang untuk tinggal sementara selama dia menyelesaikan kuliahnya di UK ini.”
“lalu? Kenapa semua barang barangku bisa disulap seketika menjadi seperti ini, eomma?” Ha gun berujar pasrah. Melihat sekeliling kamarnya yang dulu dihiasi dengan tempelan dinding game dan berbagai perabotan tomboynya kini berubah menjadi bernuansa orange yang sedikit dipenuhi pernak pernik yeoja.
“itu Jehee yang memindahkan barangnya sedikit. Lagi pula, ini juga bagus untukmu.” Eomma Ha gun bersiap untuk kebali ke kamarnya, menghindar dari amukan anaknya. “belajar untuk menjadi gadis, Ha gun~a”
“CHO JEHEEEEEEE, EOMAAAAAAA! YAK! Eodiga?”
1 month later~
“eonni~a.” Jehee merebahkan tubuhnya keatas kasur dan menjajarkan tubuhnya disamping Ha gun yang tengan asik dengan permainan PSPnya.
“wae?” Ha gun menyahut sekenanya, “kau sudah pulang, eo?”
“ne. dan kau tau eonni, siapa yang mengantarku kesini?” Jehee meraih boneka teddy bear kesayangannya sembari memeluknya erat. Dan memainkannya sedikit.
“nugu?” Ha gun masih saja serius dengan game barunya. Tanpa memperhatikan raut wajah adik angkat barunya ini. dia sudah menganggap Jeheenya sebagai adiknya semenjak tiga minggu yang lalu. Setelah akhirnya mereka bisa menemukan titik tengah dan bersahabat.
“cho kyuhyun oppa,” Jehee mendesah. “Kau pasti tidak mengenalnya. Percuma saja aku cerita padamu. Kau bukan pemuja namja.”
Ha gun meletakkan PSPnya kemudian menatap kesal Jehee. “ne? aku masih waras, Jehee~a. aku bukan pemuja namja bukan berarti aku tidak menyukai namja, ara?”
“lalu, siapa namja kau sukai?” Jehee mulai tergelitik dengan pertanyaan itu. Sebenarnya banyak namja yang datang padanya untuk menanyakan banyak hal tentang Ha Gun. Dan Jehee yakin mereka sudah jatuh hati engan eonninya sangat lama.
“tidak ada” jawab Ha Gun cepat. “lalu? Lanjutkan ceritamu. Ada apa dengan namja yang bernama Cho kyuhyun? Kau menyukainya? Atau dia menyakitikmu? Ingin aku membunuhnya, eo?”
Dengan cepat Jehee menyambar bantal dan menimpuknya ke kepala Ha Gun. “bodoh. Eonni~a. kenapa yang ada dipikiranmu selalu ingin membuunuh orang, eo? Hilangkan pikiranmu tentang novel krimnal itu.”
“yak, appaseo Jehee~a” Ha gun mengelakkan bantalnya dari hadapan mukanya.
“dia kakak laki lakiku. Kau tidak mendengar tadi? Cho-kyu-hyun. Jelas jelas marganya sama denganku ‘Cho’ kau ini bagaimana” dengus Jehee.
“lalu?” ha gun mengangkat alis sebelahnya.
“kau tahu, dia selalu saja mengungkit permasalahan aku dengan donghae oppa.”
“donghae oppa? Nugu?” Ha gun mendudukkan tubuhnya. “aihh, kau membuatku bingung. Sebenarnya siapa itu kyuhyun oppa dan donghae oppa huh?”
“kau ini bodoh sekali. Selalu sulit untuk mencerna perkataan orang. Tapi terkecuali mencerna permain game” jehee ikut mendudukkan tubuhnya kemudian menyandarkan tubuhnya ke pundak ha gun.
“cho kyuhyun oppa, dia kakak laki lakiku. Dan donghae oppa. Namja ayang belakangan ini hadir dihari hariku, eonni~a” Jehee mulai bercerita. “aku tahu, kau tidak terlalu mengerti perasaan cinta. Tapi aku yakin eonni mengerti perasaan seorang manusia.”
“kau ingat niall? Namja teman sekampusku yang sedang aku gilai?” Ha gun mengangguk. “dia sekarang mulai dekat denganku. Bahkan entah apa yang membuaat dia tertarik untuk meminta nomor ponselku, semenjak itu kami semakin dekat. Dan kau tahu eonnie? Hae oppa sepertinya tidak menyukai kehadiran niall.” Jehee menghela napas putus asanya. “donghae oppa sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri. Dia teman dekat dengan kyuhyun oppa, sama berartinya sebagai kakak seperti kyuhyun oppa. Dan aku tidak ingin dia merasa tersingkirkan dengan kehadiran niall, eonni~a”
“eo, arasseo.” Ha gun mengangguk ringan, “jadi, intinya kau ingin dekat dengan niall tanap mengusik perasaan tersingkirkan donghae oppa mu?”
“ne, eonni. Otte?” jehee kembali menegakkan tubuhnya dari sandaran Ha gun.
“eumm, sepertinya.. lebih baik kau tanyakan saja pada kyuhyun oppamu. Mungkin  dia lebih mnegerti. Hehe” ha gun hanya menyengir menatap tak tahu pada Jehee yang memanyunkan bibirnya kesal. “percuma aku bercerita panjang lebar padamu, eonni”
                                                                        ***
Cho Jehee pov
Belakangan ini niall sudah jarang menghubungiku. Sesekali hanya mengirim pesan yang kemudian jarang dibalasnya. Kudengar dia sudah bergabung dengangrup semacam boyband yang bernama one direction. Dan pihak management sedang sibuk memeprsiapkannya. Aku tahu, itu akan sangat membuatnya sibuk setengah mati. Sampai tak ada waktu untukku. Yeah, aku cukup memaklumi itu.
Tapi sepertinya kegelisahanku akannya mulai menjadi. Beberapa kali kami berpapasan dan dia sama sekali tidak menyapaku seperti biasa. Sekalipun kami beradu mata dan terkadang nyaris menabrak, tak ada satu reaksipun darinya.
Rasa sesakku mungkin akan segera muncul dan keputusan akhir yang akan kupilih nanti seandainya rasa sesak itu ada adalah mengurung diri dikamar dengan mengusir kehadiran Ha Gun eonni. Tak peduli seberapa menyeramkannya eonni marah padaku.
Drrtt.. drrrrrrtt..
“ne, oppa?”
“aku sudah tiba di UK. Kau bisa menjemputku sekarang di airport? Hmm.. aku kurang tahu jalan, hehe.”
Mataku mebulat. Untuk apa dongahe oppa ikut ikutan datang kesini?, batinku dalam hati. “ne oppa. Tapi, untuk apa kau datang ke UK, eo?”
“super junior akan tampil besok malam. Apa kyuhyun belum memberitahumu?”
“belum. Yasudah oppa, aku berangkat kesana sekarang. Annyeong, sampai bertemu disana.”
ne, je~a. annyeong” aku segera menutup samungan teleponku kemudian menyambar tas kecilku yang tergantung di pintu lemari pakaianku. “eonnii, aku pinjam mobilmu!”
“YAK! Neo michiseo? Kau yakin bisa membawa mobil? Tampang sepertimu takkan bisa, biar aku yang bawa.” Ha gun merebut kunci mobil yang tadinya ingin aku raih, kemudian hanya cengiran kecil yang keluar dari mulutku.
“kita kemana?” ha gun memasang silt belt mobil sambil bersiap menyalakan mesin.
“airport eonni, menjemput hae oppa. Dia katanya kurang tahu jalan dan memintaku untuk menjemputnya.” Jawabku.
“modus sekali hae oppamu,” desis ha gun sedikit terdengar kurang jelas oleh telingaku. “memangnya ada acara apa sampai sampai kyuhyun dan donghae mendatangimu ke UK seperti ini?”
“ne?ani, super junior akan konser besok malam. Ngomong ngomong, eonni mau ikut nonoton tidak?”
“mwo? Super junior? Aku benci itu. Namja manja dengan hanya menjual wajah dan pesonanya.” Dengus Ha gun sambil mulai melajukan mobilnya, “lalu, untuk apa para oppamu itu menontonnya? Menjijikan untuk seorang namja yang tergila gila pada namja”
“ck, eonni!” aku menghentakkan kakiku kesal. “tidak baik untuk aku membencinya, bahkan menghinanya didepanku.”
“wae? Kau salah satu penggemarnya? Ck, buang semua hal tentang itu jauh jauh, jehee~a. tidak penting.” Ha gun melirik sedikit kearahku.
“aku bukan hanya penggemarnya, eonni.” Tukasku, dengan sedikit penekanan setelahnya. “aku, cho Jehee, adik dari member super junior, cho kyuhyun. Dan kau terlalu bodoh untuk tidak mengenal cho kyuhyun dan lee donghae sebagai anggota super junior yang hampir seluruh penjuru dunia tau.”
Nyaris saja terjadi rem mendadak yang ditimbulkan dari kekagetan Ha gun eonni, membuatku ingin tertawa kecil melihat kebodohannya. “sinjja?” mataya sedikit membulat. “mian Jehee~a, bukan maksudku untuk menghina keluargamu, tapi aku benar benar tidak menyukai mereka.”  
Ha gun eonni kembali focus dengan mengemudinya. “dan sepertinya semalam kau lupa untuk mejelaskan siapa kyuhyun oppa mu sebenarya.”
                                                            ***

“apa salahku oppa?” mataku menatap lirih pemandangan malam kota UK yang terlihat ramai dari apartement luar rumah Ha gun eonni.
“salahmu?” hae oppa menghela napas sejenak. Menimbulkan sedikit asap akibat cuaca dingin yang membuat kita nyaris beku disini. “kau terlalu bodoh, je~a”
“bodoh? Kau berniat meledekku atau apa oppa?” alisku sedikit terngkat sebelah. Dan menatap tantang hae oppa yang berdiri sejajar denganku.
“bodoh untuk terlalu menempel pada niall tanpa berpikir panjang.” Hae oppa membalikkan tubuhnya menghadapku. “dia manusia, tentunya mempunyai batas kesabaran.awalnya kau telihat lucu dan menarik dengan tingkahmu. Mungkin lama kelamaan niall juga merasa risih dengan kehadiranmu. Dan kau tidak memperhtikan itu , Je~a.”
Hae oppa menatapku lebih dalam, namun tatapan itu terasa kosong. “dia benar untuk menjauhimu. Karena dia pasti punya dunianya sendiri. Dan itu, tanpa seorang yeoja yang bernama. Cho. Je. Hee, ara?” ada sedikit penekanan dinamaku, yang membuatku merasa terpojok.
Aku berusaha menaan sesak didada yang mulai teraa menusuk. Mengerjapkan mata dan menatap bulat hae oppa. “oppa. Aku. Sama sekali. Tidak menempelinya. Ara?” balasku cukup dengan penekanan yang sama. “dia yang meminta nomor ponselku telebih dahulu. Brarti bukan aku yang memulai.”
Hae oppa berdecak sekaligus tertawa kecil disudut bibirnya terkesan menertawai remeh diriku. Sungguh mala mini dia bersikap kejam padaku. Dan aku tidak tahu seberapa berubahnya dia padaku. “bodoh, dia tidak akan memulai tanpa kau yang menarik perhatiannya terlebih dahulu dengan tingkahmu. Aku tahu itu.”
Dengan spontannya aku menghentakkan kakiku kesal. “lebih baik kau pulang ke hotelmu.” Ujarku cepat dengan meninggalkannya tanpa salam atupun senyuman sedikitpun. Aku tahu, niall membuatnya merasa tersingkir. Tapi segitu jahatnya kah aku? Samapi dia bersikap kejam dan memojokkanku?
Oppa wae? Mianhae kalau aku yang membuatmu merasa tersingkir. Tapi asal kau tahu, sesak ini bukan karena niall menjauh dariku, entah kenapa. Tapi sesak yang kurasakan karena sifatmu yang berubah dengan drastic dan mulai menyingkirkanku dalam hidupku. Itukah mau mu?
“Jehee~a!” Ha gun menyelipkan kepalanya dipintu sambil menyodorkan telpon rumah padaku. “maaf aku mengganggu acara menangismu, tapi niall menelefon. Seperti kau akan dapat tiket gratis untuk konser 1D besok malam. Eo, jangan lupa minta dua tiket. Karena aku juga menyukainya. Zayn tepatnya”
                                                            ***
Lee Donghae PoV
Aku menghela napas putus asaku. Berusaha mengurangi sesak yang mulai memburu dadaku. Menyandarkan tubuhku pada kursi kemudi mobilku. Tanganku meremas stir mobil dengan sedikit rasa geram. Menahan rasa pilu dan kerapuhan hatiku yang sangat untuk malam ini.
Mungkin malam ini Jehee akan mengurung dikamar dengan mengusir Ha Gun dan menelungkupan diri menangis terisak karena niall yang tak kunjung datang kembali padanya. Niall yang dia kejar setengah mati yang sudah tidak mengenalnya lagi. Sesak karena ketiadaan niall disisinya. Tanpa memikirkan rasa sesakku karenanya. Kerapuhan hatiku yang dibuatnya.
Atau bahkan dia menangis karena perkataan perkataan yang menusukku tadi. Merasa bersalah dan sadar akan kelakuannya pada niall. Kemudian membuat keputusan untuk menelpon niall dan memohon maaf. Semaaf maafnya dan kemudian berharap niall kembali padanya.  Dan aku, kembali disingkirkan. Dengan mudahnya.
Awalnya aku sama sekali tidak berambisi untuk merebut hati Jehee sedikitpun. Cukup mengetahui dia ada dalam kondisi yang baik, dan selalu bersamaku. Itu sudah lebih dari cukup membuatku tenang hidup di dunia ini. dengan putri kecilku.
Memang benar apa yang dikatakan kyuhyun waktu itu. Saat aku menghiraukannya yang menyuruhku untuk memperjuangkan semua perasaan ini.
“kau ini bodoh apa huh?jangan sesali kalau lain waktu kau tidak bisa menggenggamnya lagi. Bahkan untuk menarik dia sedikit kearahmu. Karena kau bukan siapa siapanya saat itu”
Aku pikir kyuhyun itu terlalu jeius atau dia yang peramal. Bisa memperkirakan semua hal dimasa mendatang. Tapi satu hal yang sama sekali dia belum bisa perkirakan. Takdir. Aku tahu, menurutku semua hal yang akan terjadi itu adalah takdir. Tapi menurutnya berbeda. Takdir hidup. Yeoja. Dan aku masih belum mengerti tentang itu.
Mungkin, takdir hidupku Jehee. Tapi semua itu akan terlihat mustahil. Ketika mata Jehee yang berbinar dan perasaan yang menggebu saat dia menceritakan semu tentang niall dengan bangganya dihadapanku. Tanpa menyadari arti perasaanku. Semua perhatianku, ke adaan diriku, untuknya. Bukan semata mata sebagai kasih sayang sebagai kakak. Tapi seorang namja yang jatuh hati.
                                                            ***
Mataku melirik gusar jam tangan yang sudah menandakan lima menit trakhir untuk aku berdiri diatas panggung konser super junior malam ini. mataku berkali kali berusaha menatap jeli sekerumunan elf yang sangat ramai. Tempat favorit Jehee adalah baris dua dari depan. Dan sama sekali tidak ada wajahnya sekilaspun.
Ini mustahil, tapi mungkin mungkin saja. Dia mungkin marah dengan perkataanku kemarin. Dan berniat untuk tidak datang sama sekali. Memilih untuk menangisi niall. Daripada menyaksikan oppa oppa nya tampil dengan sangat keren malam ini.
“mana adik tersayangmu itu hae~a” leeteuk hyung memukul ringan pundakku dengan botol minum yang dibawanya sembari berjalan menuju ruang ganti.
“molla, mungkin menunggu diruang ganti” ujarku sembari berdoa kalau itu harus benar benar terjadi. Dalam hati aku terus menjeritkan kalimat “jeballyeo jehee~a odiga?”
“a! kyuhyun~a!” aku menghampiri kyuhyun yang sudah tiba diruang ganti dnegan memainkan PSPnya terlebih dahulu. “kau tahu adikmu dimana, eo kenapa tidak Nampak sedari tadi?”
“wae?” kyuhyun menaikkan sedikit alisnya. “kau bingung atau khawatir eo? Dia datang ke konser tour 1D mala mini dan pamit padaku untuk itu.”
“mwo?” aku tersentak. Menjatuhkan tubuhku kesofa dengan menatap bulat kyuhyun.”iash.. sinjja! Kyuhyun~a! bodoh sekali kau. Kenapa kau tidak melarangnya eo?”
“kenapa? Lagipula dia sudah nonton berpuluh puluh kali konser kita. Biarkan saja, jangan membuatnya selalu terperangkap dengan super junior, hae~a” kyuhyun dengan santainya berujar tanpa melirik padaku sedikitpun.
“lalu? Dia kesana dengan siapa?”
“teman satu kamarnya. Eumm.. aku sedikit lupa dengan namanya. Han.. han..”
“Han Ha gun?”  sahutku cepat “sial, dia terlalu mendukung niall daripada aku.” Gumamku pelan.
***
TBC

gimanaa? kalo maksa maafyaa._. maaf juga niall belom dapet dialog disini, hehe._. next part gue banyakin~ gue tunggu commentnya deh ;) da daahh sampe ketemu di part 2 ya, annyeong ;)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

"Eonni" ige mwoya?
kayanya aku lebih muda 3 bulan deh... -__-
tpi after all ff-nya bagus.. aku tunggu kelanjutannya.. dan juga nnti aku bingung antara kyu-oppa atau zayn ya..?? kekkekkekke

Cho jehee mengatakan...

hehehe._. sekali kali fad, gue jadi yang muda-_- wk.
sipsip, aku lanjutin. wayuloo ntar endingnya mau sama siapa nih han ha gunnya? haha. kyuhyun ajaa yah? nanti aku dimarahin nih sama kyuhyun oppa *loh